Menjadi Guru yang Efektif: Penelusuran Strategi Pengajaran Guru yang Berhasil dalam Membangun Hubungan Emosional yang Kuat Dengan Siswa
DOI:
https://doi.org/10.17977/um084v3i12025p176-181Keywords:
SMPN 2 Malang, guru efektif, strategi pengajaran guru, hubungan emosionalAbstract
Hubungan emosional memiliki dampak signifikan terhadap berbagai faktor, termasuk hasil belajar dan motivasi siswa. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi strategi pengajaran guru efektif dalam membangun hubungan emosional yang kuat dengan siswa. Hubungan emosional antara guru dan siswa telah terbukti berdampak positif pada prestasi akademik, kesejahteraan emosional, dan motivasi belajar siswa. Meskipun terdapat tantangan, guru efektif selalu mengusahakan yang terbaik untuk siswanya. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis praktik-praktik pengajaran yang dilakukan oleh guru yang berhasil dalam memperkuat hubungan emosional dengan siswa. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Data temuan diperoleh dari hasil observasi, wawancara semi-struktur dan dokumentasi di SMPN 2 Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru efektif dalam membangun hubungan emosional dengan siswa menerapkan beberapa strategi, yaitu menciptakan lingkungan belajar yang positif dan inklusif. keterampilan komunikasi efektif, mengenal siswa secara personal, dan keterampilan manajemen kelas yang baik. Diharapkan dengan menerapkan strategi ini, hubungan antara guru dan siswa di kelas menjadi lebih baik dan secara positif mempengaruhi perkembangan akademik. Bagi peneliti selanjutnya dapat melibatkan informan lebih luas untuk mendapatkan hasil yang komprehensif.
References
Andreanty, P. (2014). Pengaruh dukungan emosional guru, dukungan instrumental guru, dan kecemasan matematika siswa terhadap keterlibatan siswa dalam belajar matematika [Skripsi, Universitas Indonesia].
Asngari, W., & Hidayah, N. (2022). Manajemen kelas: Konsep, implementasi dan korelasinya dengan keterampilan guru. Jurnal Mubtadiin, 8(2).
Budianto, A. A. (2023). Pentingnya pendidikan inklusif: Menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi semua siswa. Jurnal Kajian Pendidikan dan Psikologi, 1, 12-19.
Fadillah, M. (2016). Edutainment pendidikan anak usia dini: Menciptakan pembelajaran menarik, kreatif dan menyenangkan. Prenada Media.
Federici, R. A., & Skaalvik, E. M. (2014). Students’ perceptions of emotional and instrumental teacher support: Relations with motivational and emotional responses. International Education Studies, 7(1), 21-36.
Mahadi, U. (2021). Komunikasi pendidikan (urgensi komunikasi efektif dalam proses pembelajaran). JOPPAS: Journal of Public Policy and Administration Silampari, 2(2), 80-90.
Makiyah, Y. S., Mahmudah, I. R., Sulistyaningsih, D., & Susanti, E. (2021). Hubungan keterampilan komunikasi abad 21 dan keterampilan pemecahan masalah mahasiswa pendidikan fisika. Journal of Teaching and Learning Physics, 6(1), 1-10.
McKellar, S. E., Cornita, K. S., & Riyan, A. M. (2020). Teaching practices and student engagement in early adolescence: A longitudinal study using the Classroom Assessment Scoring System. Teaching and Teacher Education, 89, 102936.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis data kualitatif (Tjetjep Rohendi Rohedi, Penerjemah). Universitas Indonesia.
Mustari, M. (2014). Manajemen pendidikan (Cet. 1). Rajawali Pers.
Muzeyyenah, M. (2023). Pengaruh school culture dan self-efficacy terhadap prestasi belajar dengan motivasi sebagai variabel mediasi (Studi kasus pada siswa MAN 20 Jakarta Timur) [Disertasi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia].
Napitupulu, D. S. (2019). Komunikasi organisasi pendidikan Islam. At-Ta'dib: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam, 127-136.
Nurhayati, R., Sudirman, P., Qadrianti, L., Islamiah, N., Hidayat, I., Amal, M., ... & Faizah, A. (2023). Mengajar kelompok kecil dan perorangan guna menumbuhkan motivasi belajar di MTs Muhammadiyah Balangnipa. PENDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 58-64.
Rahmat, N., Sepriadi, & Daliana, R. (2017). Pembentukan karakter disiplin siswa melalui guru kelas di SD Negeri 3 Rejosari Kabupaten Oku Timur. JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan, 2(2), 229-243.
Sandroto, C. W. (1999). Wawancara sebagai salah satu alat seleksi. Bina Ekonomi, 3(2).
Sari, A. W. (2016). Pentingnya keterampilan mendengar dalam menciptakan komunikasi yang efektif. EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial, 2(1).
Sarnoto, A. Z., & Romli, S. (2019). Pengaruh kecerdasan emosional (EQ) dan lingkungan belajar terhadap motivasi belajar siswa SMA Negeri 3 Tangerang Selatan. Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam, 1(1), 55-75.
Sholihah, A., & Kurniawan, R. Y. (2016). Analisis pengaruh motivasi belajar dan lingkungan belajar terhadap hasil belajar. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 4(3).
Stellarosa, Y., & Ikhsano, A. (2021). Pengembangan keterampilan komunikasi melalui pelatihan komunikasi efektif di sekolah menengah kejuruan. Jurnal of Servite, 3(1), 19-30.
Sugiono. (2014). Metode penelitian bisnis. Alfabet.
Susanto, R. (2022). Analisis dukungan emosional dan penerapan model kompetensi pedagogik terhadap keterampilan dasar mengajar. Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia, 8(1), 26-31.















