Menumbuhkan Kesadaran Siswa Terhadap Bahaya Merokok Melalui Konseling Kelompok Realita
DOI:
https://doi.org/10.17977/um065v3i12023p22-29Keywords:
awareness, smoking, reality group counseling, kesadaran, merokok, konseling kelompok realitaAbstract
Abstract: Smoking culture among students today can not be filtered out as the purpose of toxins in cigarette filters. The presumption dashing if cigarette smoking is the main cause of their doing so. But it is obvious that there are school rules forbid it. Many students do smoke because already has a previous perception about cigarettes, either from family, advertising, as well as from her social friends. Mild sanctions for students will not be deterrent for those who smoke at school. guidance and counseling in schools is crucial in stemming the behavior of current students. Such behavior can be handled using group counseling reality, because in principle now focuses on behavior and is a form of behavior modification. With group counseling students will interact directly with members of other groups. The interaction of the group aims to increase understanding and acceptance of the values so as to reduce or even eliminate the attitudes and behavior of the smoking habit.
Abstrak: Budaya rokok dikalangan pelajar sampai saat ini tidak dapat difilter sebagaimana tujuan filter menyaring racun dalam rokok. Anggapan gagah jika menghisap rokok adalah menjadi penyebab utama mereka melakukannya. Padahal jelas aturan yang ada disekolah melarangnya. Banyak pelajar melakukan merokok dikarenakan sudah mempunyai persepsi sebelumnya tentang rokok, baik dari keluarga, iklan, maupun dari teman pergaulannya. Sanksi yang ringan bagi pelajar tidak akan menimbulkan efek jera bagi mereka yang merokok di sekolah. bimbingan dan konseling di sekolah sangatlah penting dalam membendung perilaku pelajar saat ini. Perilaku tersebut dapat ditangani menggunakan konseling kelompok realita, karena pada prinsipnya berfokus pada tingkah laku sekarang dan merupakan bentuk modifikasi perilaku. Dengan konseling kelompok siswa akan berinteraksi langsung dengan anggota kelompok lain. Interaksi kelompok tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengertian dan penerimaan terhadap nilai sehingga mampu mengurangi bahkan menghilangkan sikap-sikap serta perilaku kebiasaan merokok tersebut.
References
Aditama, T. Y. (2013). Generasi Muda Sehat, Generasi tanpa Rokok. Diakses tanggal 20 November2016. http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&id=2316.
Aliansi Pengendalian Tembakau Indonesia, (2013). Peta Jalan Pengendalian Produk Tembakau Indonesia. Surakarta, Muhammadiyah University Press.
An, D.T.M., et.al. (2013). Knowledge of The Health Consequences of Tobacco Smoking: a Cross- Sectional Survey of Vietnamese Adult. Glob Health Action, 6:18707. http://dx.doi. org/10.3402/gha.v6i0.18707
Azwar, S. (2005). Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (2012). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Baraja, Abubakar. (2008). Psikologi Konseling dan Teknik Konseling. Jakarta: Studia Press
Burdenski, T. & Wubbolding, R. (2011). Extending Reality Therapy with Focusing: A Humanistic Road for the Choice Theory Total Behavior Car. International Journal of Choice Theory and Reality Therapy: An On-Line Journal. Vol XXXI, (1):14-30.
Bustan, M.N. (2007). Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Rineka Cipta
Corey, Gerald. (2006).Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. E-Koeswara,Penerjemah. Bandung: PT. RafikaAditama.Surabaya: Unesa University Press
Darminto, Eko. (2003).Teori-Teori Konseling.Surabaya: Unesa University Press
Darminto, Eko. (2007).Teori-Teori Konseling. Surabaya: Unesa University Press
Dayakisni, T. & Hudaniah. (2011). Psikologi Sosial. Malang: UMM Press.
Departemen Kesehatan RI. (2007). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RI
Fauzan, Lutfi dan Elia Flurentin. (1994). Modul 2 Konseling Kelompok Realita. Malang:IKIP Malang
Glasser, W. (1969). School Without Failure. New York: Harper and Row Publishers.
Glasser, W. (1989). Control Theory in the Practice of Reality Therapy. New York: Harper & Row.
Istiqomah, U. (2003). Upaya Menuju Generasi Tanpa Rokok. Surakarta: CV. Setia Aji.
Septiyaning, I. (2013). 60% Siswa SD di Mojosongo Pernah Merokok! Solopos. Com. Minggu, 2 Juni 2013.
Setiyanti, Sri Wiranti. (2012). Membangun Kerja Sama Tim (Kelompok). Jurnal STIE Semarang Vol 4 No 3
Sukendro, S. (2007). Filosofi Rokok: Sehat tanpa Berhenti Rokok. Yogyakarta: Pinus Book Publisher.
Surani, S., Reddy, R., Houlihan, A. E., Parrish, B., Evans-Hundanall, G. L., and Guntupalli, K. (2011). Effect of Smoking : Baseline Knowledge among Schhool Children and Implementation of the “AntE Tobacco” Project. International Journal of Pediatrics, Article ID 584589. http://dx.doi.org/10.1155/2011/584589.
Sitepoe, M. (2000). Kekhususan Rokok Indonesia.Jakarta: PT Gramedia Widiarsarana Indonesia. Sugiyono.
Trim, B. (2006). Merokok itu Konyol. Jakarta: Ganeca Exacts
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





