Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dengan Metode Window Shopping pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas V SD
DOI:
https://doi.org/10.17977/um065.v5.i7.2025.5Keywords:
Kemampuan berpikir kritis, Pendidikan pancasila, Penelitian tindakan kelas (PTK), Window shoppingAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kemampuan berpikir kritis siswa kelas V pada pelajaran Pendidikan Pancasila menggunakan Metode Window Shopping untuk mata pelajaran tersebut di kelas V. Penelitian dilakukan melalui bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terbagi dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah 28 siswa kelas V yang berasal dari salah satu sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis serta observasi aktivitas pembelajaran. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pada tahap pra-siklus, hanya 7% siswa yang termasuk dalam kategori memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi. Setelah penerapan tindakan pada siklus I, prosentasenya meningkat menjadi 64,2%, tetapi belum mencapai indikator keberhasilan. Penyempurnaan strategi pembelajaran di siklus II menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana 95,2% siswa menunjukkan kemampuan berpikir kritis yang termasuk kategori tinggi. Selain itu, rata-rata nilai hasil belajar juga mengalami kemajuan, dari 70,8 pada siklus I menjadi 80,8 pada siklus II. Dengan demikian, penerapan model window shopping terbukti berhasil dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
References
Efendi, N. A., Masyithoh, S., & Helwiyah, W. (2023). Promoting character development in primary school: A moral education approach. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner.https://journal.amorfati.id/index.php/JIPSI/article/view/290
Ekawati, F. N. (2021). Meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) melalui metode window shopping kelas V tahun ajaran 2021/2022. In Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series, 5(6), 1117–1123. https://jurnal.uns.ac.id/SHES/article/view/84425
Ennis, R. H. (1993). Critical thinking assessment. Theory into Practice, 32(3), 179–186. https://doi.org/10.1080/00405849309543594
Facione, P. A. (2015). Critical thinking: What it is and why it counts (2015 ed.). Insight Assessment. https://www.insightassessment.com
Hmelo-Silver, C. E. (2004). Problem based learning – What and how do students learn? Educational Psychology Review, 16(3), 235–266. https://doi.org/10.1023/B:EDPR.0000034022.16470.f3
Hosnan, M. (2014). Pendekatan saintifik dan kontekstual dalam pembelajaran abad 21. Tangerang: Ghalia Indonesia. https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1036613
Kemendikbud. (2021). Profil pelajar Pancasila. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. https://pusatinformasi.kemdikbud.go.id
Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The action research planner. Victoria, Australia: Deakin University Press. https://link.springer.com/book/10.1007/978-981-4560-67-2
Kunandar. (2013). Langkah mudah penelitian tindakan kelas sebagai pengembangan profesi guru. Jakarta: Rajawali Pers. https://www.rajagrafindo.co.id/produk/langkah-mudah-penelitian-tindakan-kelas-sebagai-pengembangan-profesi-guru
Kurniawan, K., & Sanoto, H. (2024). Upaya peningkatan berpikir kritis dengan model PBL pada peserta didik kelas 4 dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(6), 6063–6070. http://www.jiip.stkipyapisdompu.ac.id/jiip/index.php/JIIP/article/view/4836
Mustofa, H., & Zulfiati, H. M. (2023). Penerapan window shopping berbantu aplikasi Canva untuk meningkatkan hasil belajar negara anggota ASEAN. Pendas, 9(3). https://doi.org/10.23969/jp.v9i03.15871
Pate, D. L. (2020). The skills companies need most in 2020—and how to learn them. LinkedIn Learning Blog.https://www.linkedin.com/business/learning/blog/top-skills/the-skills-companies-need-most-in-2020-and-how-to-learn-them
Prasetya, A. (2022). Pengaruh kolaborasi model window shopping dan problem based learning terhadap hasil belajar dan sikap demokratis peserta didik pada pembelajaran Pancasila. Jurnal Civics, 19(2), 145–158. https://doi.org/10.21831/civics.v19i2.47809
Sari, R. P., & Wulandari, N. D. (2021). Pengaruh model pembelajaran window shopping terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Jurnal Pendidikan, 9(1), 65–74. https://journal.aspirasi.or.id/index.php/Semantik/article/view/570
Setyoningsih, E. (2021). Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran sejarah menggunakan model pembelajaran two stay two stray dengan aktivitas window shopping pada peserta didik XI MIPA 2 di SMA Negeri 10 Malang. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 1(2), 116–125. https://jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/705
Slavin, R. E. (2015). Cooperative learning: Theory, research, and practice (2nd ed.). Boston, MA: Allyn & Bacon. https://archive.org/details/cooperativelearn0000slav_o2v2
Yuliana, R. (2020). Strategi pembelajaran aktif dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 8(2), 112–120. https://journal.ycn.or.id/index.php/inobel/article/view/112
Zam. (2021). Peningkatan keterampilan komunikasi melalui model pembelajaran window shopping. https://proceeding.unnes.ac.id/snpptk/article/download/3173/2638/7496
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Caket Prameswari, Ni Luh Sakinah Nuraini, Wiwik Nurhayati Ningsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





