Bentuk Iringan Musik pada Pertunjukan Barongsai di Klenteng Tjoe Hwie Kiong Kota Kediri

Authors

  • Liling Agustin Rojihan Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang
  • Tutut Pristiati Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang
  • Ika Wahyu Widyawati Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um064v5i22025p150-167

Keywords:

Imlek, notasi musik, Cina jenaka, tambur, lhin

Abstract

Barongsai merupakan seni pertunjukan akrobatik dengan kostum menyerupai singa, dimainkan oleh dua orang, dan diiringi musik seperti tambur, lhin, dan jik. Musik iringan Barongsai di Klenteng Tjoe Hwie Kiong memiliki keunikan dalam mempertahankan pola ritmik yang baku, meskipun terjadi akulturasi budaya, serta pengembangan pola ritmik pada gerakan atraksi yang bernuansa Cina jenaka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk iringan musik pada pertunjukan Barongsai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui wawancara dan transkripsi musik iringan yang telah diubah ke dalam notasi balok. Observasi dilakukan dengan mentranskripsikan musik iringan dalam notasi balok dan menganalisis bentuk musik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk iringan musik Barongsai pada perayaan Tahun Baru Imlek 2023 terdiri dari: 1) Tiga bagian kompleks A A’ A’’ B B’ C D E, dan 2) Terdapat pengembangan komposisi pada atraksi yang bernuansa Cina jenaka. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pelestarian kesenian Barongsai dari generasi ke generasi agar tidak terkikis oleh zaman, serta mendukung pemeliharaan instrumen tradisional Barongsai di kalangan pemainnya. Selain itu, penelitian ini membuka kemungkinan penelitian lanjutan mengenai penulisan notasi musik dan pendokumentasian Barongsai.

References

Akhmad, N. (2020). Ensiklopedia keragaman budaya. Alprin.

Aminudin. (2009). Apresiasi karya seni musik daerah Nusantara. PT Sarana Ilmu Pustaka.

Annas, S. (2017). Musik pendukung barongsai Nagasakti di Kota Semarang [Master’s thesis]. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang.

Antipov, V. A., & Alexandr. (2014). Music theory: A new approach introduction to analysis of musical forms. Guitar Chamber Music Press.

Boretz, A. (2011). Gods, ghosts, and gangster: Ritual violence, martial arts, and masculinity on the margins of Chinese society. University of Hawai‘i.

Citata, R. D., & Suwahyono, A. (2016). Analisis bentuk musik pada karya “Guitarra Y Cello”. Jurnal Mahasiswa Unesa.

Firmansyah, F. (2015). Bentuk dan struktur musik batanghari sembilan, 17(1). Ekspresi, 17(1). https://doi.org/10.26887/ekspresi.

Hermawan, E. S. (2023). Reactualization of local history of Surakarta Chinese ethnicity within the national curriculum framework. The Indonesian Journal of Social Studies, 6(1), 72-82.

Insanillahia, S. Z. (2023). Form of accompaniment music for HBT lion dance group in Padang City. Avant-garde: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Pertunjukan, 1(3), 340-348.

Islam, A. U., & Hidayat, A. (2022). Makna filosofis barongsai dalam agama Konghucu. Jurnal SUARGA: Studi Keberagamaan dan Keberagaman, 1(1), 17-26.

Izak, I. (2014). Musik iringan tari puju galaganjur versi HM Sirajudding Bantang (Suatu tinjauan musikologi) [Master’s thesis]. Universitas Negeri Makassar.

Kim, S. (2015). Why China. PT Elex Media Komputindo.

Kurniawan, H. (2020). Kepingan narasi Tionghoa Indonesia: The untold histories. PT. Kanisius. https://doi.org/978-979-21-6479-4.

Leeuwen, T. V. (2012). The critical analysis of musical discourse. Faculty of Art and Social Science University of Technology Sydney.

Lukyantus, L., Djau, N. S., & Sagala, M. D. (2024). Intensitas budaya pada musik iringan tari tiga serangkai di Sanggar Andari. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 8(2), 306-316.

Marcellina, M. (2017). Pola ritmik perkusi pada pertunjukan tarian barongsai grup Jonggol Putra di Jonggol, Jawa Barat. Universitas Negeri Jakarta.

Mason, P. H. (2012). Music, dance, and the total art work: Choreomusicology in theory and practice. Department of Anthropology Macquaire University. https://doi.org/10.1080/14647893.2011.651116.

McGuire, C. (2015). The rhythm of combat: Understanding the role of music in performances of traditional Chinese martial arts and lion dance. Multicultures, York University.

McGuire, C. (2018). Constructing and negotiating Chinese cultural identity in diaspora through music and martial arts. Canadian University Music Society. https://doi.org/10.7202/107167ar.

Moleong, L. (2017). Metode penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Murbowo, A. R. (2018). Menumbuhkan nilai karakter siswa melalui kegiatan seni barongsai kuda terbang di SD Baptis Palembang. Universitas PGRI Palembang.

Nailufar, L. (2022). Analisis struktur melodi lagu “Lihatlah Lebih Dekat” karya Elfa Secioria. Skripsi, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.

Perdana, R. P., Ismunandar, & Munir, A. (2017). Pertunjukan barongsai di Vihara Tri Dharma Bumi Raya Kota Singkawang. Jurnal Pendidikan Seni Tari dan Musik FKIP UNTAN, 6(2), 18457. https://doi.org/10.26418/jppk.v6i2.18457.

Prier, K. E. (2018). Kamus musik. Pusat Musik Liturgi.

Prier, K. E. (2020). Ilmu bentuk musik. Pusat Musik Liturgi.

Pristiati, T. (2018). Kajian karya performance art Fenny Rochbeind. Jurnal Pascasarjana Universitas Negeri Semarang.

Putra, Z. A. W., & Wulanda, G. A. N. (2024). Refleksi budaya etnis Tionghoa dalam kesenian barongsai di Kota Singkawang. Besaung: Jurnal Seni Desain dan Budaya, 9(2), 289-300.

Saryuni. (2007). Pertunjukan musik barongsai di Klenteng Sam Poo Kong Simongan Kota Semarang. Skripsi, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang.

Situmeang, J. F., & Efi, A. (2023). Kajian pertunjukan musik iringan tari jogi di Sanggar Warisan Pantai Basri Pulau Panjang Batam Kepulauan Riau. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 11-18.

Sugiono. (2018). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan riset. Alfabeta

Sukohardi, A. (2012). Teori musik umum. Pusat Musik Liturgi.

Takari, M., & Yusliyar, Y. R. F., (2016). Karya musik dalam konteks seni pertunjukan. Universitas Negeri Sumatra Utara.

Ugli Zoidov, A. E., & Majidovich, F. E., (2021). The three keys to a musical treasure. Mental Enlightenment Scientific Methodological Journal, 2(02). Jizzakh State Pedagogical Institute. https://doi.org/10.1080/17405904.2012.713204.

Wahyuningtiyas, W. (2019). Meningkatkan kecerdasan musikal anak usia dini melalui bermain alat musik perkusi. Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(1). https://doi.org/10.20961/jpi.v5i1.46295.

Downloads

Published

2025-02-01

How to Cite

Rojihan, L. A., Pristiati, T., & Widyawati, I. W. (2025). Bentuk Iringan Musik pada Pertunjukan Barongsai di Klenteng Tjoe Hwie Kiong Kota Kediri. Journal of Language Literature and Arts, 5(2), 150–167. https://doi.org/10.17977/um064v5i22025p150-167

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>