Pengembangan LKPD Model Problem Based Learning (PBL) pada Materi Keberagaman Bangsaku Kelas IV
DOI:
https://doi.org/10.17977/um065v2i112022p1040-1052Keywords:
LKPD, PBL model, diversity of my nation, model PBL, keberagaman bangsakuAbstract
Abstract: Research and development there is a problem that students are saturated and lack of interest in learning activities and the use of LKPD previously in the learning process of the diversity of my nation. So that research and development is carried out to produce LKPD PBL model on the material diversity of my nation Class IV is valid based, material experts, teaching materials experts, and educators (users), as well as interesting and practical use by learners. This research and development uses ADDIE model which consists of 5 stages, namely analyze, design, development, implementation, and evaluation. The results of the validation test LKPD model PBL is very valid and can be used not with improvement with the results of the validation value of material experts at 89.28 percent, teaching materials experts 93.75 percent, and educators (users) 97.72 percent. The results of the LKPD model PBL attractiveness and practicality test is very interesting with a percentage of 100 percent and very practical with a percentage of 96.66 percent. Thus, LKPD model PBL material diversity of my nation Class IV produced worthy of use in the learning process for educators and learners. Students should often practice using LKPD PBL model to be more fluent. Educators are expected to guide students in using LKPD PBL model.
Abstrak: Penelitian dan pengembangan ini terdapat permasalahan yaitu siswa jenuh dan kurang minat pada kegiatan belajar serta penggunaan LKPD sebelumnya pada proses pembelajaran materi keberagaman bangsaku. Sehingga penelitian dan pengembangan dilakukan untuk menghasilkan LKPD model PBL pada materi keberagaman bangsaku kelas IV yang valid berdasarkan, ahli materi, ahli bahan ajar, dan pendidik (pengguna), serta menarik dan praktis digunakan oleh peserta didik. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Hasil uji kevalidan LKPD model PBL yaitu amat absah serta mampu dipergunakan tidak dengan perbaikan dengan hasil nilai validasi ahli materi sebesar 89,28 persen, ahli bahan ajar 93,75 persen, dan pendidik (pengguna) 97,72 persen. Hasil uji kemenarikan dan kepraktisan LKPD model PBL yaitu sangat menarik dengan persentase sebesar 100 persen dan sangat praktis dengan persentase sebesar 96,66 persen. Dengan demikian, LKPD model PBL materi keberagaman bangsaku kelas IV yang dihasilkan layak digunakan pada proses pembelajaran bagi pendidik dan peserta didik. Peserta didik hendaknya sering berlatih menggunakan LKPD model PBL agar lebih lancar. Pendidik diharapkan membimbing peserta didik dalam menggunakan LKPD model PBL.
References
Akbar, S. 2015. Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Ariyana, Y., MT, Pudjiastuti, A., & Zamroni. 2018. Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan.
Fathurrohman, M. 2015. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Krissandi, A. D. S., Widharyanto, B., & Dewi, R. P. 2017. Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk SD. Bekasi: Media Maxima.
Meriyati. 2015. Memahami Karakteristik Anak Didik. Bandar Lampung: Fakta Press lAIN Raden lntan Lampung.
Nurdyansyah. 2019. Media Pembelajaran Inovatif. Sidoarjo: UMSIDA Press.
Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Blitar: Pemerintah Kabupaten Blitar.
Permendikbud Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Kemendikbud.
Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kemendikbud.
Prastowo, A. 2014. Panduan Kreatif Membuat Bahan AJar Inovatif. Jogjakarta: Diva Press.
Prastowo, A. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Tematik. Jakarta: Kencana.
Qisthi, S. A., Septiani, P., Awalia, W., & Tannia, W. 2022. Karakteristik pendidikan sekolah dasar pendidikan inklusif. Bogor: Universitas Djuanda.
Rusdi. 2018. Penelitian Desain dan Pengembangan Kependidikan. PT. Rajagravindo Persada.
Rusman. 2018. Model Model Pembelajaran. Depok: PT. Rajagravindo Persada.
Sadjati, I. M. 2012. Hakikat Bahan Ajar. Jakarta: Universitas Terbuka.
Shoimin, A. 2014. Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Sitorus, M., Sudrajat, A., & Lestari, M. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Inovatif dan Interaktif Melalui Pendekatan Saintifik Pada Pembelajaran Reaksi Redoks dan Elektrokimia. Jurnal Pendidikan Kimia, 7(2), 61–71.
Sofiah. 2020. Analisis Media Pembelajaran Qr Card Untuk Meningkatkan Motivasi Siswa. Skripsi tidak diterbitkan. Sumatra Utara: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Umbaryati, U. 2016. Pentingnya LKPD pada Pendekatan Scientific Pembelajaran Matematika. Prisma; Prosiding Seminar Nasional Matematika.
Uyub, M. 2022. Rancangan Pembelajaran Berkarakteristik Pembelajaran Inovatif Abad 21 pada Materi Teks Deskriptif dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning di SMP Negeri 1 Talang. Jurnal Pendidikan Cakrawala, 16(1), 21–30.
Yamasari, Y. 2010. Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis ICT yang Berkualitas. Seminar Nasional Pascasarjana X-ITS Surabaya, ISBN: 979-545-0270-1.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





