Tradisi Bersih Desa Kenduri Encek Kota Batu sebagai Gagasan Pembuatan Ilustrasi dengan Teknik Digital Painting
DOI:
https://doi.org/10.17977/um064v5i92025p1039-1057Keywords:
tradisi kenduri encek, bersih desa Kota Batu, penciptaan seni, digital painting, visualisasi budayaAbstract
Tradisi bersih desa kenduri encek merupakan salah satu tradisi khas di Kota Batu yang dilaksanakan sekali setahun pada bulan Sura. Tradisi ini memiliki tujuan utama untuk memanjatkan doa, menghormati leluhur, sekaligus mempererat hubungan sosial warga. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tradisi tersebut sebagai konsep penciptaan seni dan memvisualisasikannya dalam bentuk ilustrasi digital painting berdasarkan pengetahuan serta pengalaman peneliti. Metode yang digunakan adalah penelitian penciptaan seni dengan mengadaptasi model penciptaan S. P. Gustami melalui reinterpretasi Rosada dan Hariyanto, serta dipadukan dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan wawancara, kemudian diolah untuk merumuskan konsep visualisasi. Selanjutnya, karya diuji melalui pameran seni rupa yang terbuka bagi masyarakat umum. Hasil penelitian menghasilkan deskripsi konseptual mengenai tradisi kenduri encek dan karya visual berupa ilustrasi digital yang menekankan pada prosesi pelaksanaan tradisi. Berdasarkan tanggapan pengunjung pameran, penelitian ini dinilai cukup berhasil karena mayoritas responden menilai karya mampu menjelaskan rangkaian acara dengan jelas dan menarik. Meski demikian, sebagian kecil responden menyebutkan masih terdapat bagian yang membingungkan. Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan memperdalam pemahaman tentang makna simbolik tradisi bersih desa kenduri encek serta pengembangannya dalam media seni yang lebih variatif.
References
Al-Bahrani, M. W. K., Ratnawati, I., & Prasetyo, A. R. (2022). Nilai pendidikan kesenian wayang beber Pacitan sebagai ide penciptaan ilustrasi dekoratif digital. Journal of Language Literature and Arts, 2(11), Article 11. https://doi.org/10.17977/um064v2i112022p1505-1524
Cathrin, S. (2017). Tinjauan filsafat kebudayaan terhadap upacara adat bersih-desa di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Jurnal Filsafat, 27(1), 30. https://doi.org/10.22146/jf.22841
Djatiprambudi, D. (2017). Penciptaan seni sebagai penelitian. Seminar Nasional Seni dan Desain 2017, 24–30. https://www.neliti.com/id/publications/196055/
Dwijayanti, P. I., & Latifah, A. (2023). Lukisan surealis relief Manohara: Penelitian berbasis penciptaan seni. Sungging, 2(1), 10–21.
Fahrudi, E., & Alfadhilah, J. (2022). Makna simbolik “Bulan Suro” kenduri dan selamatan dalam tradisi Islam Jawa. ASWALALITA: Journal of Da’wah Management, 1(2), 185–195.
Harahap, N. (2020). Penelitian kualitatif (H. Sazali, Ed.). Wal Ashri Publishing. http://repository.uinsu.ac.id/9105/
Hasanah, H. (2016). Teknik-teknik observasi (sebuah alternatif metode pengumpulan data kualitatif ilmu-ilmu sosial). At-Taqaddum, 8(1), 21. https://doi.org/10.21580/at.v8i1.1163
Hindarto, S. (2022). Dari sakral ke festival: Sebuah perubahan kebudayaan parade sound system dalam tradisi bersih desa di Kabupaten Malang. https://doi.org/10.17605/OSF.IO/6UK3Z
Iba, Z., & Wardhana, A. (2023). Metode penelitian. Eureka Media Aksara. https://openlibrary.telkomuniversity.ac.id/pustaka/211203/metode-penelitian.html
Ibrahim, J. T., Bakhtiar, A., Latifah, N., & Mufriantie, F. (2021). Praktik pitungan Jawa dalam penentuan awal bercocok tanam oleh petani Kota Batu. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 5(1), 43–55. https://doi.org/10.22219/satwika.v5i1.15818
Marlina, M. (2021). Manajemen pelayanan manasik haji pada kelompok bimbingan ibadah haji Al Musdalifah Palembang [Skripsi, UIN Raden Fatah Palembang]. https://repository.radenfatah.ac.id/18854/
Mibtadin, M. (2022). Nalar politik, kekuasaan, dan etika Jawa: Refleksi konsep hasta brata tatanan kehidupan masyarakat Jawa kontemporer. Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series, 5(1), 169. https://doi.org/10.20961/shes.v5i1.57794
Nuraseh, S. (2023). Selamatan bersih desa sebagai wujud ucapan syukur dalam kontradiksi budaya Jawa: Jaman dahulu dan sekarang. Sabdasastra: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa, 7(1), 146. https://doi.org/10.20961/sabpbj.v7i1.55261
Pramodana, A. F. F., Widodo, T., & Prasetyo, A. R. (2024). Spiritualitas sebagai inspirasi penciptaan karya seni ilustrasi dark art. JoLLA: Journal of Language Literature and Arts, 4(6), 576–590. https://doi.org/10.17977/um064v4i62024p576-590
Pratiwi, A. E., Triyono, S., Rezkiyanto, I., Asad, A. S., & Khollimah, D. A. (2018). Eksistensi masyarakat adat di tengah globalisasi. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 15(2), 95–102. https://doi.org/10.21831/jc.v15i2.17289
Putri, S. U. V. (2016). TA: Perancangan buku komik ludruk berbasis ilustrasi digital guna mengenalkan kembali kesenian tradisional kepada remaja [Undergraduate thesis, Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya]. https://repository.dinamika.ac.id/id/eprint/1822/
Rachmawati, I. N. (2007). Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif: Wawancara. Jurnal Keperawatan Indonesia, 11(1), 35–40. https://doi.org/10.7454/jki.v11i1.184
Rayaniklas, W. A., & Rizka, V. M. (2024). Pelaksanaan tradisi encek-encekan di Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang (teori folklor). JOB (Jurnal Online Baradha), 20(1), 229–240. https://doi.org/10.26740/job.v20n1.p229-240
Risi, A., & Zulkifli, Z. (2022). Kajian semiotika ilustrasi digital karya Agung Budi Santoso (pendekatan semiotika Roland Barthes). MAVIS: Jurnal Desain Komunikasi Visual, 4(2), 47–55. https://doi.org/10.32664/mavis.v4i02.739
Rizkiawan, I. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat tentang makna sesajen pada upacara bersih desa. Jurnal Tata Boga, 6(2). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/article/view/18860
Rosada, Z. I., & Hariyanto, H. (2023). Ketergantungan masyarakat urban terhadap dunia virtual sebagai ide penciptaan seni digital berbasis augmented reality. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 3(6), 858–873. https://doi.org/10.17977/um064v3i62023p858-873
Rosaliza, M. (2015). Wawancara, sebuah interaksi komunikasi dalam penelitian kualitatif. Jurnal Ilmu Budaya, 11(2), 71–79. https://doi.org/10.31849/jib.v11i2.1099
Sawitri, S. (2023). Behind the tradition of draining Sendhang Kakung lan Putri in Klaruan Village, Mojolaban, Sukoharjo. Jurnal Javanologi, 6(2), 1212. https://doi.org/10.20961/javanologi.v6i2.75119
Setyowati, A., & Hanif, M. (2014). Peran perempuan dalam tradisi upacara bersih desa (studi kasus di Desa Kiringan Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan). Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya, 4(1), 37–57. https://doi.org/10.25273/ajsp.v4i01.819
Setyowati, P., & Doerjanto, D. (2018). Kritik sosial sebagai sumber penciptaan karya seni lukis. Jurnal Seni Rupa, 6(2). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/va/article/view/25886
Sukardi, S. (2021). Analisa minat membaca antara e-book dengan buku cetak menggunakan metode observasi pada Politeknik Tri Mitra Karya Mandiri. Ikraith-Ekonomika, 4(2), 158–163. https://doi.org/10.37817/ikraith-ekonomika.v4i2.1029
Sundawa, D., & Wadu, L. B. (2021). Implementasi nilai karakter religius dalam tradisi bersih desa. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 6(2), 77–82. https://doi.org/10.21067/jmk.v6i2.6488
Trihansyah, C. N., & Sarjana, I. M. (2023). Perlindungan hak cipta atas karya lukisan digital dalam bentuk non-fungible token (NFT) di Indonesia. Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum, 11(6), 1308–1316. https://doi.org/10.24843/KS.2023.v11.i06.p07
Wijaya, S. A., Hariyanto, H., & Prasetyo, A. R. (2023). Upacara adat Ceprotan sebagai inspirasi penciptaan karya seni lukis. JoLLA: Journal of Language Literature and Arts, 3(12), 1866–1878. https://doi.org/10.17977/um064v3i122023p1866-1878
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mira Kartika Regina Patricia, Abdul Rahman Prasetyo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.























