ANALISIS KAPASITAS LAHAN DAN BANGUNAN TERHADAP DAYA TAMPUNG PESERTA DIDIK PADA JENJANG PENDIDIKAN DASAR
DOI:
https://doi.org/10.17977/um065.v4.i11.2024.12Keywords:
Kapasitas, lahan dan bangunan, daya tampung peserta didikAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ukuran lahan sekolah; (2) ukuran
bangunan sekolah; (3) jumlah peserta didik; dan (4) kapasitas lahan dan bangunan
sekolah pada jenjang pendidikan dasar di Kota Malang. Rancangan dalam penelitian
ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan model penelitian non-eksperimen,
yaitu penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
dokumentasi serta datang langsung ke sekolah-sekolah untuk mendapatkan data
yang kurang. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Penelitian
ini menghasilkan temuan sebaian berikut: (1) Total luas lahan sekolah dasar negeri
di Kota Malang adalah 53.736m2 dan total luas lahan sekolah menengah pertama
negeri di Kota Malang adalah 18.008m2; (2) Total luas bangunan sekolah dasar
negeri di Kota Malang adalah 55.569m2 dan total luas bangunan sekolah
menengah pertama negeri di Kota Malang adalah 23.637m2; (3) Total jumlah
peserta didik sekolah dasar negeri di Kota Malang adalah 28.016 peserta didik dan
total jumlah peserta didik sekolah menengah pertama negeri di Kota Malang adalah
11.743 peserta didik; dan (4) kapasitas lahan dan bangunan terhadap peserta didik
pada jenjang pendidikan dasar di Kota Malang.
References
Annisa, M, dkk. 2016. Analisis Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar Berdasarkan Tingkat Akreditasi di Kota Tarakan. Jurnal
Pendidikan Indonesia, 5(2), 840-853. DOI: 10.23887/jpi.undiskha.v5i2.8934.
Bafadal, I. 2014. Manajemen Perlengkapan Sekolah: Teori dan Aplikasinya. Jakarta: Bumi Aksara.
Busono, T. 2011. Evaluasi Pemenuhan Standar Minimal Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar di Kota Bandung. Invotec,
VII(1), 81-91. Dari https://ejournal.upi.edu/index.php/invotec/article/download/6079.
Gewab, dkk. 2015. Analisis Kebutuhan dan Sebaran Fasilitas Pendidikan Tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Tambrauw.
Spasial: Perencanaan Wilayah dan Kota, 2(3), 112-334. Dari
https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/spasial/article/view/9976.
Musa, M.F & Zarita, A. 2012. Highter educational physical assets and facilities. Journal of Procedia: Social and Behavioral
Sciences, 50, 472-478. DOI: 10.1016/j.sbspro.2012.08.051.
Nofirman, dkk. 2016. Kajian Pelayanan Fasilitas Pendidikan di Kecamatan Sungai Penuh. Abstract of Undergraduate Research,
Faculty of Civil and Planning Engineering, Bung Hatta University, 2(3). Dari https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana
Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs),
Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA).
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Sanjaya, W. 2010. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media.
Suryosubroto, B. 2004. Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Yudi, A.A. 2012. Pengembangan Mutu Pendidikan Ditinjau dari Segi Sarana dan Prasarana (Sarana dan Prasarana PPLP). Jurnal
Cerdas Sifa, 1(1), 1-8. Dari https://online-journal.unja.ac.id/index.php/csp/article/view/702
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





