Penggunaan Model Pembelajaran Jigsaw untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Materi Pokok Tari Tradisional Kelas VIII SMP
DOI:
https://doi.org/10.17977/um064v5i22025p199-213Keywords:
model Jigsaw, pembelajaran kooperatif, Penelitian Tindakan Kelas, kualitas pembelajaranAbstract
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah jenis yang dilakukan oleh guru dan peneliti dalam memperbaiki proses belajar dan mengajar. Penelitian ini dilakukan pada kelas VIII C SMP Negeri 27 Malang pada pelajaran seni budaya materi tari tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada materi pokok tari tradisional kelas di VIII C. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, masing-masing dengan empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penggunaan dua siklus pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan tolak ukur dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Jigsaw, dimana model ini dianggap efektif dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Penggunaan model pembelajaran Jigsaw merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Model pembelajaran ini merupakan salah satu dari variasi pembelajaran kooperatif, dimana peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil, dengan kelompok ahli yang memiliki pemahaman yang lebh baik mengenai materi ajar. Keberhasilan peserta didik pada bidang kognitif (56,76 persen) dan pada bidang psikomotorik (43,33 persen) pada siklus pertama. Sebaliknya, keberhasilan peserta didik pada bidang kognitif dan psikomotorik (96,67 persen) pada siklus kedua.
References
Aistina, I. D., & Maharani, F. (2025). Analisis hasil belajar pada model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada pembelajaran IPA kelas IV SD Negeri 1 Widodo. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kearifan Lokal, 5(1), 157-161.
Arifin, Z. (2012). Model penelitian dan pengembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Ayuni, N. (2021). Peningkatan hasil belajar siswa kelas X IPS 1 dalam pembelajaran seni tari melalui metode Jigsaw di SMA Negeri 1 Kerinci tahun pelajaran 2019/2020. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21(1), 177-183.
Cahyanti, N. P. C. D., Trisnawati, I. A., & Sustiawati, N. L. (2024). Implementasi model Jigsaw pada pembelajaran tari Rejang Sari di SMP Negeri 4 Kuta Utara Badung. Jurnal Pendidikan Inklusif, 8(11).
Costouros, T. (2020). Jigsaw cooperative learning versus traditional lectures: Impact on student grades and learning experience. Teaching & Learning Inquiry, 8(1), 154-172.
Desyandri, D. (2019). Seni musik serta hubungan penggunaan pendidikan seni musik untuk membentuk karakter peserta didik di sekolah dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(3), 222-232.
Doymus, K. (2008). Teaching chemical bonding through Jigsaw cooperative learning. Research in Science & Technological Education, 26(1), 47-57. https://doi.org/10.1080/02635140701847470
Eggen, P., & Kauchak, D. (2012). Strategi dan pembelajaran edisi keenam. Jakarta: Indeks.
Fitriani, A. Y. (2023). Pentingnya Pembelajaran Seni Musik dalam Perkembangan Usia Sekolah Dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(2), 5692-5710.
Hamalik, O. (2013). Proses belajar mengajar. PT. Bumi Aksara.
Isjoni. (2011). Cooperative learning: Efektivitas pembelajaran kelompok. Bandung: Alfabeta.
Jeppu, A. K., Kumar, K. A., & Sethi, A. (2023). ‘We work together as a group’: Implications of Jigsaw cooperative learning. BMC Medical Education, 23(1), 734.
Juni Priansa, D. (2017). Pengembangan strategi & model pembelajaran. Bandung: CV Pustaka Setia.
Margono, S. (2005). Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Muhadi. (2011). Penelitian tindakan kelas. Yogyakarta: Shira Media.
Muslich, M. (2009). Melaksanakan PTK itu mudah (classroom action research). Jakarta: Bumi Aksara.
NdriaStuti, F., Sugiyono, S., & Suryatin, S. (2024). Analisis hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw (Doctoral dissertation, STKIP PGRI Pacitan).
Prasetyo, S. W., Hanafi, Y., & Sagitha, F. D. (2024). Membangun minat belajar IPA siswa SMP melalui strategi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Journal of Innovation and Teacher Professionalism, 3(2), 383–390. https://doi.org/10.17977/um084v3i22025p383-390
Robert, E. (2005). Cooperative learning. Bandung: Nusamedia.
Setiawati, R. (2006). Kompetensi sebagai Basis Pendidikan Seni (Competency as a Basic of Arts Education) Kompetensi sebagai Basis Pendidikan Seni (Competency as a Basic of Arts Education). Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 7(3).
Shoimin, A. (2014). 68 model pembelajaran inovatif dalam kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Slavin, R. E. (2005). Cooperative learning: Teori, riset, dan praktik. Bandung: Nusa Media.
Soeharjo, A. J. (2012). Pendidikan seni, dari konsep sampai program. Universitas Negeri Malang: Bayumedia Publishing.
Sugiyono. (2011). Metode kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian. Bandung: Alfabeta.
Supatmo, S. (2021). Meneguhkan Literasi Multikultural melalui Pendidikan Seni: Perspektif dan Urgensi Pembelajaran Seni Budaya Abad 21 di Sekolah. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana, 4(1), 32-38.
Wijaya, H. (2020). Analisis data kualitatif teori konsep dalam penelitian pendidikan. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mila Lailatul Rif’ah, Tri Wahyuningtyas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.























