Pengaruh Penggunaan Media Boneka dan Teknik Cerita Berangkai Terhadap Kemampuan Bercerita Siswa Kelas II Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.17977/um065.v5.i2.2025.6Keywords:
Kemampuan bercerita, Media boneka, Teknik cerita bersambungAbstract
Kemampuan bercerita siswa kelas II Sekolah Dasar (SD) terbilang rendah sehingga perlu tindakan sebagai alternatif pemecahan masalah. Upaya yang tepat adalah dengan cara penggunaan media boneka dan teknik cerita berangkai. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan: (1) pengaruh penggunaan media boneka terhadap kemampuan bercerita siswa, (2) pengaruh teknik cerita berangkai terhadap kemampuan bercerita siswa, dan (3) pengaruh penggunaan media boneka dengan teknik cerita berangkai terhadap kemampuan bercerita siswa. Penelitian dilakukan di SD Negeri 3 Ngantru sebagai kelas eksperimen dan kelas IIA SD Negeri 1 Surodakan sebagai kelas kontrol. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif, sedangkan jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain Quasi Eksperimental dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Data penelitian diperoleh melalui pretest dan posttest. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Independent-Sample T test, menggunakan bantuan software SPSS 17.0. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan (1) ada pengaruh penggunaan media boneka terhadap kemampuan bercerita dengan nilai thitung = 2,104 > ttabel = 2,014 dan nilai signifikansi 0,41 < 0,05, (2) ada pengaruh teknik cerita berangkai terhadap kemampuan bercerita siswa dengan nilai thitung = 2,024 > ttabel = 2,014 dan nilai signifikansi 0,049 < 0,05, dan (3) ada pengaruh penggunaan media boneka dan teknik cerita berangkai terhadap kemampuan bercerita siswa dengan nilai thitung = 2,412 > ttabel = 2,014 dan nilai signifikansi 0,02 < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar guru memanfaatkan berbagai media dan teknik cerita berangkai dalam materi bercerita.
References
Darmuki, A., & Hariyadi, A. (2019). Peningkatan keterampilan berbicara menggunakan metode kooperatif tipe jigsaw pada mahasiswa PBSI tingkat I-B IKIP PGRI Bojonegoro tahun akademik 2018/2019. Jurnal Kredo, 2(2), 256–267.
Fauziyah, A., & Aisyah. (2019). Pengaruh media boneka wayang kardus terhadap kemampuan bercerita anak. Incrementapedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2), 1–5.
Hotimah, I. H., Supriyatna, N., & Kurniawati, Y. (2018). Penerapan teknik cerita berantai untuk meningkatkan historical imagination siswa dalam pembelajaran sejarah (Penelitian tindakan kelas di kelas XI IPS 5 SMA Negeri 13 Bandung). Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah, 7(1), 79–88.
Mulyani, S. A. (2013). Penggunaan boneka sebagai media simulasi kreatif di sekolah dasar. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan SD, 1(2), 20–25.
Mulyantini. (2002). Peningkatan kemampuan bercerita dengan menggunakan media kerangka karangan pada siswa kelas II A SD Negeri 2 Semarang [Skripsi, Universitas Negeri Semarang].
Ningsih, S. (2014). Peningkatan keterampilan berbicara melalui metode bercerita siswa kelas III SD Negeri 1 Beringin Jaya Kecamatan Bumi Raya Kabupaten Morowali. Jurnal Kreatif Tadulako Online, 2(4), 243–256.
Nugraheni, A. (2012). Pengaruh penggunaan media pembelajaran dan gaya belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah konsep kebidanan [Tesis, Universitas Sebelas Maret].
Prasetyo. (2009). Peningkatan kemampuan bercerita melalui teknik pemetaan pikiran dengan media foto pada siswa kelas VI-F SD Negeri Madyopuro 5 [Skripsi, Universitas Negeri Semarang].
Sodikin. (2009). Peningkatan kemampuan bercerita melalui pemodelan dalam video compact disc pada siswa kelas VII B MTS Misbahul Falah Pati [Skripsi, Universitas Negeri Semarang].
Subyantoro. (2007). Model bercerita: Untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak. Semarang: Rumah Indonesia.
Sudjana, N., & Rivai, A. (2007). Media pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sugiarto, E. (2009). Mengenal dongeng dan prosa lama. Yogyakarta: Pustaka Mediatama.
Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suyatno. (2004). Teknik pembelajaran bahasa dan sastra berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi. Surabaya: SIC.
Ulfa. (2013). Peningkatan kemampuan bercerita melalui teknik cerita berangkai dengan media wayang golek siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kudus [Skripsi, Universitas Negeri Semarang].
Yudha, A. (2007). Cara pintar mendongeng. Bandung: Mizan Media Utama.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tyas Susiana, Mokhamat Muhsin, Mukti Amini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





