Representasi Makna Self Healing dalam Lirik Tenang Yura Yunita (Semiotika Roland Barthes)

Authors

  • Sulastri Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.17977/um064v5i52025p624-630

Keywords:

Roland Barthes, nilai-nilai spiritual, karya seni musik, lirik lagu

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi makna self-healing dalam lirik lagu Tenang karya Yura Yunita. Self-healing merupakan proses penyembuhan diri dari luka batin, tekanan, dan gangguan emosional secara mandiri tanpa bantuan obat-obatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif interpretatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes, yang mencakup tiga tingkatan makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Pada tingkat denotatif, lirik lagu menggambarkan harapan untuk memperoleh ketenangan di tengah berbagai persoalan hidup serta permohonan agar Tuhan memberikan petunjuk dan perlindungan. Makna konotatif mengungkapkan pergulatan batin, emosi mendalam, serta usaha individu dalam menemukan ketenangan saat dilanda kegelisahan. Sementara itu, pada tingkat mitos, lagu ini mencerminkan keyakinan spiritual bahwa kedamaian sejati hanya dapat ditemukan melalui kedekatan dengan Tuhan dan proses refleksi diri. Hasil analisis menunjukkan bahwa lagu Tenang bukan sekadar karya seni musikal, melainkan juga media ekspresi emosional dan spiritual yang kuat. Lagu ini berfungsi sebagai sarana penyembuhan batin (self-healing), mengajak pendengar untuk merenung, menerima diri, dan memperkuat hubungan spiritual sebagai jalan menuju ketenangan batin yang hakiki.

References

Arni. (2023). Konsep determinisme dalam film Soul (Studi analisis semiotika Roland Barthes). Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(2), 127–139. https://doi.org/10.35326/medialog.v6i2.3466

Aulia, R., Indarwati, & Yahya, H. A. (2023). Pesan moral dalam kehidupan sosial dari film Keluarga Cemara 2019 (Analisis semiotika Roland Barthes). Tabayyun: Journal of Journalism, 4(2), 450–464. https://doi.org/10.19109/tabayyun.v4i2.19598

Awaliah, P., & Safira22, M. R. (2024). Representasi pesan self acceptance pada video klip Yura Yunita “Tutur Batin”. DIGIMUN-Digital Communication Journal, 1(1), 1–15.

Barthes, R. (1977). Image, Music, Text. London: Fontana Press.

Effendi, Y. (2024). Pengejawantahan relasi cinta romantik dalam lagu Nemen: Analisis semiotika C. S. Peirce. Jurnal Diwangkara, 4(1), 40–47. https://doi.org/10.60155/dwk.v4i1.414

Fakri, M. M., Indrawati, & Fitri, U. H. (2023). Analisis makna semiotika pada lirik lagu Di Ujung Hari karya Ungu. Social Science and Contemporary Issues Journal, 1(4), 700–709. https://doi.org/10.59388/sscij.v1i4.376

Fiske, J. (2012). Cultural and Communication Studies: Sebuah Pengantar Paling Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra.

Fitroh, D. R. M. (2019). Pesan moral dalam lirik lagu Beyond The Scene (BTS): Studi analisis semiotika Roland R. Barthes dalam album Love Yourself: Tear (Doctoral dissertation, UIN Sunan Ampel Surabaya).

Gunadi, D. F. (2023). Representasi makna perpisahan pada lirik lagu Give Me Five karya JKT48: Analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Jurnal Pendidikan Non-Formal, 1(2), 1–11. https://doi.org/10.47134/jpn.v1i2.129

Hajar, I., Tajibu, K., & Astrid, F. A. (2022). Analisis semiotika Roland Barthes pada film Tarung Sarung (Interpretasi budaya laki-laki berani). Journal of Communication Sciences, 5(1), 22–29. https://doi.org/10.55638/jcos.v5i1.353

Harnia, R. A. (2021). Makna mitos dalam lagu: Kajian semiotika Roland Barthes. Jurnal Kajian Budaya, 8(2), 112–121.

Haryono, S., & Putra, M. R. (2017). Semiotika Roland Barthes: Makna konotasi dan mitos dalam teks media. Jurnal Komunikasi, 9(1), 20–31.

Hermawanti, H., Christaka, P. C., & Hidayat, D. (2021). Analisis refleksi diri terhadap lirik lagu Tenang Yura Yunita. Jurnal Digital Media & Relationship, 3(1), 43–51. https://doi.org/10.51977/jdigital.v3i1.514

Kress, G., & van Leeuwen, T. (2021). Reading Images: The Grammar of Visual Design (3rd ed.). London: Routledge.

Kuntanto. (2024). Makna kesendirian: Analisis semiotika Roland Barthes pada lirik lagu Ruang Sendiri karya Tulus. Journal of Language and Art, 4(7), 757–762. https://doi.org/10.17977/um064v4i72024p757-762

Maemunah, S., & Akbar, V. K. (2023). Gaya bahasa pada lirik lagu dalam album Om karya Mooner: Kajian stilistika. Memace: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing, 1(2), 64–72. https://doi.org/10.55681/memace.v1i2.1110

Maghfiroh, A., & Wilyanti, S. L. (2022). Mitos kredo puisi Sutardji Calzoum Bachri dalam penulisan puisi mantra (Kajian mitologi Roland Barthes). Jurnal Salaka, 4(2). https://doi.org/10.33751/jsalaka.v4i2.6803

Manopo, I., Polli, J. I., & Meruntu, S. O. (2022). Religiusitas dalam lirik lagu Membasuh karya Hindia ft. Rara Sekar menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Kompetensi: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni, 2(10), 1720–1727. https://doi.org/10.53682/kompetensi.v2i10.5585

Moleong, L. J. (2004). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mujianto, A. H. (2024). Analisis semiotika makna lagu Gala Bunga Matahari karya Sal Priadi. Techno Socio Ekonomika, 17(2), 212–218. https://doi.org/10.32897/techno.2024.17.2.3837

Mutohharoh, A. (2022). Self healing: Terapi atau rekreasi. Journal of Sufism and Psychotherapy, 2(1), 73–88. https://doi.org/10.28918/jousip.v2i1.5771

Nathalie, A., & Sannie, A. W. (2018). Analisis semiotika makna kesendirian pada lirik lagu Ruang Sendiri karya Tulus. Semiotika: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik, 19(2), 107–117. https://doi.org/10.19184/semiotika.v19i2.10447

Nensilianti, Rahmadhani, Z., & Ridwan. (2023). Ketidakadilan gender yang dialami tokoh utama dalam film The Girl on a Bulldozer (Semiotika Roland Barthes). Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran), 6(2), 372–380. https://doi.org/10.31539/kibasp.v6i2.6033

Nisa, M. K., & Pratiwi, R. Z. B. (2024). Representasi perempuan dalam video klip Tutur Batin karya Yura Yunita (Analisis Semiotika John Fiske) (Skripsi, UIN Raden Mas Said).

Nugraha, S. A. N., & Pamungkas, Y. H. (2018). Nasionalisme dalam lagu Iwan Fals tahun 1979–1985 (Analisis semiotika). Avatara, 6(2).

Rahma, K., Abdullah, H. H., Anugerah, R., & Santoso, A. (2024). Representasi makna self improvement pada lirik lagu Tulus “Diri” (Analisis Semiotika Roland Barthes). Karimah Tauhid, 3(4), 4903–4916. https://pdfs.semanticscholar.org/ba67/c827cfbfd2ff22493af2f22dbbe5305a14ae.pdf

Rosyida, N., Nisa, C., Azzahra, N., & Ruzain, R. B. (2021). Efektivitas self-healing technique sebagai strategi penurunan stres pada penderita autoimmune disease. Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan, 18(2), 144–156.

Simbolon, N. H., Silalahi, D. E., & Manalu, R. D. (2023). Analisis semiotika Roland Barthes pada lirik lagu populer. Jurnal Linguistik dan Sastra, 4(1), 45–55.

Sobur, A. (2019). Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Wati, M. L. K., Rohman, F., & Yuniawan, T. (2023). Analisis semiotika Roland Barthes dan nilai moral dalam film pendek Tilik 2018 karya Wahyu Agung Prasetya. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 9(2), 1306–1315.

Downloads

Published

2025-05-21

How to Cite

Sulastri, S. (2025). Representasi Makna Self Healing dalam Lirik Tenang Yura Yunita (Semiotika Roland Barthes). Journal of Language Literature and Arts, 5(5), 624–630. https://doi.org/10.17977/um064v5i52025p624-630

Issue

Section

Articles