Konseling Multibudaya dalam Penanganan Perilaku Problematik Remaja

Authors

  • Moch. Syihabudin Nuha Universitas Negeri Malang
  • Muslihati Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um065.v5.i4.2025.1

Keywords:

Konseling, Pendekatan multibudaya, Perilaku problematik, Remaja

Abstract

Remaja merupakan masa transisi di mana individu mengalami perubahan masa kanak-kanak menuju dewasa. Terdapat berbagai penyebab yang berkontribusi terhadap perilaku problematik remaja, mulai dari faktor biologis, psikologis, keluarga, sosial maupun lingkungan. Perilaku problematik ditandai dengan munculnya perilaku maladaptif yang tidak suai dengan norma dalam masyarakat. Keanekaragaman budaya di tengah masyarakat saat ini dimungkinkan dapat menjadi salah satu strategi intervensi dalam upaya menangani perilaku problematik remaja. Hal ini dipengaruhi konselor yang terikat dengan atribut yang dibawanya. Pendekatan ini merupakan kerangka kerja yang digunakan konselor dalam memahami dan merespon keragaman budaya dalam konseling. Penelitian ini mengkaji berbagai literatur secara sistematis selama 10 tahun terakhir mulai tahun 2014-2024 dengan kriteria inklusi subjek penelitian adalah remaja, perilaku maladaptif remaja, strategi intervensi guru BK, pendekatan multibudaya, sedangkan kriteria eksklusi adalah subjek penelitian anak-anak dan mahasiswa, kekerasan, metode penelitian pengembangan, kajian literatur. Penelitian ini bertujuan memberikan pengetahuan mengenai perilaku problematik remaja, penanganan yang telah dilakukan guru BK dan solusi dari pendekatan multibudaya. Kesimpulannya adalah perilaku problematik remaja muncul karena berbagai faktor internal maupun eksternal, kemudian penanganan yang banyak dilakukan guru BK adalah melalui konseling behavior dan pendekatan multibudaya dimungkinkan untuk dapat diterapkan pada proses intervensi, karena budaya juga memengaruhi cara hidup mereka.

References

Amanah, S., Mahendra, A. M., & Silaen, J. (2023). Peran konseling keluarga dalam mengatasi kenakalan remaja. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(1), 3406–3409.

Anarta, F., Fauzi, R. M., Rahmadhani, S., & Santoso, M. B. (2022). Kontrol sosial keluarga dalam upaya mengatasi kenakalan remaja. Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (JPPM, 2(3), 485. https://doi.org/10.24198/jppm.v2i3.37834

Asri, D. N. (2018). Kenakalan remaja: Suatu problematika sosial di era milenial. Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling, 2(1), 1–8.

Asro, M. (2018). Pendekatan konseling realita berbasis kearifan lokal Jawa untuk mereduksi perilaku bullying di kalangan remaja. Prosiding Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling, 2(1), 386–391.

Chasanah, U. (2022). Peran konselor dalam konseling multikultural untuk menumbuhkan persistensi pada komunitas anak punk. Jurnal Al-Hikmah Way Kanan, 1(2), 19–27.

Faishol, L., & Budiyono, A. (2020). Peran pusat informasi konseling remaja (PIK-R) dalam meningkatkan kemampuan kontrol diri perilaku menyimpang remaja. Coution: Journal of Counseling and Education, 1(2), 50. https://doi.org/10.47453/coution.v1i2.154

Hartati, S. (2018). Pendekatan kognitif untuk menurunkan kecenderungan perilaku delinkuensi pada remaja. MENARA Ilmu, 12(1). https://doi.org/10.26555/humanitas.v9i2.340

Ilyas, A., Afdal, A., & Alizamar, A. (2018). Pengembangan model konseling kearifan budaya Minang untuk mencegah perilaku LGBT pada remaja Sumatera Barat.

Jasmiara, M., & Herdiansah, A. G. (2021). Kenakalan remaja di kalangan siswa sekolah menengah atas di Bandung: Studi pendahuluan. Aliansi: Jurnal Politik, Keamanan dan Hubungan Internasional, 2021(September), 169–174.

Kusumawati, E. (2017). Problematika remaja dan faktor yang mempengaruhi. Prosiding Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling, 1(1), 88–91.

Kusumawati, E. (2019). Teknik empty chair untuk mengurangi ketidakmampuan menjaga hubungan pertemanan dalam antisocial personality disorder pada mahasiswa. Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling, 3(1), 49–55.

Lena, I. N. (2019). Layanan bimbingan konseling melalui pendekatan agama untuk mengatasi kenakalan remaja. Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam, 7(1), 19–40. https://doi.org/10.15575/irsyad.v7i1.861

Mashabi, S., & Prastiwi, M. (2024, Oktober 24). JPPI: Sepanjang tahun 2024 ada 293 kasus kekerasan di sekolah. KOMPAS.com. https://www.kompas.com/edu/read/2024/10/24/163509171/jppi-sepanjang-tahun-2024-ada-293-kasus-kekerasan-di-sekolah

Maulana, M. A., & Nugroho, P. W. (2019). Mengurangi kenakalan remaja menggunakan konseling behavioral pada peserta didik di SMA. KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal, 6(1), 57–64. https://doi.org/10.24042/kons.v6i1.4059

Nuha, M. S., Hidayah, N., & Wahyuni, F. (2024). Model pelatihan peer-counseling pada mahasiswa: Tinjauan literatur sistematis. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(2), 804–826. https://doi.org/10.31316/gcouns.v8i2.5695

Pertiwi, R. E. (2018). Pendekatan eksistensial humanistik berbasis nilai budaya gotong-royong untuk meningkatkan empati siswa sekolah menengah atas. Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling, 2(1), 55–63.

Putri Abadi, D., Nuha, M. S., Indreswari, H., & Hotifah, Y. (2023). Perspektif positivisme vs post-positivisme dalam memandang ilmu pengetahuan bebas nilai serta implikasinya dalam bimbingan dan konseling. Prosiding Seminar Nasional, 6(1), 130–138. https://doi.org/10.47767/sehati_abdimas.v6i1.676

Ratnasari, D. (2017). Spitting in the soup: Disain intervensi dalam konseling untuk mereduksi perilaku maladaptif pada remaja. TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 1(1), 78. https://doi.org/10.26539/115

Resdati, & Hasanah, R. (2021). Kenakalan remaja sebagai salah satu bentuk patologi sosial (penyakit masyarakat). Jurnal Cakrawala Ilmiah, 1(3), Article 3. https://doi.org/10.53625/jcijurnalcakrawalaindonesia.v1i3.614

Rofiqah, T., & Sitepu, H. (2019). Bentuk kenakalan remaja sebagai akibat broken home dan implikasinya dalam pelayanan bimbingan konseling. KOPASTA: Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling, 6(2), 99–107. https://doi.org/10.33373/kop.v6i2.2136

Safitri, R. D. (2024, Desember 27). Kekerasan di lembaga pendidikan tahun 2024 terbanyak di Jatim. tirto.id. https://tirto.id/kekerasan-di-lembaga-pendidikan-tahun-2024-terbanyak-di-jatim-g6ZV

Utami, A. C. N., & Raharjo, S. T. (2021). Pola asuh orang tua dan kenakalan remaja. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 4(1), 1. https://doi.org/10.24198/focus.v4i1.22831

Wahyudi, A., Supriyanto, A., & Prasetiawan, H. (2018). Peer guidance untuk mereduksi perilaku bullying pada remaja Muhammadiyah. Jurnal Bagimu Negeri, 2(1), 49–58. https://doi.org/10.26638/jbn.618.8651

Wibowo, A., & Anjar, T. (2017). Internalisasi nilai kearifan lokal (local wisdom) dalam pelaksanaan konseling multikultural dalam pengentasan masalah remaja akibat dampak negatif globalisasi. Proceeding Seminar dan Lokakarya Nasional Bimbingan dan Konseling, 1, 1–9.

Yolanda, S. G., Ummah, T., Hamado, H., Aza, D. W., & Astuti, D. A. (2024). Studi kualitatif kenakalan remaja: Tren kenakalan di kalangan remaja dan faktor penyebabnya. Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan, 3(1), Article 01. https://doi.org/10.56741/bikk.v3i01.484

Yulianti, Y. (2021). Studi tentang dampak perilaku salah suai siswa dalam proses belajar di SMA N 7 Kota Jambi. Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat, 4(2), 223–247. https://doi.org/10.20414/elhikmah.v15i2.3734

Zaini, A. (2013). Urgensi bimbingan dan konseling bagi remaja (upaya pencegahan terhadap perilaku menyimpang). Konseling Religi: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 4(2), 371–390.

Zulkifli, A., Fauzi, A., & Mulkiyan, M. (2022). Konseling kelompok cognitive behavior therapy dengan teknik cognitive restructuring dalam mengatasi kenakalan remaja. Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani, 8(2), 1–9. https://doi.org/10.47435/mimbar.v8i2.1028

Downloads

Published

14-03-2025

How to Cite

Nuha, M. S., & Muslihati, M. (2025). Konseling Multibudaya dalam Penanganan Perilaku Problematik Remaja. Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, Dan Pengelolaan Pendidikan, 5(4), 1. https://doi.org/10.17977/um065.v5.i4.2025.1

Issue

Section

Articles