Kritik Seni terhadap Lukisan Berjudul Macari Oase Tengah Kota Karya Ardiansyah Prainhantanto
DOI:
https://doi.org/10.17977/um064v5i32025p351-362Keywords:
lukisan, ekspresi, fenomena alam, kritik holistik, nilai sosial dan budayaAbstract
Lukisan merupakan sarana ekspresi yang merefleksikan ide dan gagasan seseorang, termasuk fenomena alam yang sering menjadi inspirasi dalam karya seni. Salah satu contoh adalah lukisan Macari Oase Tengah Kota karya Ardiansyah Prainhantanto, yang merepresentasikan hubungan antara alam dan kehidupan urban. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna, nilai, serta pesan dalam lukisan tersebut dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan kritik holistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lukisan ini mencerminkan respons seniman terhadap perubahan lingkungan perkotaan melalui penggunaan warna yang ekspresif dan komposisi yang dinamis. Karya ini mengandung berbagai nilai, antara lain nilai sosial (gotong royong, guyub rukun, tepo seliro), nilai kehidupan (memberikan manfaat, sikap memaafkan, perbuatan baik, rendah hati), dan nilai budaya (akulturasi). Melalui Macari Oase Tengah Kota, seniman tidak hanya menyajikan estetika visual, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara alam dan pembangunan kota. Karya ini menjadi refleksi kritis terhadap perubahan lingkungan sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberlanjutan ekologi di tengah perkembangan urbanisasi.
References
Abdussamad, H. Z., & Sik, M. S. (2021). Metode penelitian kualitatif. CV. Syakir Media Press.
Bahari, N. (2008). Kritik seni: Wacana, apresiasi, dan kreasi. Pustaka Pelajar.
Feldman, E. B. (1971). Varieties of visual experience: Art as image and idea. Prentice-Hall.
Gunawan, A. P. (2012). Peranan warna dalam karya fotografi. Humaniora, 3(2), 540–548.
Kencana, D., Supriatna, M., & Yudha, E. S. (2020). Tinjauan pembelajaran visual ekspresif dalam program pendidikan inklusif. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 7(2), 149–158.
Lapasau, M. (2018). Metaphor of colors in Indonesian and its equivalence in German. Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(1), 24–29.
Mutmainnah. (2024, November 25). Faktor genetik subjektif seniman Ardiansyah Prainhantanto. (S. Arifin, Pewawancara).
Poerwanto, H. (1999). Asimilasi, akulturasi, dan integrasi nasional. Humaniora, 11(3), 29–37.
Prainhantanto, A. (2024, November 25). Faktor genetik objektif seniman Ardiansyah Prainhantanto. (S. Arifin, Pewawancara).
Putri, T. C., Sumarwahyudi, S., & Anggriani, S. D. . (2022). Kritik Holistik terhadap Lukisan Berjudul Beautify the Beauty of the World Karya Antoe Budiono Tahun 2021. Journal of Language Literature and Arts, 2(12), 1756–1769. https://doi.org/10.17977/um064v2i122022p1756-1769
Redfield, R., Linton, R., & Herskovits, M. J. (1935). Acculturation. Oceania, 6(2), 229–233.
Rokhim, S. S., Hadiprawiro, Y., & Dawami, A. K. (2022). Katarsis seni pada lukisan At Eternity’s Gate karya Vincent van Gogh dalam pandangan kritik seni. Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain, 25(3), 171–178.
Sucitra, I. G. A. (2019). Eksperimentasi tekstur silika dalam penciptaan lukisan. Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain, 22(3), 161–173.
Suharto, S. (2007). Refleksi teori kritik seni holistik: Sebuah pendekatan alternatif dalam penelitian kualitatif bagi mahasiswa seni. Harmonia Jurnal Pengetahuan dan Pemikiran Seni, 8(1). https://doi.org/10.15294/harmonia.v8i1.803
Sutopo, H. (1989). A holistic model of art criticism for appreciating the traditional art. First ASEAN Symposium on Aesthetics, Kuala Lumpur, Malaysia.
Sutopo, H. B. (1995). Kritik seni holistik sebagai model pendekatan penelitian kualitatif. Pidato pengukuhan guru besar ilmu budaya pada Jurusan Seni Rupa, Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret.
Tauriska, D. A., Sumarwahyudi, S., & Anggraini, S. D. (2022). Kritik holistik pada lukisan Paranoid karya Gatot Pujiarto tahun 2021. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 2(6), 765–781. https://doi.org/10.17977/um064v2i62022p765-781
Zharandont, P. (2015). Pengaruh warna bagi suatu produk dan psikologis manusia. Universitas Telkom.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Samsul Arifin, Swastika Dhesti Anggriani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.























