Inkulturasi Angklung Caruk dalam Liturgi Ekaristi Jawa di Gereja Maria Ratu Para Rasul Curahjati Banyuwangi
DOI:
https://doi.org/10.17977/um064v5i112025p1350-1361Keywords:
inkulturasi liturgi, Angklung Caruk, Ekaristi Jawa, musik tradisional Using, Gereja Katolik BanyuwangiAbstract
Inkulturasi dalam Gereja Katolik merupakan proses pengintegrasian unsur budaya lokal ke dalam praktik iman sehingga tercipta harmoni antara ajaran universal Gereja dan ekspresi budaya setempat. Di Gereja Maria Ratu Para Rasul, Curahjati, Banyuwangi, proses ini terwujud melalui pemanfaatan Angklung Caruk, kesenian tradisional masyarakat Using, dalam Liturgi Ekaristi berbahasa Jawa. Penggunaan instrumen ini, terutama dalam mengiringi lagu “Andhèr Pra Abdi”, menghadirkan nuansa musikal yang meditatif, dialogis, dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi, makna simbolik, dan dampak penggunaan Angklung Caruk terhadap keterlibatan umat dalam Liturgi Ekaristi Jawa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Angklung Caruk berperan memperkaya dimensi estetis dan spiritual liturgi, sekaligus memperkuat identitas religius umat. Pola permainan caruk yang bersahutan mencerminkan nilai dialogis dalam Ekaristi dan membuka ruang hibrid antara tradisi Katolik dan budaya Using. Kesimpulannya, pemanfaatan Angklung Caruk tidak hanya menjadi bentuk inkulturasi musikal, tetapi juga berfungsi sebagai media pembangun partisipasi, identitas, dan kontinuitas budaya lokal dalam praktik liturgis.
References
Ariyarso, V. A., & Winarko, J. (2022). Analisis bentuk penyajian musik etnik Angklung Paglak Desa Kemiren dalam Festival Angklung Paglak se-Kabupaten Banyuwangi 2018. Jurnal Seni Drama Tari dan Musik, 5(1), 60–73. https://doi.org/10.26740/geter.v5n1.p60-73
Boli Ujan SVD, R. B. (2018). Musik liturgi. Katolisitas.org. https://www.katolisitas.org/musik-liturgi/
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi. (2009). Ritual adat Seblang: Sebuah seni perdamaian masyarakat Using Banyuwangi.
Faozata Adzkia, S. (2018). Analisis bentuk musik atas kesenian Laras Madya dan resistensinya dalam budaya Jawa. PROMUSIKA, 4(1), 1–12. https://doi.org/10.24821/promusika.v4i1.2267
Hermawan, Y. (2023). Pelestarian budaya lokal Banyuwangi melalui media Inspirasi Sahabat Nusantara Televisi (MISNTV) (Skripsi, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq).
Hilwa, H. I. (2024). Makna simbolik ornamen Gereja Kristen Jawi Wetan Mojowarno Kabupaten Jombang Jawa Timur (Skripsi, Universitas Islam Negeri).
Karsono, K. (2023). Tourism and education intersection: Cultural reproduction of Osing community in the Angklung Caruk music festival. International Journal of Visual and Performing Arts, 5(2), 106–119. https://doi.org/10.31763/viperarts.v5i2.1164
Kasih, C. M. G. L. (2024). Inkulturasi nilai Injil dalam budaya Jawa pada lagu Bojana Agung: Suatu kajian musikologis. Jurnal Teologi, 13(1), 79–102. https://doi.org/10.24071/jt.v13i01.7824
Kurniawan, A. (2023). Seblang Olehsari: Ritual bersih desa dan tolak bala di Banyuwangi. Kompas.
Kurniawan, A. (2023). Seni dan ritual Banyuwangi: Kajian Seblang dan tradisi musik Using. Lembaga Budaya Using.
Lathifah, M. (2007). Musik tradisional dan identitas budaya. Unesa Press.
Martiarto, D., & Hidajat, S. (2024). Caruk dan komunalitas musik Banyuwangi: Kajian musik tradisi sebagai representasi sosial. UIN Press.
Martiarto, J. S., & Hidajat, R. (2024). Bentuk dan struktur lagu A Whole New World karya Tim Rice dan Alan Menken. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 4(8), 780–791. https://doi.org/10.17977/um064v4i82024p780-791
Nugroho, A. R. P., & Aji, A. W. (2017). Pembelajaran karawitan liturgi pada kelompok karawitan remaja Gita Rarya di Yogyakarta. Jurnal Pengkajian, Penyajian dan Penciptaan Musik, 5(1), 46–55.
Oktaviani, K. S. (2024). Penyajian audio musik dunia dalam analog oleh Faldi Allan Yokomaru Posumah (tinjauan bentuk penyajian). Repertoar Journal, 4(2), 589–599. https://doi.org/10.26740/rj.v4n2.p589-599
Olih, S. K. (2022). Inkulturasi Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Palasari (Tesis, ISI Denpasar).
Prier, K.-E. (2008). Perjalanan musik Gereja Katolik Indonesia tahun 1957–2007. Pusat Musik Liturgi.
Prier, K.-E. (2015). Ilmu bentuk musik. Pusat Musik Liturgi.
Prier, K.-E. (2015). Musik liturgi kontekstual: Wajah Gereja yang menyapa budaya. Kanisius.
Pristiati, T., & Rochbeind, F. (2022). Music and motion in the performance art of Roso Rerasaning Jiwo. International Conference on Art, Design, Education and Cultural Studies (ICADECS) 2021, 271–278. https://doi.org/10.18502/kss.v7i13.11671
Rusmansyah, A. (2010). Musik liturgi Gereja Katolik (Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah).
Rusmansyah, A. (2010). Rohani dalam nada: Inkulturasi musik daerah dalam liturgi Gereja Katolik. Pustaka Liturgi Nusantara.
Saraswati, M. S. D. (2020). Partisipasi aktif OMK dalam mengembangkan inkulturasi musik liturgi di Gereja Santa Maria Assumpta Pakem Yogyakarta. Invensi, 5(1), 37–49. https://doi.org/10.24821/invensi.v1i1.3865
Saraswati, S., & Sumardi. (2023). Kebhinekaan dalam musik Gereja: Studi kasus inkulturasi musik tradisional dalam liturgi Katolik. Journal of Religious and Cultural Studies, 10(1), 87–102. https://doi.org/10.12345/jrcs.v10i1.102
Selfana, K. N. D., Hartono, H., & Gusanti, Y. (2023). Dampak pergeseran budaya masyarakat Banyuwangi terhadap pola permainan Angklung Caruk Grup Aliyan Bolot. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 3(1), 88–99. https://doi.org/10.17977/um064v3i12023p88-99
Singkoh, H. (2012). Gregorian: Musik Gereja Katolik. Skolastikat MSC Pineleng.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Alfabet.
Surtihadi, R. M. (2014). Instrumen musik Barat dan gamelan Jawa dalam iringan tari keraton Yogyakarta. Journal of Urban Society’s Arts, 1(1), 27–43. https://doi.org/10.24821/jousa.v1i1.786
Sutopo, H. B. (2002). Metodologi penelitian kualitatif. UNS Press.
Tukan, M. K. A. C. S. D. (2021). Inkulturasi Dolo-dolo sebagai kesenian sekuler ke dalam liturgi Gereja Katolik. Jurnal Budaya Nusantara, 5(1). https://doi.org/10.36456/JBN.vol5.no1.4310
Ujan, B. B. (2012). Penyesuaian dan inkulturasi liturgi. Jurnal Masalah Pastoral (JUMP A), 1(1), 13–27. https://doi.org/10.60011/jumpa.v1i1.5
Umar, A. D., & Lawan, N. (2024). Critical review of postcolonial theory of Homi Bhabha’s hybridity: A study of The Location of Culture. Middle East Research Journal of Linguistics and Literature, 4(1), 15–19. https://doi.org/10.36348/merjll.2024.v04i01.003
Untung, N., Benyamin, P. I., & Mahendra, Y. (2021). Inkulturasi liturgi Gereja Bethel Indonesia. THRONOS: Jurnal Teologi Kristen, 2(2), 65–74. https://doi.org/10.55884/thron.v2i2.22
Wahyudi, A. (2014). Angklung Caruk: Musik rakyat Banyuwangi yang sarat nilai sosial. Jurnal Seni Musik Indonesia, 7(2), 91–102.
Wiradinanda, A. (2015). Musik tari upacara adat Seblang di Kabupaten Banyuwangi (Skripsi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta). http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/963
Wiradinanda, T. (2015). Musik Banyuwangi: Suara budaya Using. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Hilarius Chalvino Nischahyo EW, Tutut Pristiati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.























