Aktivitas Pedagang Pasar Kebalen di Pagi Hari sebagai Ide Penciptaan Sketsa Ekspresif
DOI:
https://doi.org/10.17977/um064v5i122025p1471-1489Keywords:
aktivitas pedagang, ide penciptaan, sketsa ekspresif, Pasar KebalenAbstract
Suasana pagi di Kota Malang identik dengan keramaian yang dipicu oleh aktivitas masyarakat, salah satunya di pasar tradisional. Pasar Kebalen menjadi objek penciptaan karena menyimpan dinamika visual dan karakter khas yang menarik. Proses penciptaan dilakukan secara langsung di lokasi (on the spot) dengan pendekatan sketsa ekspresif, yaitu melalui teknik spontan menggunakan bambu dan tinta bak di atas kertas. Pendekatan ini memungkinkan pencipta menangkap gerak, suasana, serta ekspresi visual khas dari aktivitas pasar. Tujuan dari penciptaan ini adalah untuk merepresentasikan aktivitas pedagang Pasar Kebalen di pagi hari melalui proses observasi langsung, pengembangan ide secara spontan, serta perwujudan karya dengan pendekatan ekspresif untuk dipresentasikan dalam pameran berjudul “Sketsa Ekspresif Pasar Kebalen”. Metode yang digunakan merupakan metode penciptaan yang mengacu pada tiga tahap menurut Alma M. Hawkins: eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Karya-karya yang dipamerkan memvisualisaikan aktivitas pedagang Pasar Kebalen di pagi hari, seperti pedagang keliling, pengguna becak, penjual di pinggir rel, pembeli, serta bangunan ikonik yang menjadi bagian dari identitas pasar tersebut.
References
Andaryani, E. T. (2016). Proses terjadinya suatu karya seni. Imaji, 14(2), 157–163.
Andika Putra, I. M. D. (2021). Eksplorasi gamelan angklung dan selonding sebagai media ungkap dalam penciptaan karya musik Kapetengan. Segara Widya: Jurnal Penelitian Seni, 9(1), 1–7. https://doi.org/10.31091/sw.v9i1.1425
Dozan, M. A., & Cholis, H. (2020). Hubungan sungai dengan aktivitas manusia sebagai sumber inspirasi penciptaan karya seni lukis. Brikolase: Jurnal Kajian Teori, Praktik, dan Wacana Seni Budaya Rupa, 12(1), 1–20.
Endrifiyanto, F. R. (2017). Aktivitas pasar dalam teknik long exposure.
Fernandes, M. A., Wammes, J. D., & Meade, M. E. (2018). The surprisingly powerful influence of drawing on memory. Current Directions in Psychological Science, 27(5), 302–308. https://doi.org/10.1177/0963721418755385
Kurniawati, D. W. (2016). Ungkapan estetis dan eksistensi sketsa Ivanovich Agusta sebagai “patron” pelukis anak di Indonesia pada tahun 1979–1984. Imajinasi: Jurnal Seni, 10(1), 39–50.
Maghdalena, D. N., Suryadi, S., & Puspita, Y. (2021). Analisis estetik karya seni lukis Moel Soenarko yang bertema heritage. Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, 1(2), 9–23. https://doi.org/10.17509/irama.v1i2.21688
Nisa, C., & Afiyanto, H. (2022). Gemeente Malang: Keruangan, segregasi, dan potensi wilayah 1914–1940. Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah, 6(1), 147–167.
Nurcahyo, M. (2022). Kajian peran sketsa dalam proses kreatif dan pendidikan desain. Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior, 10(2), 86–97. https://doi.org/10.24821/lintas.v10i2.7199
Priyatno, A. (2020). Sketsa-sketsa Rasinta Tarigan.
Putra, I. G. J., & Udayana, I. W. G. (2023). Pasca imajiner dalam ruang lingkup penciptaan seni. Jurnal Cahaya Mandalika, 4(1). https://doi.org/10.36312/jcm.v4i1.1291
Salam, S., & Muhaemin, M. (2020). Pengetahuan dasar seni rupa. Badan Penerbit UNM, Universitas Negeri Makassar.
Sari, T. N., & Wijaya, A. (2023). Nilai sosial budaya pasar tradisional Kamis Wage sebagai daya tarik Desa Wisata Penggarit di Kabupaten Pemalang. Solidarity: Journal of Education, Society and Culture, 12(2), 397–413. https://doi.org/10.15294/solidarity.v12i2.76748
Setiawan, B. (2019). Karakteristik karya sketsa komunitas Indonesia Sketch Makassar (ISM).
Stein, S. A., & Ives, C. F. (2005). Vincent van Gogh (1853–1890): The drawings. The Metropolitan Museum of Art. https://www.metmuseum.org/essays/vincent-van-gogh-1853-1890-the-drawings
Sumarwahyudi. (2011). Filsafat ilmu seni (Cetakan pertama). Pustaka Kaiswaran.
Sumarwahyudi. (2020). The role of institutions in the development of fine arts in Pasuruan Raya. KnE Social Sciences. https://doi.org/10.18502/kss.v4i12.7618
Suryana Putra, D. P., Setem, I. W., Effendi, I. Z., Suryana, W., Barriyah, I. Q., Sudana, I. W., Purnomo, S., Hasmah, Nathania, S., Hartanti, M., Bahaduri, B. A., & Putri, A. P. (2023). Sosial humaniora dalam penciptaan karya seni. Ideas Publishing.
Susanti, D. (2015). Penerapan metode penciptaan Alma Hawkins dalam karya tari Gundah Kancah. Ekspresi Seni, 17(1). https://doi.org/10.26887/ekse.v17i1.65
Syarifuddin, D. (2018). Pasar tradisional dalam perspektif nilai daya tarik wisata. Jurnal Manajemen Resort dan Leisure, 15(1), 19–32.
Taradhin, M. R., Widodo, T., & Prasetyo, A. R. (2021). Manusia dan plastik sebagai sumber ide fotografi digital imaging. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 1(11), 1523–1531.
Yunaldi, A. (2016). Ekspresi goresan garis dan warna dalam karya seni lukis. Besaung: Jurnal Seni Desain dan Budaya, 1(2). https://doi.org/10.36982/jsdb.v1i1.124
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Laila Afiata, Ike Ratnawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.























