MENGATASI STIGMA NEGATIF TERHADAP MATA PELAJARAN PJOK: KAJIAN TENTANG PRAKTIK PROFESIONAL GURU DAN KUALITAS PEMBELAJARAN GURU PJOK
DOI:
https://doi.org/10.17977/um065.v4.i10.2024.23Keywords:
Pendidikan Jasmani, Profesionalitas Guru, Kualitas PembelajaranAbstract
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) merupakan mata pelajaran yang strategis dalam pembentukan manusia seutuhnya, namun seringkali dipandang sebelah mata dibandingkan dengan mata pelajaran akademik lainnya. Kurangnya upaya dari guru dalam meningkatkan kualitas proses mengajar telah menyebabkan pembelajaran PJOK diremehkan. Artikel ini membahas profesionalisme guru dalam PJOK dan kualitas pembelajaran. Studi literatur digunakan untuk menggambarkan hasil temuan peneliti atas artikel jurnal terkait. Profesionalisme guru didefinisikan sebagai individu yang memiliki keahlian, tanggung jawab, dan integritas yang didukung oleh etika profesi yang kuat. Prinsip The T.R.E.E Principles, meliputi Teaching style, Rules and regulations, Environment, dan Equipment, menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK. Fleksibilitas dalam gaya mengajar, modifikasi aturan, adaptasi terhadap lingkungan, dan kreativitas dalam pengadaan peralatan merupakan strategi penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan bermakna bagi semua siswa. Pentingnya profesionalisme guru dan upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK harus menjadi prioritas dalam pengembangan pendidikan yang berkelanjutan, sehingga dapat mengubah persepsi negatif terhadap nilai dan relevansi mata pelajaran PJOK.
References
Anwar, A. S., Ma'mun, A., Sauri, S., Hendrayana, Y., & Budiana, D. Tanggung Jawab Dan Profesionalisme Guru Pendidikan Jasmani Dan Olahraga-Jejak Pustaka (Vol. 1). Jejak Pustaka.
Bakkenes, I., Vermunt, J. D., & Wubbels, T. (2010). Teacher learning in the context of educational innovation: Learning activities and learning outcomes of experienced teachers. Learning and Instruction, 20(6), 533–548.
Bruner, J. (1984). Wertsch Children's Learning in The “Zone of Proximal Development”. San Francisco: Jossey-Bass
Bob Crudington, (2019). Analysing Spot Talent. Brisbane: Unversity of Queensland
Clemente, F., Rocha, R. F., & Korgaokar, A. (2012). Teaching physical education: The usefulness of the teaching games for understanding and the constraintslED approach. Journal of Physical Education and Sport, 12(4), 417.
Dewi, R., Gustiawati, R., & Afrinaldi, R. (2020). Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Di SMA Negeri 4 Karawang. Journal Coaching Education Sports, 1(2).
Indriani, F. (2015). “Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Ipa Di SD Dan MI”. Yogyakarta : Universitas Ahmad Dahlan. Volume 7, No 1, 2015.
Isjoni. (2007). Cooperative Learning: Efektifitas Pembelajaran Kelompok. Bandung: Alfabeta.
Morgan, P.J., Hansen, V. 2008. Physical education in primary schools: Classroom teachers’ perceptions of benefits and outcomes. Healt Education Journal. 67 (3): 196-207.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standart Naional Pendidikan. (online), (http://telkomuniversity.ac.id/images/uploads/PP_No._19_Tahun_2005.pdf), diakses 10 April 2014.
Rusman. 2014. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesional Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sagala, S. 2007. Manajemen Strategik Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. (online), (http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/UU20- 2003Sisdiknas.pdf), diakses 10 April 2014.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. (online), (http://sindikker.dikti.go.id/dok/UU/UUNo142005(Guru%20&%20Dosen).p df) , diakses 10 April2024
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





