Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi bagi Remaja sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Surealisme
DOI:
https://doi.org/10.17977/um064v5i82025p921-936Keywords:
Teknologi, Seni Lukis, Remaja, Dampak Negatif, KomunikasiAbstract
Teknologi komunikasi dan informasi merupakan penerapan prinsip-prinsip keilmuan dalam bidang komunikasi yang bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses komunikasi. Perkembangannya membawa dampak positif sekaligus negatif, terutama bagi remaja yang berada pada fase pencarian jati diri. Remaja sering digambarkan berada pada posisi ambivalen, tidak lagi tergolong anak-anak, tetapi juga belum sepenuhnya dewasa, sehingga rentan terhadap pengaruh negatif teknologi komunikasi. Dampak tersebut antara lain berupa kecanduan gawai, penyalahgunaan media sosial, serta menurunnya kualitas interaksi sosial. Penelitian penciptaan ini bertujuan memvisualisasikan dampak negatif teknologi komunikasi dan informasi terhadap remaja melalui karya seni lukis. Metode yang digunakan adalah metode penciptaan I Made Bandem yang terdiri atas lima tahapan, yaitu persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi, dan penyelesaian. Proses ini memungkinkan pencipta untuk mengembangkan gagasan, merumuskan konsep visual, serta merealisasikan ide menjadi karya seni. Hasil penelitian menghasilkan enam karya seni lukis yang menampilkan representasi visual mengenai dampak negatif teknologi komunikasi dan informasi bagi remaja. Karya tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi artistik, tetapi juga sebagai media refleksi dan penyadaran bagi masyarakat, khususnya remaja, mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak dan proporsional.
References
Al-Bahrani, M. W. K., Ratnawati, I., & Prasetyo, A. R. (2022). Nilai pendidikan kesenian Wayang Beber Pacitan sebagai ide penciptaan ilustrasi dekoratif digital. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 2(11), 1505–1524. https://doi.org/10.17977/um064v2i112022p1505-1524
Anggriani, S. D., Sidyawati, L., & Universitas Negeri Malang. (2021). Limbah ranting, daun, dan bunga kering sebagai media karya seni. Jurnal Seni dan Sastra, 10(1), 51–58.
Award, D., & Laksana, W. (2019). Tinjauan seni rupa: Aliran seni rupa dan periode seni rupa modern Indonesia.
Bandem, I. (2017). Karya cipta seni pertunjukan.
Nurcahyo, M., Belajar, P., Digital, E., & Dalam, S. (2022). Kajian peran sketsa dalam proses kreatif dan pendidikan desain (Kasus pengalaman belajar desain di era digital). Lintas: Jurnal Seni dan Desain, 10(2), 1–10. https://doi.org/10.24821/lintas.v10i2.7199
Bidin, A. (2017). Опыт аудита обеспечения качества и безопасности медицинской деятельности в медицинской организации по разделу «Эпидемиологическая безопасность». Вестник Росздравнадзора, 4(1), 9–15.
Buno, K. H., Mangare, J., & Rantung, R. (2023). Penerapan menggambar flora dengan menggunakan teknik arsir di kelas VII SMP Negeri Siau Timur Kabupaten Sitaro. Kompetensi, 3(3), 2119–2129. https://doi.org/10.53682/kompetensi.v3i03.5909
Meilinda, V. (2023). Literasi digital dalam menangkal hoaks di Jawa Barat. Jurnal Literasi Digital, 2(c), 154–159.
Ikhwani, S. (2022). Ekologi alam sekitar sebagai ide penciptaan karya seni lukis. Kusa Lawa, 2(1), 74–86. https://doi.org/10.21776/ub.kusalawa.2022.002.01.07
Irmawati, O., & Prasetyo, A. (2022). Penciptaan seni lukis naturalistik Wayang Topeng Jatiduwur. Jurnal Rupa, 7(1), 115–129.
Isnanto, A. D. (n.d.). Macam-macam aliran seni lukis di Indonesia. Alfath, 6.
Kusumawardhani, M. I., & Daulay, M. C. M. (2021). Studi literatur surealisme di Indonesia. Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual, 14(1), 78–88. https://doi.org/10.31937/ultimart.v14i1.2021
Todi, M. F., & Widiarti, L. (2024). Kesenjangan sosial sebagai ide penciptaan karya seni lukis surealis. Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media, 3(1), 107–125. https://doi.org/10.55606/jurrsendem.v3i1.2533
Nafilah, W., & Prabu, D. (2017). Imaji pop surealisme: Figur gendut dalam lukisan. Jurnal Seni Rupa, 178, 36–48.
Widuri, N. R. (2004). Pameran, media komunikasi antara perpustakaan dengan pengguna. Baca: Jurnal Dokumentasi dan Informasi, 28(2), 120–126. https://doi.org/10.14203/j.baca.v28i2.84
Putra, E. D., Sahrul, S., & Martion, M. (2019). Fotografi orang gila di jalanan dengan teknik incidental documentary photography. Visual Art Journal, 1(1), 14–24.
Putriani, E. (2019). Karya seni naturalisme pada estetika klasik. Jurnal Karya Seni (Universitas Negeri Makassar), 1(1), 1–5.
Setiawan, D. (2018). Dampak perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap budaya. Simbolika, 4(1), 62–72.
Sukmawati, R., & Tarmizi, M. I. (2022). Dampak perkembangan teknologi komunikasi di Tiongkok. Jurnal Ekonomi dan Manajemen Asia, 27(2), 58–66. http://117.74.115.107/index.php/jemasi/article/view/537
Tanjung, M. R. (2016). Fotografi ponsel (smartphone) sebagai sarana media dalam perkembangan masyarakat. Jurnal Desain Komunikasi Visual, 1(2), 224–234.
Warna, M., & Karja, W. (2021). Prosiding Bali-Dwipantara Waskita (Seminar Nasional Republik Seni Nusantara). 110–116.
Wiryany, D., Natasha, S., & Kurniawan, R. (2022). Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap perubahan sistem komunikasi Indonesia. Jurnal Nomosleca, 8(2), 242–252. https://doi.org/10.26905/nomosleca.v8i2.8821
Munti, Y. S. N., & Syaifuddin, D. A. (2020). Analisa dampak perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(2), 1799–1805.
Yunus, P. P. (2020). Komunikasi ekspresif estetik karya seni. JCommsci: Journal of Media and Communication Science, 3(2), 70–77. https://doi.org/10.29303/jcommsci.v3i2.77
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Wildan Rizki Mubarok, Ike Ratnawati, Abdul Rahman Prasetyo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.























