Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas V dengan Menggunakan Model Pembelajaran Jigsaw dan Numbered Head Together (NHT)

Authors

  • Dita Shinta Paramytha Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um065v1i42021p302-305

Keywords:

mathematical reasoning ability, jigsaw, numbered head together (NHT), kemampuan penalaran matematis

Abstract

Abstract: Mathematical reasoning ability is an ability that needs to be trained. To improve it, an attractive learning model is needed and requires active students. The purpose of the study was to explain the differences in students' mathematical reasoning abilities using a quasi-experimental quantitative method. Data obtained from pre-test and post-test data. The results showed no difference in the mathematical reasoning ability of fifth grade students using the Jigsaw and NHT learning models as evidenced by 0.878 smaller than 2.002. Sig. Value (2-tailed) bigger than 0.05 which is 0.384 bigger than 0.05.

Abstrak: Kemampuan penalaran matematis merupakan kemampuan yang perlu dilatih. Untuk meningkatkannya, perlu model pembelajaran yang menarik dan menuntut siswa aktif. Tujuan penelitian untuk menjelaskan perbedaan kemampuan penalaran matematis siswa menggunakan metode kuantitatif kuasi eksperimen. Data diperoleh dari data pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan kemampuan penalaran matematis siswa kelas V dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw dan NHT dibuktikan dengan 0,878 kurang dari 2,002. Nilai Sig. (2-tailed) lebih dari 0,05 yaitu 0,384 lebih dari 0,05.

References

Aeni, N. N. (2008). Peningkatan Kemampuan Penalaran Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Belajar Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Pokok Bahasan Persamaan Garis Lurus, (Online), (http://eprints.ums.ac.id/791/), diakses 1 Juli 2020.

Andira, T., Santoso, B., & Yusup, M. (2018). Penerapan model pembelajaran reciprocal teaching ditinjau dari kemampuan penalaran matematis peserta didik pada materi bangun datar segiempat Applying of reciprocal teaching learning model viewed from students’ mathematical reasoning on quadrilateral mat. Pythagoras, 13(1), 88-98.

Annisah, Zulkardi, & Darmawioyo. (2011). Pengembangan soal-soal model PISA pada konten quantity untuk mengukur kemampuan penalaran matematis peserta didik di SMP 1 Lubuklinggau. Jurnal Pendidikan Matematika, 5(1): 1-15.

Herman, T. (2007). Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 16(1), 41-62,

Jelatu, S., Amul, M. I., Jeramat, E., & Jundu, R. (2019). Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa. Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia, 4(1), 12-17.

Manshur, M. (2013). Perbedaan Hasil Belajar Materi Baterai Antara Model Pembelajaran Kooperatif (Jigsaw dan Numbered Head Together) dengan Model Pembelajaran Ekspositori. Skripsi diterbitkan. Semarang: Universitas Negeri Semarang

Rahmiati & Pianda, D. (2018). Strategi dan Implementasi Pembelajaran Matematika di Depan Kelas. Sukabumi: CV Jejak,

Salam, M. dan Junta, A.. (2012). Perbedaan Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TSTS dan Tipe STAD. Jurnal Pendidikan Matematika, 3(2), 187-200,

Sumartini, T. S. (2015). Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Jurnal Pendidikan Matematika, 5(1), 1-10,

Trianto. (2009). Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Kontruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.

Downloads

Published

25-07-2021

How to Cite

Paramytha, D. S. . (2021). Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas V dengan Menggunakan Model Pembelajaran Jigsaw dan Numbered Head Together (NHT). Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, Dan Pengelolaan Pendidikan, 1(4), 302–305. https://doi.org/10.17977/um065v1i42021p302-305

Issue

Section

Articles