Pengembangan Panduan Teknik Sinema Edukasi untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Siswa Sekolah Menengah Kejuruan

Authors

  • Muhamad Affan Rahmad Saputra Universitas Negeri Malang
  • Henny Indreswari Universitas Negeri Malang
  • Diniy Hidayatur Rahman Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um065v2i52022p460-470

Keywords:

social interaction, educational cinema, vocational student, interaksi sosial, sinema edukasi, siswa SMK

Abstract

Abstract: This research and development aims to produce a guidance guide with educational cinema techniques to improve the social interactions of vocational students that meet the aspects of accuracy, usefulness, convenience, and attractiveness. This development research adapts the research developed by Borg and Gall which uses five stages, including: (1) Data collection (2) Planning (3) Product development (4) prototype validation stage (5) Product revision. The guide testing in stage four was carried out by two material experts, two media experts, and two potential users. The instrument used in this development research uses a material expert test acceptability rating scale, a media expert test acceptability rating scale, a prospective user test acceptability rating scale, to measure the acceptance of the prototype. The data obtained from this research are quantitative and qualitative data. Quantitative data analysis used the inter-rater agreement technique from Gregory. Qualitative data analysis was obtained from assessments carried out by experts and potential users in the form of input, criticism, and suggestions, then conclusions were drawn as a basis for improving the prototype. The results of quantitative data analysis from two material experts get an index of 1.00, two media experts get an index of 1.00, and two potential users get an index of 1.00 which means that they meet the aspects of accuracy, usability, convenience, and attractiveness. The results of qualitative data analysis from two material experts got five suggestions for improvement, two media experts got three suggestions for improvement, two potential users got two suggestions for improvement. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the prototype developed has met the acceptability aspect so that the prototype of the guidebook is very suitable for use by counselors.

Abstrak: Penelitian dan pengambangan ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah panduan bimbingan dengan teknik sinema edukasi untuk meningkatkan interaksi sosial siswa SMK yang memenuhi aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Penelitian pengembangan ini mengadaptasi penelitian yang dikembangakan oleh Borg dan Gall yang menggunakan lima tahap, meliputi: (1) Pengumpulan data (2) Perencanaan (3) Pengembangan produk (4) tahap validasi prototipe (5) Revisi produk. Pengujian panduan pada tahap empat dilakukan oleh dua ahli materi, dua ahli media, dan dua calon pengguna. Instrumen yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini menggunakan skala penilaian akseptabilitas uji ahli materi, skala penilaian akseptabilitas uji ahli media, skala penilaian akseptabilitas uji calon pengguna, untuk mengukur keberterimaan prototipe. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Analisis data kuantitatif menggunakan teknik inter-rater agreement dari Gregory. Analisis data kualitatif diperoleh dari penilaian yang dilakukan oleh ahli dan calon pengguna yang berupa masukan, kritik, dan saran, kemudian ditarik kesimpulan sebagai dasar dalam memperbaiki prototipe. Hasil analisis data kuantitatif dari dua ahli materi mendapatkan indeks 1,00, dua ahli media mendapatkan indeks 1,00, dan dua calon pengguna mendapatkan indeks 1,00 berarti memenuhi aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Hasil analisis data kualitatif dari dua ahli materi mendapatkan lima saran perbaikan, dua ahli media mendapatkan tiga saran perbaikan, dua calon pengguna mendapatkan dua saran perbaikan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan prototipe yang dikembangkan telah memenuhi aspek keberterimaan sehingga prototipe buku panduan sangat layak digunakan oleh konsleor.

References

Adityo, W. (2012). Pemaknaan Ilustrasi Sampul Buku” Poconggg Juga Pocong”(Studi Semiotik Ilustrasi Sampul Buku” Poconggg Juga Pocong” Pada” Bukune”) (Doctoral dissertation, UPN" veteran" Jawa Timur).

Asrori, M., & Ali, M. (2006). Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Dinata, W. C., Rahman, D. H., & Indreswari, H. (2021). Pengembangan Panduan Sinema Edukasi dengan Model Blended Learning untuk Menurunkan Prokrastinasi Akademik Siswa Sekolah Menengah Atas. Buletin Konseling Inovatif, 1(2), 83–89. doi: 10.17977/um059v1i22021p83-89

Dwi, O. (2020). Pengaruh Konseling Teman Sebaya Dengan Memanfaatkan Media Sosial Dalam Meningkatkan Interaksi Sosial Peserta Didik Kelas X Di Smk Muhamammadiyah 2 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2019/2020 (Doctoral Dissertation, Uin Raden Intan Lampung).

Effendi, A., Rosmawati, R., & Yakub, E. 2015.Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Interaksi Sosial Siswa Terisolir Kelas X Akuntansi Smk Muhammadiyah 2 Pekanbaru Ta 2015/2016 (Doctoral dissertation, Riau University).

Indul, M. Y., & Lianawati, A. (2020). Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama Efektif Untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Siswa Kelas X Sma Antartika Sidoarjo

Laksono, N, R. 2017. Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Motivasi Kerja Pada Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Yang Bekerja Part TimeUniversitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Jurnal Online Psikologi.

Powell. M. L. (2010). Cinema Therapy With Childern And Adolescents. (Online). (Http://Www.Cinematherapyresearch.Com/Guildlines_Kids.Html/), Diakses 12 Januari 2021

Putri, M. A. (2019). Efektivitas Teknik Sinema Edukasi Untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Siswa Smp Negeri 6 Malang (Doctoral Dissertation, Universitas Negeri Malang)

Rahim, M., & Puluhulawa, M. (2019). Pengembangan Panduan Bimbingan Dan Konseling Untuk Mengembangkan Kecerdasan Sosial Siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling, 4(2), 77-87

Soeparwoto, dkk. (2007). Psikologi Perkembangan. Semarang: UPT MKK UNNES.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta

Terry, A. A. (2020). Penerapan Sinema Edukasi UntukMeningkatkan Resiliensi Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Buduran Sidoarjo. Jurnal BK Unesa, 11(1)

Tiwasing, W., Sahachaisaeree, N., & Hapeshi, K. (2014). Design Goals and Attention Differentiations Among Target Groups: A Case of Toy Packaging Design Attracting Children and Parents’ Purchasing Decision. Design Principles and Practices, 7(1), 29–43

Tri, J. Y. (2017). Penerapan Cinema Therapy Untuk Meningkatkan Empati Siswa Kelas X Multimedia Di Smkn 1 Driyorejo. Jurnal Bk Unesa

Wibowo, N. A. K., Susanto, B., & Maulana, M. A. (2019). Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Role Playing Terhadap Interaksi Sosial Pada Siswa. Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 1(1), 46-54.

Wijaya, S., & Widiastuti. (2014). Peningkatan Interaksi Sosial Menggunakan Bimbingan Kelompok. Jurnal Bimbingan Konseling.

Downloads

Published

30-05-2022

How to Cite

Saputra, M. A. R., Indreswari, H., & Rahman, D. H. (2022). Pengembangan Panduan Teknik Sinema Edukasi untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, Dan Pengelolaan Pendidikan, 2(5), 460–470. https://doi.org/10.17977/um065v2i52022p460-470

Issue

Section

Articles