Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Materi Keragaman Suku Bangsa dan Agama di Indonesia pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.17977/um065v1i122021p1036-1050Keywords:
learning media, interactive multimedia, media pembelajaran, multimedia interaktifAbstract
Abstract: Learning media is a tool as an intermediary in the process of teaching and learning activities. Learning media in accordance with the development of technology and conditions at the time of covid can use media in digital form, one example is interactive multimedia. Based on the results of observations made at MI Islamiyah Tempursari, Lumajang district, it was found that teachers have not fully used learning media to support online learning activities carried out. This study has a goal, namely, to produce learning media products in the form of interactive multimedia on the material of ethnic and religious diversity in Indonesia class IV that is valid based on the validation of media experts, material experts, and practicality based on the results of user trials (teachers and students).
This study uses the research and development (R and D) method developed by Dick and Carey. The model used in this research and development is the Borg and Gall model. Namely 10 stages that have been modified into 7 stages. Potentials and problems, data collection, product design, design validation, product revision, and trial use of product revisions. The trial design is a description of the activities carried out by researchers to determine the validity, attractiveness, and practicality of the developed media. The test subjects in the research and development of this learning media are media experts, material experts and product users, namely teachers and fourth grade students of MI Islamiyah Tempursari, Lumajang Regency. This research and development use the type of research data analysis techniques in the form of qualitative and quantitative descriptive analysis
The results of the development of interactive multimedia include material on the diversity of ethnicities and religions in Indonesia on Theme 7 The beauty of diversity in my country for the fourth grade of elementary school. The developed interactive multimedia obtained a percentage of assessment by media experts, namely 100 percent or categorized as very valid media, the percentage of assessment by material experts with an average of 89 percent or categorized as very valid media. While the practicality of the developed media obtained a percentage of assessment by teachers of 96 percent or categorized as very practical media and the percentage of assessments carried out by students amounted to eighteen students, namely 99.62 percent or categorized as very practical media. The developed interactive multimedia learning media is categorized as a very valid and very practical media, and interactive multimedia learning media can be implemented in the next learning process. Further researchers can develop media with a wider scope.
Abstrak: Media pembelajaran merupakan alat bantu sebagai perantara dalam proses kegiatan belajar mengajar. Media pembelajaran sesuai dengan berkembangnya teknologi dan kondisi pada saat covid dapat menggunakan media dalam bentuk digital, salah satu contoh yaitu multimedia interaktif. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di MI Islamiyah Tempursari kabupaten Lumajang, ditemukan bahwa guru belum sepenuhnya menggunakan media pembelajaran untuk menunjang kegiatan pembelajaran online yang dilakukan. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu, menghasilkan produk media pembelajaran berupa multimedia interaktif pada materi keragaman suku bangsa dan agama di Indonesia kelas IV yang valid berdasarkan validasi ahli media, ahli materi, serta kepraktisan berdasarkan hasil uji coba pengguna (guru dan siswa).
Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) yang dikembangkan oleh Dick dan Carey. Model yang digunakan pada penelitian dan pengembangan ini adalah model Borg and Gall. Yaitu 10 tahapan yang telah dimodifikasi menjadi 7 tahapan. Potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi produk, dan uji coba pemakaian revisi produk. Desain uji coba merupakan suatu gambaran kegiatan yang dilakukan peneliti untuk mengetahui kevalidan, kemenarikan, serta kepraktisan media yang dikembangkan. Subjek uji coba dalam penelitian dan pengembangan media pembelajaran ini yaitu ahli media, ahli materi dan pengguna produk yakni guru dan siswa kelas IV MI Islamiyah Tempursari Kabupaten Lumajang. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan jenis penelitian teknik analisis data berupa analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif
Hasil pengembangan multimedia interaktif memuat materi keragaman suku bangsa dan agama di Indonesia pada Tema 7 Indahnya keragaman di Negeriku untuk kelas IV sekolah dasar. Multimedia interaktif yang dikembangkan memperoleh persentase penilaian oleh ahli media yaitu 100 persen atau dikategorikan sebagai media sangat valid, persentase penilaian oleh ahli materi dengan rata-rata 89 persen atau dikategorikan media sangat valid.sedangkan kepraktisan media yang dikembangkan memperoleh persentase penilaian oleh guru sebesar 96 persen atau dikategorikan sebagai media yang sangat praktis dan persentase penilaian yang dilakukan oleh siswa berjumlah delapan belas siswa yakni 99,62 persen atau dikategorikan sebagai media yang sangat praktis. Media pembelajaran multimedia interaktif yang dikembangkan dikategorikan sebagai media yang sangat valid dan sangat praktis, serta media pembelajaran multimedia interaktif dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran selanjutnya. Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan media dengan cangkupan yang lebih luas.
References
Ahmadi, H. A. (2003). Ilmu Sosial (Dasar Mata Kuliah Dasar Umum). PT Rineka Cipta. Jakarta.
Akbar, S. D. (2013). Instrumen perangkat pembelajaran. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.
Andrizal, A., & Arif, A. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Pada Sistem E-Learning Universitas Negeri Padang. INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional Dan Teknologi, 17(2), 1-10.
Arsyad, A. (2017). Media Pembelajaran. Depok: Rajagrafindo Persada.
Dawing, D. (2017). Mengusung Moderasi Islam di Tengah Masyarakat Multikultural. Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat, 13(2), 225-255.
Daryanto, D. (2016). Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
Dicky, A. B. (2019). Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Model Example Non-Example Muatan Pelajaran PPKn Kelas III SDN Mangkang Kulon 02 Kota Semarang. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.
Erwin, V. A., & Yarmis, Y. (2019). Multimedia Interaktif Bermuatan Permainan Edukatif di Kelas V Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 3(2), 901–908. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/basicedu.v3i3.183
Fitroh, A. (2020). Pengembangan Media Fun Thinkers Book (FTB) pada Subtema Keragaman Suku Bangsa dan Agama di Negeriku Kelas IV SD (Doctoral dissertation, STKIP PGRI Sidoarjo).
Hamdani, S. B. M. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Hasyim, A. (2019). Metode penelitian dan pengembangan di sekolah. Yogyakarta: Media Akademi.
Kustiono, k. (2010). Media Pembelajaran: Konsep, Nilai Edukatif, Klasifikasi, Praktek Pemanfaatan dan Pengembangan. Semarang: Unnes Press.
Munfaida, S., & Hermanto, H. (2019). Pengembangan multimedia interaktif pada materi teks narasi sejarah berbasis lectora inspire peserta didik kelas V SD (Doctoral dissertation, Universitas Ahmad Dahlan).
Indriyanti, N. Y. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis PPT untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Materi Keragaman Suku Bangsa dan Budaya Studi Kasus: Siswa Kelas VB SDN Karangayu 02 Kota Semarang (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Semarang).
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 65 (2013), tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (2006).
Prastowo, A. (2018). Sumber Belajar & Pusat sumber Belajar Teori Dan Aplikasinya di Sekolah/Madrasah. Depok: Prenada Media Group.
Puspita, A., Kurniawan, A. D., & Rahayu, H. M. (2017). Pengembangan media pembelajaran booklet pada materi sistem imun terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMAN 8 Pontianak. Jurnal Bioeducation, 4(1).
Ponza, P. J. R., Jampel, I. N., & Sudarma, I. K. (2018). Pengembangan Media Video Animasi pada Pembelajaran Siswa Kelas IV di Sekolah Dasar. Jurnal Edutech Undiksha, 6(1), 9-19.
Sanjaya, H. W. (2016). Media komunikasi pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Smaldino, S. E., Lowther, D. L., Russell, J. D., & Mims, C. (2008). Instructional technology and media for learning.
Sudjana, S. (2013). Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.
Sugiyono, S. (2013) Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukiman, S. (2012). Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: PT Pustaka Insan Mandiri.
Sundayana, R. (2014). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar: Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Susanto, A. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Permada Media Group.
Nasution, T., & Lubis, M. A. (2018). Konsep Dasar IPS.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Pranatawijaya, V. H., Widiatry, W., Priskila, R., & Putra, P. B. A. A. (2019). Penerapan skala Likert dan skala dikotomi pada kuesioner online. Jurnal Sains dan Informatika, 5(2), 128-137.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





