Pelaksanaan Budaya Unggul Limbah Batok Kelapa di SDN Wilangan 01 Kabupaten Nganjuk
DOI:
https://doi.org/10.17977/um065v1i122021p1008-1019Keywords:
superior culture, coconut shell waste, budaya unggul, limbah batok kelapaAbstract
Abstract: The application of superior culture carried out in superior schools aims to achieve effective learning in schools. SDN Wilangan 1 Nganjuk Regency has a superior culture program. The program is the use of waste within the scope of the school, by utilizing unused coconut shells, it indirectly shows concern for the environment. This research uses a qualitative approach with the type of case study research. Data collection techniques used interviews, observation, and documentation studies. In analyzing this data, the researcher used several stages of qualitative data analysis, namely data reduction, data presentation, and verification. The results showed that the implementation of a superior culture of coconut shell waste at SDN Wilangan 1 Nganjuk Regency was implemented through: 1) Preparation of coconut shell waste utilization, 2) Implementation of coconut shell waste utilization activities, 3) Results of utilizing coconut shell waste, 4) Planning of cultural work programs superior, 5) Organizing work programs, 6) Implementation of work programs, 7) Evaluation of work programs.
Abstrak: Penerapan budaya unggul yang dilaksanakan di sekolah unggul bertujuan untuk mencapai keefektifan pembelajaran di sekolah. SDN Wilangan 1 Kabupaten Nganjuk memiliki program budaya unggul. Program tersebut adalah pemanfaatan limbah dalam lingkup sekolah, dengan memanfaatkan batok kelapa yang tidak digunakan, hal tersebut secara tidak langsung menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Dalam analisis data ini, peneliti menggunakan beberapa tahap analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan budaya unggul limbah batok kelapa di SDN Wilangan 1 Kabupaten Nganjuk diterapkan melalui: 1) Persiapan pemanfaatan limbah batok kelapa, 2) Pelaksanaan kegiatan pemanfaatan limbah batok kelapa, 3) Hasil pemanfaatan limbah batok kelapa, 4) Perencanaan program kerja budaya unggul, 5) Pengorganisasi program kerja, 6) Pelaksanaan program kerja, 7) Evaluasi program kerja.
References
Allorerung, D., & Lay, A. (1998). Kemungkinan pengembangan pengolahan buah kelapa secara terpadu skala pedesaan. Prosiding Konperensi Nasional Kelapa IV. Bandar Lampung, 21-23.
Amtu, O. (2013). Manajemen Pendidikan di Era Otonomi Daerah. Bandung: Alfabeta.
Arifin, H. M. (2015). Faktor-faktor determinan dalam pendidikan. 8(2), 1–17.
Daryanto, F. M. (2013). Konsep Dasar Manajemen Pendidikan di Sekolah. Yogyakarta: Gava Media.
Falahudin, I. (2014). Pemanfaatan media dalam pembelajaran. Jurnal Lingkar Widyaiswara, 1(4), 104-117.
Hendra, D., & Pari, G. (1999). Pembuatan Arang Aktif dari Tandan Kosong Kelapa Sawit. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 17(2), 113-122.
Hermita, R. (2019). Memanfaatkan Limbah Batok Kelapa Menjadi Berbagai Macam Bentuk Kerajinan. PROPORSI: Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif, 4(2), 93-104.
Hidayatullah, M. F., & Rohmadi, M. (2010). Pendidikan karakter: membangun peradaban bangsa. Yuma Pustaka.
Indahyani, T. (2011). Pemanfaatan limbah sabut kelapa pada perencanaan interior dan furniture yang berdampak pada pemberdayaan masyarakat miskin. Humaniora, 2(1), 15-23.
Iskandar, A. (2006). Daur Ulang Sampah. Jakarta: Azka Mulia Media.
Isnaini, R. L. (2016). Penguatan Pendidikan Karakter siswa melalui manajemen bimbingan dan konseling Islam. Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(1), 35-52.
Maisaro, A., Wiyono, B. B., & Arifin, I. (2018). Manajemen program penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar. JAMP: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan, 1(3), 302-312.
Ahmadi, M. Z., Haris, H., & Akbal, M. (2020). Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Di Sekolah. Phinisi Integration Review, 3(2), 305-315.
Judiani, S. (2010). Implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar melalui penguatan pelaksanaan kurikulum. Jurnal pendidikan dan kebudayaan, 16(9), 280-289.
Kesuma, D., Triatna, C., & Permana, J. (2011). Pendidikan karakter: kajian teori dan praktik di sekolah.
Kurniadin, D., Machali, I., & Sandra, M. (2013). Manajemen pendidikan: konsep & prinsip pengelolaan pendidikan.
Kurniawan, S. (2018). Pendidikan Karakter: Konsepsi Dan Implementasinya secara terpadu Dilingkungan Keluarga, sekolah, Perguruan Tinggi.
Handayani, M., & Purwanto, A. (2019). Pemanfaatan Barang Bekas Untuk Menumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan di SD Budi Mulia Dua Bintaro. Metodik Didaktik: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an, 15(1).
Mashudi, I. (2021). Dampak Komitmen dan Budaya Mutu Terhadap Kinerja Guru. Ideas Publishing.
Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif: Bandung: Rosdakarya.
Mulyono, M. A. (2008). Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan. Ar-Ruzz Media, Yogyakarta.
Nilawati, E. S. (2010). Menyulap Sampah Jadi Kerajinan Cantik. Jakarta: Nobel Edumedia.
Handayani, M., & Purwanto, A. (2019). Pemanfaatan Barang Bekas Untuk Menumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan di SD Budi Mulia Dua Bintaro. Metodik Didaktik: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an, 15(1).
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Program Penguatan Pendidikan Karakter. (Online), (http://setkab.go.id/wp-content/uploads/2017/¬09/¬¬PerpresNomor87Tahun2017.pdf) diakses 25 Juli 2021.
Pribadi, H. (2011). Peduli Lingkungan. Bandung: Rosda Karya.
Purwanto, M. N. (2014). Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sagala, S. (2012). Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung: Alfabeta.
Duda, H. J., Awang, I. S., & Andri, A. (2018). PKM Pelatihan Pemanfaatan Bahan Bekas Sebagai Media Pembelajaran IPA bagi Kelompok Guru IPA. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 15-22.
Amreta, M. Y. (2017). Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka dalam Meningkatkan Kualitas Sekolah. Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 41-53.
Setyowati, R., Parmin, P., & Widiyatmoko, A. (2013). Pengembangan modul IPA berkarakter peduli lingkungan tema polusi sebagai bahan ajar siswa SMK N 11 Semarang. Unnes Science Education Journal, 2(2).
Amri, S. (2013). Peningkatan mutu pendidikan sekolah dasar dan menengah. Jakarta: PT. Prestasi Pustakaraya.
Djudju, S. (2000). Manajemen Program Pendidikan. Bandung: Falah Production.
Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.
Susilo, M. J. (2016). Strategi menciptakan budaya sekolah yang kondusif melalui paradigma sekolah-sekolah unggul muhammadiyah. In Prosiding Symbion (Symposium on Biology Education) (pp. 567-576).
Suyoto, B. (2008). Peduli Lingkungan. Jakarta: Prima Infosarana.
Syafaruddin, S., & Mesiono, M. (2006). Pendidikan Bermutu Unggul.
Yuniar, T. (2019). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Agung Media Aulia.
Tim Dosen Administrasi pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. (2012). Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Ulfatin, N. (2013). Metode penelitian kualitatif di bidang pendidikan: Teori dan Aplikasinya.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 (2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2010. Bandung: Citra Umbara.
Wiyono, B. B. (2009). Sunarni, Evaluasi Program Pendidikan dan Pembelajaran.
Yulasri, R. Konsep Pendidikan sebagai Suatu Sistem dan Komponen Sistem Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan UNP
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





