Melodi Ladang: Pelestarian Lagu Tradisional Oa Mbele dalam Tradisi Sako Seng

Authors

DOI:

https://doi.org/10.17977/um064v5i62025p728-737

Keywords:

syair pantun daerah, pendidikan nonformal budaya, musik etnik, pelestarian budaya lokal

Abstract

Upaya pelestarian lagu Oa Mbele, sebuah nyanyian pengiring dalam tradisi Sako Seng di Dusun Watublapi, Desa Kojawair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menjadi penting di tengah ancaman kepunahan tradisi lokal. Sako Seng merupakan praktik gotong royong masyarakat saat mencangkul kebun, yang diiringi oleh lagu Oa Mbele. Lagu ini mengandung syair pantun berbahasa daerah yang berisi doa dan permohonan kepada Sang Pencipta, leluhur, serta alam semesta agar hasil pertanian melimpah hingga masa panen. Namun, tradisi ini mulai ditinggalkan karena perubahan gaya hidup masyarakat, termasuk berkurangnya aktivitas berkebun dan meningkatnya penggunaan alat pertanian modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi nonpartisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan tiga strategi utama pelestarian lagu Oa Mbele: (1) Perlindungan, melalui dokumentasi audiovisual sebagai bagian dari pustaka budaya digital; (2) Pemanfaatan, melalui pendidikan nonformal kepada generasi muda dan pementasan dalam acara budaya; serta (3) Pengembangan, berupa rekonstruksi dalam bentuk seni pertunjukan modern dan kolaborasi dengan pemerintah serta lembaga kebudayaan lokal.

References

Elvandari, E. (2020). Sistem pewarisan sebagai upaya pelestarian seni tradisi. GETER: Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik, 3(1), 93–104. https://doi.org/10.26740/geter.v3n1.p93-104

Endarini, A. (2017). Pelestarian kesenian Babalu di Sanggar Putra Budaya Desa Proyonanggan Kabupaten Batang. Jurnal Seni Tari, 6(2), 13. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jst

Fauzan, R., & Nashar, N. (2017). “Mempertahankan tradisi, melestarikan budaya” (Kajian historis dan nilai budaya lokal kesenian Terebang Gede di Kota Serang). Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.30870/candrasangkala.v3i1.2882

Handayaningrum, W., Mukti, D. N., & Yanuartuti, S. (2022). Modern art inculturation oriented education in Flores. In Proceedings of the Eighth Southeast Asia Design Research (SEA-DR) & the Second Science, Technology, Education, Arts, Culture, and Humanity (STEACH) International Conference (SEADR-STEACH 2021) (pp. 103–107). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/assehr.k.211229.017

Hidajat, R. (2024). Sosiologi seni pertunjukan.

Irhandayaningsih, A. (2018). Pelestarian kesenian tradisional sebagai upaya dalam menumbuhkan kecintaan budaya lokal di masyarakat Jurang Blimbing Tembalang. Anuva, 2(1), 19–27. https://doi.org/10.14710/anuva.2.1.19-27

Irianto, A. M. (2017). Kesenian tradisional sebagai sarana strategi kebudayaan. Nusa, 12(1), 90–100. https://doi.org/10.14710/nusa.12.1.90-100

Karunianingtias, I. N., & Putra, B. H. (2021). Pelestarian seni di Sanggar Sobokartti Kota Semarang. Jurnal Seni Tari, 10(1), 15–24.

Khotami, N. (2014). [Review of the book Sutasoma: Journal of Javanese Literature, 3(1), 49–56].

Kojaing, K. (2017). Musik Sako Seng dan akulturasi: Fenomena kebudayaan ditinjau dari segi dampaknya pada masyarakat Watubapi Flores NTT. Jurnal Ekspresi Seni, 19(1), 20–38. https://doi.org/10.26887/ekse.v19i1.127

Moleong, L. J. (2016). Metodologi penelitian kualitatif (pp. 1–410). Remaja Rosdakarya.

Noor, Z. Z. (2015). Metodologi penelitian kualitatif dan kuantitatif. Deepublish.

Nugrohoadhi. (2015). Pengorganisasian dokumen dalam kegiatan kepustakawanan.

Nurhasanah, L., Siburian, B. P., & Fitriana, J. A. (2021). Pengaruh globalisasi terhadap minat generasi muda dalam melestarikan kesenian tradisional Indonesia. Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 10(2), 31–39. https://doi.org/10.33061/jgz.v10i2.5616

Nurmalinda, & Indriani, F. (2016). Fungsi dan unsur-unsur musik Madihin di Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir. Jurnal Musikologi, 3(2), 1–13.

Pratamawati, E., Hidajat, R., & Lestari, R. (2023). Packaging Jaranan traditional arts in the form of creative industry to strengthen community potentials in the global era. In International Conference on Art, Design, Education, Culture and Social Studies (ICADECS) (pp. 63–68). http://conference.um.ac.id/index.php/icadecs/article/view/8441

Rahmawati, H. L. (2019). Sebagai sumber belajar berbasis etnopedagogi di sekolah dasar. Seminar Nasional Pendidikan, 1(1), 2883–2894.

Rizqi, I. K., Putra, B. H., & Pendidikan, J. (2020). Upaya pelestarian Tari Topeng Klana di Desa Slarang Lor Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal. Jurnal Seni Tari, 9(2), 129–139.

Saryani, S. (2022). Strategi pelestarian dan pengembangan kesenian Tari Dolalak sebagai daya tarik wisata dalam upaya mewujudkan ketahanan budaya di Kabupaten Purworejo. Jurnal Ketahanan Nasional, 28(2), 185–198. https://doi.org/10.22146/jkn.77285

Soemantri, S. Y., Indira, D., & Indrayani, L. M. (2015). Upaya pelestarian kesenian khas Desa Mekarsari dan Desa Simpang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 4(1), 42–46. https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v4i1.9038

Sudarsono. (2017). [Review of the journal Acarya Pustaka, 3(1), 47–65].

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (pp. 1–443). Alfabeta.

Triwardani, R., & Rochayanti, C. (2014). Implementasi kebijakan desa budaya dalam upaya pelestarian budaya lokal. Reformasi, 4(2), 102–110. https://jurnal.unitri.ac.id/index.php/reformasi/article/view/56/53

Widya, B., & Hidajat, R. (2017). Pelestarian budaya di Desa Penujak Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Seni Pertunjukan, 1(1), 103–109.

Yurisma, D. Y., EBW, A., & Sachari, A. (2015). Kesenian tradisi Reog sebagai pembentuk citra Ponorogo. Visualita, 7(1), 11–20. https://doi.org/10.33375/vslt.v7i1.1081

Downloads

Published

2025-06-17

How to Cite

Yeremia, M. E., Hidajat, R., & Widyawati, I. W. (2025). Melodi Ladang: Pelestarian Lagu Tradisional Oa Mbele dalam Tradisi Sako Seng. Journal of Language Literature and Arts, 5(6), 728–737. https://doi.org/10.17977/um064v5i62025p728-737

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>