Mereduksi Psikohealing, Psikoterapi Lansia pada Pesantren Ramadhan Masjid Demak
DOI:
https://doi.org/10.17977/um065.v6.i1.2026.4Keywords:
Pesantren Ramadhan, Psiko-healing, Psikoterapi lansiaAbstract
Perkembangan teknologi yang pesat telah memicu perubahan sosial yang berdampak signifikan pada berbagai kelompok masyarakat, termasuk lansia. Pada usia di atas 60 tahun, penurunan fungsi fisik dan kemampuan psikis sering menyebabkan kelelahan, keterlambatan respons, serta kesulitan dalam mengelola tekanan hidup. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengembangkan potensi fisik serta psikis lansia melalui program Pesantren Ramadhan yang meliputi aktivitas membaca Al-Qur’an, kajian tauhid, istighosah, dan kegiatan sosial antar-lansia. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket selama program Pesantren Ramadhan di Masjid Demak yang berlangsung selama satu bulan. Sebanyak 100 lansia berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan lansia dalam kegiatan keagamaan dan sosial selama program berkontribusi pada peningkatan motivasi beribadah, semangat sosial, serta kemampuan mengelola masalah psikologis sehari-hari. Indikator peningkatan terlihat dari keaktifan mengikuti kegiatan, keterlibatan dalam interaksi sosial, serta persepsi positif yang diungkapkan peserta mengenai perubahan kondisi fisik dan psikis mereka. Program ini juga memperkuat jejaring sosial lansia melalui terbentuknya relasi baru antar peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah.References
Baharuddin. (2021). Pengantar sosiologi. Mataram: Sanabil.
Bakri, S. (2019). Sufi healing: Integrasi tasawuf dan psikologi dalam penyembuhan psikis dan fisik. Jakarta: Rajawali.
Cuijpers, P. (2023). Psychological treatment of depression: A systematic overview of a ‘meta-analytic research domain’. Journal of Affective Disorders, 335, 141–151. DOI: https://doi.org/10.1016/j.jad.2023.05.011
Fatria, I. (2023). Program aktivitas fisik untuk menurunkan risiko demensia pada lansia Selaparang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 7(1), 703–710. DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v7i1.13823
Hall, C. S. (2019). Psikologi Freud (C. Subhan, Penerj.). Yogyakarta: IRCiSoD.
Hendrian, W. (2021). Dinamika perkembangan usia lanjut: Menjadi lansia yang sehat dan bahagia. Yogyakarta: Bintang Semesta Media.
Henriques, G. (2011). Defining psychology. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/302281835 DOI: https://doi.org/10.1007/978-1-4614-0058-5_7
Hikmah, N. (2022). Healing sebagai strategi coping stres melalui pariwisata. Indonesian Journal of Tourism and Leisure, 3(2), 113–124. https://doi.org/10.36256/ijtl.v3i2.308 DOI: https://doi.org/10.36256/ijtl.v3i2.308
Kaunang, V. D. (2019). Gambaran tingkat stres pada lansia. E-Journal Keperawatan (E-Kp), 7(2). DOI: https://doi.org/10.35790/jkp.v7i2.24475
Kolovos, S. (2016). Effect of psychotherapy for depression on quality of life: Meta-analysis. The British Journal of Psychiatry, 209, 460–468. https://doi.org/10.1192/bjp.bp.115.175059 DOI: https://doi.org/10.1192/bjp.bp.115.175059
Munder, T., et al. (n.d.). Is psychotherapy effective? A re-analysis of treatments for depression. Epidemiology and Psychiatric Sciences, 28, 268–274. https://doi.org/10.1017/S2045796018000355 DOI: https://doi.org/10.1017/S2045796018000355
Nida, F. L. K. (2014). Zikir sebagai psikoterapi dalam gangguan kecemasan bagi lansia. KONSELING RELIGI: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 5(1), 135–142.
Prasetya, F. (2021). Buku ajar psikologi kesehatan. Sulawesi Tenggara: Guepedia.
Putri, I. M., et al. (2021). Penerapan terapi psikoreligius dzikir untuk mengontrol halusinasi pada pasien GSP: Halusinasi pendengaran. Jurnal Cendikia Muda, 1(2), 277–284. DOI: https://doi.org/10.26714/nm.v2i2.6286
Qonita, F. N. (2021). Kesehatan pada orang lanjut usia (kesehatan mental dan kesehatan fisik). Jurnal Psikologi Wijaya Putra, 2(1). DOI: https://doi.org/10.38156/psikowipa.v2i1.42
Ramdoni, A., et al. (2023). Trauma healing oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) pada anak pasca bencana tanah longsor di Sukajaya-Bogor. KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services, 4(1), 47–55.
Rinjani, S., et al. (2021). Efektivitas terapi psikoreligius terhadap pasien dengan halusinasi. Jurnal Medika Cendikia, 7(2), 136–144. https://doi.org/10.33482/medika.v7i02.147
Sabiq, F. (2021). Sunan Kalijaga dan Masjid Agung Demak. Indramayu: Adanu Abimata.
Setianto, G., et al. (2023). Dzikir dan doa sebagai psikoterapi bagi lansia. Jurnal Pengabdian Cendikia, 2(9), 105–110. https://doi.org/10.5281/zenodo.10453814
Sholehah, A. B., et al. (2022). Pengaruh aktivitas fisik pada lansia dengan demensia: Telaah literatur. Jurnal Mitra Kesehatan (JMK), 4(2), 65–69. https://doi.org/10.47522/jmk.v4i2.125 DOI: https://doi.org/10.47522/jmk.v4i2.125
Suryono, A. (2019). Teori dan strategi perubahan sosial. Jakarta: Bumi Aksara.
Tamin, V. A., Wu, L. T., Lin, Y. P., & Chan, E. Y. (2022). Helping hands, healing hearts: a qualitative descriptive study on nurses’ perceptions on the use of volunteers in an inpatient hospital setting. Collegian, 29(1), 54-61. DOI: https://doi.org/10.1016/j.colegn.2021.04.002
Tempfli, M., et al. (2025). The concept of active and protective coping for individual psychotherapy in chronic fatigue: An example from post-COVID. Journal of Contemporary Psychotherapy. https://doi.org/10.1007/s10879-025-09669-7 DOI: https://doi.org/10.1007/s10879-025-09669-7
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Zuhri Zuhri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





