Visualisasi Cerita Tembang Dolanan Jawa sebagai Ide Penciptaan Motif Batik Pakaian Anak
DOI:
https://doi.org/10.17977/um064v5i92025p1013-1027Keywords:
Visualisasi, Tembang Dolanan Jawa, nilai budaya, penulisan batik, motif batikAbstract
Salah satu warisan budaya dari nenek moyang bangsa Indonesia adalah tembang dolanan Jawa, yaitu lagu atau tembang yang dinyanyikan sebagai pengiring permainan tradisional, khususnya di daerah Jawa. Lirik tembang dolanan mengandung pesan-pesan moral yang tersirat di dalamnya. Ironisnya, pada era modern saat ini, tembang dolanan mulai tergeser oleh musik modern yang mayoritas kurang sesuai dengan nilai budaya Indonesia. Penelitian ini bertujuan memvisualisasikan cerita dari tembang dolanan Jawa melalui motif batik yang diterapkan pada pakaian anak-anak. Metode yang digunakan mengacu pada Gustami, yang terdiri atas tiga tahapan: eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Proses pembuatan diawali dengan mendesain motif, kemudian dipindahkan ke media kain, dilanjutkan dengan mencanting, memberi warna, mengunci warna menggunakan waterglass, proses nglorod, dan pembilasan kain batik dengan air bersih. Penelitian ini menghasilkan enam karya, yaitu: (1) Jaranan, (2) Padhang Bulan, (3) Gambang Suling, (4) Menthog-Menthog, (5) Kidang Talun, dan (6) Gundul Pacul. Melalui penulisan karya batik ini, diharapkan dapat menjadi salah satu media pelestarian dua budaya Indonesia sekaligus, yaitu tembang dolanan Jawa yang divisualisasikan melalui motif batik untuk anak-anak.
References
Arkam, R., & Arifin, M. Z. (2024). Nilai-nilai religius dalam tembang dolanan anak sebagai pembentuk karakter anak: Religious values in children's toy songs as shaping children's characters. EDUCAN: Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 1–15.
Dewi, Y. A., Mahendra, M., & Suswandari, M. (2023). Analisis penguatan pendidikan karakter melalui tembang dolanan Jawa. JGK (Jurnal Guru Kita), 7(4), 730–743.
Elliott, I. M. (2013). Batik: Fabled cloth of Java. Tuttle Publishing.
Gustami, S. (2007). Butir-butir mutiara estetika timur: Ide dasar penulisan seni kriya Indonesia. Prasista.
Heriwati, S. H. (2010). Nilai-nilai yang terkandung dalam apresiasi tembang-tembang Jawa. Gelar: Jurnal Seni Budaya, 8(1), Article 1. https://doi.org/10.33153/glr.v8i1.1315
Hidayah, A. (2017). Makna budaya lagu dolanan: Dhondhong apa salak, gundhul pacul. Jurnal Penelitian Humaniora, 18(1), 19–26.
Juwitasari, S. (2019). Tembang dolanan jamuran karya Ki Hadi Sukatno: Analisis etnografi. Jurnal Ikadbudi, 8(1), Article 1. https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v8i1.42994
Kristiantoro, E. L., Purwanto, P., & Gunadi, G. (2020). Kajian estetika visual tata busana dan properti kesenian jaran kepang Turonggo Jati Desa Jebengplampitan Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo. Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni, 9(1), 45–61. https://journal.unnes.ac.id/sju/eduart/article/view/38233
Kustiyah, I. E. (2017). Batik sebagai identitas kultural bangsa Indonesia di era globalisasi. Gema, 30(52), 62476.
Lathifasari, M. F., Widodo, W., & Wadiyo, W. (2021). The value of character education in tembang dolanan Jawa and its implementation in the cultural art learning process. Catharsis, 10(3), Article 3. https://doi.org/10.15294/catharsis.v10i3.53923
Muljono, U. (2017). Tembang (lagu) dolanan anak sebagai inspirasi penulisan tarian anak. Selonding, 11(11), Article 11. https://doi.org/10.24821/selonding.v11i11.2965
Nugrahani, F. (2012). Reaktualisasi tembang dolanan Jawa dalam rangka pembentukan karakter bangsa (kajian semiotik). Kajian Linguistik dan Sastra, 24(1), Article 1. https://doi.org/10.23917/kls.v24i1.102
Rachmawati, D. K., & Pramudya, D. A. (2024). Nilai edukasi dalam lirik tembang dolanan di SD Muhammadiyah 26 Surabaya. ELSE (Elementary School Education Journal): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 8(2). https://journal.um-surabaya.ac.id/pgsd/article/view/20575
Retnoningsih, D. A. (2019). Pembentukan sikap tata krama siswa sekolah dasar melalui revitalisasi pembiasaan tembang dolanan. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(2), Article 2. https://doi.org/10.31000/lgrm.v8i2.1790
Sawitri, S., Rahayu, N. T., Fatmawati, E., Zaelani, M., Elihami, E., & Arif, M. (2021). Implementation of Java cultural education in elementary school in Yogyakarta. Linguistics and Culture Review, 5(S3), Article S3. https://doi.org/10.21744/lingcure.v5nS3.1905
Setyawan, B. W., & Raharjo, Y. M. (2021). Kajian makna dan fungsi tembang bawa metrum dandanggula dalam lagu campursari. Widyaparwa, 49(2), Article 2. https://doi.org/10.26499/wdprw.v49i2.557
Sularso, P. (2017). Upaya pelestarian kearifan lokal melalui ekstrakurikuler karawitan di SMP Negeri 1 Jiwan tahun 2016. Citizenship: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 5(1), Article 1. https://doi.org/10.25273/citizenship.v5i1.1181
Sundari, W. (2020). Javanese language maintenance through Javanese traditional and modern (folk) songs. Culturalistics: Journal of Cultural, Literary, and Linguistic Studies, 4(1), 11–16. https://doi.org/10.14710/culturalistics.v4i1.8143
Sutarno, A. (2011). Batik: Warisan adiluhung. G-Media.
Winarti, D. (2019). Various Javanese Cultural Wisdom Inherited Through Food Expressed In Tembang Dolanan. Jurnal Sultan Alauddin Sulaiman Shah, Special Issue, 388-398. https://doi.org/10.31764/paedagoria.v12i2.4954
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Winda Rahmania, Ike Ratnawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.























