Budaya Pandhalungan: Kisah dibalik larung sesaji Jember sebagai ide penciptaan karya seni lukis surealisme

Authors

  • Elsa Intan Sari Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um064v6i22026p170-188

Keywords:

Larung Sesaji, coastal culture, surrealist painting, Jember local tradition, cultural moral values

Abstract

Larung Sesaji is one of Indonesia’s cultural traditions found on the island of Java, especially in coastal communities. This ritual is performed by fishermen as an expression of gratitude and a prayer for blessings, prosperity, and safety from God. Each region in Java has its own variation and name for this tradition. In Jember, Larung Sesaji is known as Petik Laut or Sedekah Pancer, which takes place in Puger District. However, in the era of globalization, many traditional practices are gradually being abandoned, leading to concerns about the erosion of local culture. This concern inspired the author to use Larung Sesaji as a source of inspiration in creating surrealist paintings. The purpose of this study is to describe the concept, the creative visualization process, and the presentation of surrealist artworks based on the story behind Larung Sesaji in Jember. The method used in this study is L.H. Chapman’s creative method, which consists of three stages: initiation, refinement, and visualization. The results of this study are six acrylic paintings on canvas entitled “Babat Alas,” “Nyepi,” “Sajen,” “Sendiko Dawuh,” “Mati Salah,” and “Garit Durga.” These artworks represent the narrative behind the Larung Sesaji tradition and convey moral values while promoting awareness of the importance of preserving local culture.

References

Andaryani, E. T. (n.d.). Proses terjadinya suatu karya seni (pp. 1–13).

Abdullah, R. B. (2006). Sebuah biografi dan pengabdiannya dalam bidang seni lukis (J. Madsono, Ed.). Museum Basoeki Abdullah.

Ayu, A. W. (2015). Tradisi larung sesaji Puger untuk membentuk masyarakat polisentris. Jantra, 13(2), 125–138.

Fiteriani, I. (2017). Studi komparasi perbedaan pengaruh pemahaman konsep dan penguasaan keterampilan proses sains terhadap kemampuan mendesain eksperimen sains. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 4(1), 47–80.

Hasanah, M., & Sukarman. (n.d.). Upacara adat larung sesaji di Pantai Kedung Tumpang Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung (Kajian folklor) (pp. 1–25).

Juliana, I., Safitri, N. L., & Fadillah, W. (2023). Pemaknaan tradisi petik laut bagi masyarakat pesisir. Tuturan: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora, 1(2), 218–232. https://doi.org/10.47861/tuturan.v1i2.242

Khamsiatun, C. (2015). Urgensi doa dalam kehidupan. Jurnal Studi Pemahaman, Riset dan Pengembangan Pendidikan Islam, 3(1), 107–118.

Khasanah, I., Sugiyanto, & Soepeno, B. (2014). Dinamika budaya larung sesaji masyarakat pesisir Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember tahun 1990–2013 (pp. 1–11).

Laila, K. (2016). Fungsi sosial-keagamaan tradisi larung sesaji masyarakat pesisir Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember (Skripsi, IAIN Jember).

Lestari, A. (2020). Perspektif masyarakat terhadap pelaksanaan tradisi selamatan petik pari Desa Tembokrejo Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember tahun 1967–2016 (Skripsi, IAIN Jember).

Nur, A. F., & Wasta, A. (2023). Penciptaan karya seni lukis layering “Twenty Cloudy.” Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni, 6(1), 331–340.

Ponimin, P., Bin Silah, S., Istiar Wardhana, M., & Ratnawati, I. (2022). Creating ceramic art using Indonesian cultural elements to enrich local ceramic craft culture. KnE Social Sciences, 2022, 1–9. https://doi.org/10.18502/kss.v7i13.11636

Pratomo, T. J., & Gozali, A. (2021). Potret murung anjing kampung sebagai sumber inspirasi penciptaan karya seni lukis. Sanggih a Rupa, 1(1), 81–91.

Prawira, N. G., & Supriatna, N. (n.d.). Seni dan estetika. Dalam Materi dan strategi pembelajaran seni rupa dan seni musik bagi guru.

Putri, N. P. E. I. C., Dewi, N. K. S., Cahyani, N. K. M., & Mariati, N. P. A. M. (n.d.). Upaya generasi milenial melestarikan budaya Indonesia di era globalisasi (pp. 142–150).

Rahman, M. A. (2013). Artefak budaya naratif dan visual Indonesia menuju komik dan animasi global. Bahasa dan Seni, 41(1), 52–59.

Rochbeind, F. (2022). Penciptaan karya lukis dengan tema perempuan dalam labirin kordatinya: Suatu tinjauan hermeneutik Jacques Derrida. Journal of Contemporary Indonesian Art, 8(2), 104–112.

Sefanda, S. K., Triwulandari, I., & Novitasari, E. (2023). Analisis konsep fisika pada kegiatan larung sesaji di Pantai Watu Ulo. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(2), 508–513.

Siswahyani, Y. A. (2021). Desakralisasi petik laut Pantai Puger di Desa Puger Kulon Kabupaten Jember tahun 1999–2013. AVATARA: e-Journal Pendidikan Sejarah, 10(3), 1–11.

Sulastianto, H. (n.d.). Surealisme: Dunia khayal dan otomatisme (pp. 1–24).

Susilo, T. (2021). Lukisan corak surealistik karya Agustan (pp. 1–19).

Syamsiar. (2014). Kontemplasi diri dalam lukisan. Brikolase, 6(1), 97–118.

Taufiq, A., & Sukatman. (2016). Pengembangan wisata budaya berbasis ritual tradisi di wilayah timur Pulau Jawa: Studi kasus ritual tradisi larung sesaji di Jember dan Banyuwangi (pp. 1–21).

Wibowo, R. P. (n.d.). Tradhisi sedhekah pethik laut ing Desa Paseban Kabupaten Jember (pp. 1–17).

Winanti, A. I. P., Mutiara, N. I., & Putri, E. A. T. W. (2023). Tradisi petik laut sebagai simbol identitas masyarakat di Kecamatan Puger. Tuturan: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora, 1(4), 166–185. https://doi.org/10.47861/tuturan.v1i4.551

Zuliati. (2023). Eksplorasi ragam teknik cat air. Sanggih a Rupa, 3(1), 84–93.

Downloads

Published

2026-03-20

How to Cite

Sari, E. I. (2026). Budaya Pandhalungan: Kisah dibalik larung sesaji Jember sebagai ide penciptaan karya seni lukis surealisme. Journal of Language Literature and Arts, 6(2), 170–188. https://doi.org/10.17977/um064v6i22026p170-188

Issue

Section

Articles