Skala Motivasi Belajar Siswa Sekolah Menengah Kejuruan pada Kondisi Darurat Loss Learning
DOI:
https://doi.org/10.17977/um065.v5.i6.2025.11Keywords:
Motivasi belajar, Pengembangan skala, Siswa sekolah menengah kejuruan, Situasi darurat loss learningAbstract
Motivasi belajar penting bagi keberhasilan akademik dan kesiapan karier siswa kejuruan, terutama dalam situasi darurat seperti pandemi Covid-19 yang menyebabkan loss learning, Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan skala yang valid dan reliabel untuk mengukur motivasi belajar siswa kejuruan, terutama dalam situasi darurat. Proses pengembangan skala melibatkan tujuh tahap: pendefinisian konstruk, pembuatan item, pengujian validitas isi dengan penilaian ahli, uji coba, uji lapangan, pemilihan item, dan penyusunan skala final. Validitas isi, dinilai menggunakan penilaian ahli, menghasilkan indeks uji ahli sebesar 1. Validitas konstruk, dinilai menggunakan korelasi product-moment, menghasilkan 21 item valid dari 43 item awal. Reliabilitas, dinilai menggunakan alpha Cronbach, adalah 0,836. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skala tersebut memiliki validitas isi dan reliabilitas yang tinggi, sehingga cocok untuk mengukur motivasi belajar siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
References
Alik, B. A., Khususiyah, & Krisphianti, Y. D. (2018). Pengaruh aktifitas pacaran terhadap motivasi belajar pada siswa kelas XI SMK Pemuda Papar. Nusantara of Research, 5(1), 29–32. https://doi.org/10.29407/nor.v5i1.4576
Arikunto, S. (2004). Prosedur penelitian (suatu pendekatan praktik). Rineka Cipta.
Arofah, L., Andrianie, S., & Ariyanto, R. D. (2021). Skala karakter religius sebagai alat ukur karakter religius bagi siswa sekolah menengah kejuruan. Jurnal PUNUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6(2), 16–28.
Azwar, S. (2017). Metode penelitian. Pustaka Pelajar.
Clark, L., & Watson, D. (2019). Constructing validity: New developments in creating objective measuring instruments. Psychological Assessment. https://doi.org/10.1037/pas0000626
Dautkalieva, P., & Ormanova, Z. (2020). The impact of motivation on students' behavior and learning process. Bulletin Series Psychology. https://doi.org/10.51889/2020-4.1728-7847.02
Emmanuel, A., Adom, E. A., & Barnie, J. (2014). Achievement motivation, academic self-concept, and academic achievement among high school students. European Journal of Research and Reflection in Education Sciences, 2(2).
Froiland, J., & Worrell, F. (2016). Intrinsic motivation, learning goals, engagement, and achievement in a diverse high school. Psychology in the Schools, 53(3), 321–336. https://doi.org/10.1002/PITS.21901
Gregory, R. J. (2011). Tes psikologi: Sejarah, prinsip, dan aplikasi (Amitya Kumara & Mikael Seno, Trans., 6th ed.). Erlangga.
Gregory, R. J. (2015). Psychological testing: History, principles, and applications (7th ed.). https://doi.org/10.1017/CBO9780511
Khudiyeva, F. (2024). Factors that have a positive influence on students' learning activity. Bulletin of Postgraduate Education (Series). https://doi.org/10.58442/3041-1831-2024-29(58)-187-199
Larasati, D. A., & Widyastuti, D. (2020). Pengembangan skala pemaafan diri (self-forgiveness). Acta Psychologia, 2(1), 80–90.
Liwiński, J., Rivkin, S., & Tiongson, E. (2024). Did the quality of internet services and related class structures affect educational achievement in Poland during Covid-19?. Studies in Educational Evaluation. https://doi.org/10.1016/j.stueduc.2024.101336
Nashar. (2004). Peranan motivasi dan kemampuan awal dalam kegiatan pembelajaran. Delia Press.
Odiana, F., Roemintoyo, R., & Rejekiningsih, T. (2022). Overview of learning activities in vocational high schools during the Covid-19 pandemic. World Journal on Educational Technology: Current Issues. https://doi.org/10.18844/wjet.v14i3.5994
Prayitno, E. (1989). Motivasi dalam belajar. PPLPTK Depdikbud.
Sajida, A. R., Fauziyah, H., Pusparini, E., Adikusuma, S., & Fatimah, S. (2024). Implementasi Joyful Learning dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PAI kelas IV di SD Sains Nusantara. Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series, 7(3), 552–558. https://jurnal.uns.ac.id/shes/article/view/91620
Sardiman, A. M. (2003). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Grafindo Persada.
Setyaputri, N. Y., Krisphianti, Y. D., & Nawantara, R. D. (2020). Skala pengukuran karakter adil: Salah satu instrumen sebagai piranti BADRANAYA (Board game karakter konselor multibudaya). Jurnal Efektor, 7(1), 90–97.
Tadesse, E., Gao, C., & Khalid, S. (2022). The impact of socioeconomic status on self-determined learning motivation: A serial mediation analysis of the influence of Gaokao score on seniority in Chinese higher vocational college students. Children and Youth Services Review. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2022.106677
Tentama, F., & Arridha, G. (2020). Motivation to learn and employability of vocational high school students. Journal of Education and Learning (EduLearn). https://doi.org/10.11591/EDULEARN.V14I2.14170
Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003).
Uno, H. B. (2001). Teori motivasi dan pengukurannya: Analisis di bidang pendidikan. Bumi Aksara.
Wijayanti, T. (2020). Konseling kelompok untuk peningkatan motivasi belajar dengan pendekatan SFBC (teknik miracle question). Nusantara of Research, 7(2), 106–114. https://doi.org/10.29407/nor.v7i2.15063
Winkel, W. S. (2004). Psikologi pendidikan dan evaluasi belajar. PT Gramedia Pustaka.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Risaniatin Ningsih, Laelatul Arofah, Danastya Nurdwi Sukma Deva, Guruh Sukma Hanggara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





