PERBEDAAN GENDER DALAM PARTISIPASI DAN PERSEPSI PJOK DI SISWA SMP LAB UM
DOI:
https://doi.org/10.17977/um065.v4.i10.2024.12Keywords:
PJOK, Motivasi, Dampak GuruAbstract
Pentingnya memahami perbedaan gender dalam partisipasi dan persepsi
pendidikan jasmani dan olahraga (PJOK) di kalangan siswa Sekolah Menengah
Pertama. Penelitian ini menunjukkan bahwa 68% dari peserta ingin berpartisipasi
dalam kelas dengan satu jenis kelamin dibandingkan dengan 30% yang
menginginkan kelas dengan dua jenis kelamin. Para peserta menyatakan beberapa
alasan mengapa mereka menginginkan kelas dengan gender tunggal, termasuk
merasa lebih percaya diri untuk berpartisipasi, anak laki-laki tidak akan mengolokolok mereka, dan mereka tidak merasa takut. Beberapa alasan yang mendukung
partisipasi dalam kelas PJOK dengan gender campuran yang menantang mereka
untuk lebih kompetitif dan meningkatkan kerja sama mereka. Hasil penelitian juga
menunjukkan bahwa 81% dari peserta menilai kelas pendidikan jasmani mereka
positif dan 89% memberikan penilaian positif terhadap guru mereka. Mengenai
kelas pendidikan bersama, 67% menginginkan kelas dengan satu jenis kelamin,
sementara 55% menginginkan kelas dengan jenis kelamin campuran. Mengenai
identifikasi perasaan mereka tentang keterlibatan dengan anak laki-laki dalam
olahraga tim tertentu, 33% merasa senang, 26% merasa biasa saja, 36% merasa
negatif, dan 8% tidak yakin dengan perasaan mereka dan anya 10% yang diberikan
pilihan kegiatan. Penelitian ini menekankan perlunya memahami bahwa tidak
semua siswa merasa nyaman dengan lawan jenis, sementara yang lain tidak
terganggu oleh perbedaan gender. Serta siswa perempuan memiliki kebutuhan
unik dalam hal motivasi untuk terlibat secara positif dalam pendidikan jasmani.
Penting untuk menentukan sikap dari guru pendidikan jasman. Guru perlu
memahami bahwa minat dan pilihan adalah dua komponen utama dalam motivasi
siswa perempuan, dan hampir setengah dari responden merasakan hal tersebut,
hal ini mungkin merupakan masalah penting yang perlu diatasi oleh penelitian di
masa depan.
References
Gunbatar, M. S., & Karalar, H. (2018). European Journal of Educational Research. 7(4), 925–933. https://doi.org/10.12973/eujer.7.4.923
Hermassi, S., Konukman, F., & Hayes, L. D. (2023). applied sciences Physical Education and Gender Differences in Physical
Activity , Sedentary Behavior Related to Academic Success of Science-Related Courses for Children in the State of Qatar.
–14.
Leraas, B. C., Kippen, N. R., & Larson, S. J. (2018). Gender and Student Participation. 18(4), 51–70.
https://doi.org/10.14434/josotl.v18i4.22849
Patterson, D. L., & Collins, J. (2015). MIDDLE SCHOOL GIRLS ’ PERCEPTIONS OF THEIR. 16(1), 12–16.
https://doi.org/10.5604/17342260.987843
Study, A. C., Martí nez-huerta, H., Chavarrí a-garza, W. X., & Aquines-gutie rrez, O. (2024). education sciences Exploring the
Gender Gap : Motivation , Procrastination , Environment , and Academic Performance in an Introductory Physics Course
in a Human-Centered Private University in.
Utami, T. H., & Arif, M. (2023). Partisipasi Perempuan Dalam Pembangunan Manusia Berbasis Gender di Daerah Istimewa
Yogyakarta. 6, 622–630
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





