Fungsi Musik pada Atraksi Tarung Rotan dalam Ritual Ojhung di Desa Blimbing Kabupaten Bondowoso

Authors

DOI:

https://doi.org/10.17977/um064v5i52025p557-568

Keywords:

atraksi tarung rotan, musik ritual, hiburan masyarakat, triangulasi

Abstract

Penelitian ini mengkaji fungsi musik dalam atraksi tarung rotan pada ritual Ojhung yang dilaksanakan di Desa Blimbing, Kabupaten Bondowoso. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan secara mendalam dan menyeluruh bagaimana musik berperan dalam mendukung, membentuk, dan memperkuat makna dari atraksi tarung rotan yang menjadi bagian penting dalam ritual Ojhung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode naturalistik, di mana peneliti bertindak sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan narasumber yang relevan (seperti seniman lokal, pemain musik, dan tokoh adat), serta dokumentasi visual kegiatan ritual. Data yang diperoleh selanjutnya direduksi, diklasifikasikan, dan dianalisis untuk menemukan pola serta makna yang relevan. Untuk menjamin validitas data, peneliti menerapkan teknik triangulasi baik dari sumber maupun dari metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik dalam ritual Ojhung memiliki berbagai fungsi, antara lain sebagai pengiring gerak tarung, sarana hiburan masyarakat, alat komunikasi simbolik, medium ekspresi estetika, dan unsur spiritual yang menguatkan nilai-nilai sakral dalam pelaksanaannya. Musik juga disajikan secara khas, dengan instrumen dan pola ritmis yang mencerminkan identitas budaya lokal masyarakat Blimbing.

References

Abbas, A. (2017). Kesenian Ojhung dalam tradisi sedekah bumi di Desa Bunbarat Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep tahun 1960–2005. Avatar: E-Jurnal Pendidikan Sejarah, 5(1), 81–89.

Afriansyah, T., & Zakiyah, M. (2024). Memaknai tabu dalam tradisi Ghedisah: Mengampu peranan pojhian dalam perspektif masyarakat Bondowoso. ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 7(2), 486–499. https://doi.org/10.33503/alfabeta.v7i2.147

Astria, F. D., Hidajat, R., & Pristiati, T. (2022). Prosesi upacara adat petik laut di Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi [Skripsi]. Universitas Negeri Malang.

Darman, F. (2017). Realitas sejarah dalam sastra lisan Kapata Perang Kapahaha Desa Morella, Pulau Ambon. Kapata Arkeologi, 13(2), 131–140.

Fauziah, & Yusiana. (2014). Seni tarung pukul rotan (Ojung) di Kabupaten Bondowoso [Makalah tidak diterbitkan]. Universitas Jember.

Hadi, M. Y., Meirani, R. K., & Minatullah, M. (2022). Revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal melalui kesenian Ojhung dan Singo Ulung dalam membentuk karakter Profil Pelajar Pancasila. Semnas Manajemen Strategik Pengembangan Profil Pelajar Pancasila pada PAUD dan Pendidikan Dasar, 1(1).

Hadi, S. (2006). Seni dalam ritual agama. Pustaka.

Hanslick, E. (1986). On the musically beautiful: A contribution towards the revision of the aesthetics of music. Hackett Publishing.

Haryoko, S. (2020). Analisis data penelitian kualitatif (Konsep, teknik, & prosedur). Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.

Juniawan, O. F. (2016). Mitos asal usul ritual Ojhung dalam upacara adat masyarakat Desa Blimbing, Kecamatan Klabang, Bondowoso [Skripsi]. Universitas Jember.

Lutfhi, M. R., Subroto, W., & Maryanto, M. (n.d.). Fungsi musik pada ritual Aruh Ganal masyarakat Dayak Meratus. Pelataran Seni, 2(2), 51–62.

Marihandono, D. (2015). Memanfaatkan karya sastra sebagai sumber sejarah. Dalam S. Rose (Ed.), Prosiding Sastra dan Solidaritas Bangsa (hlm. 81–91). Kantor Bahasa Maluku.

Minarto, S. W. (2020). Karakter lokal dalam konstruksi seni pertunjukan Wayang Topeng Malang. Prodi Pendidikan Seni Tari dan Musik – Seni dan Desain Universitas Negeri Malang, 11–27. http://sedesa.sastra.um.ac.id/wp-content/uploads/2021/04/PSTM2020-2.pdf

Moleong, L. J. (2016). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.

Puspitasari, I. (2022). Sastra lisan: Pengaruh mitos di Desa Tanggung Kramat. Kode: Jurnal Bahasa, 11(1), 150–161.

Robby, H. (2019). Karakteristik tari etnik dalam perkembangan budaya di Indonesia. Cendekiawan Cerah, 200(201), 50–60. http://sedesa.sastra.um.ac.id/wp-content/uploads/2021/05/2.-Prosiding-PSTM-2020-baru-REVISI.pdf

Sarini, S. (2015). Fungsi komunikasi dalam musik tradisional Rijoq sebagai sarana komunikasi masyarakat suku Dayak Tonyoi di Kutai Barat. EJournal Ilmu Komunikasi, 3(2), 447–458.

Sedarmayanti, & Hidayat, S. (2011). Metodologi penelitian. Mandar Maju.

Sejati, S. (2016). Perkembangan spiritual remaja dalam perspektif ahli. Jurnal Hawa: Studi Pengarusutamaan Gender dan Anak, 1(1).

Sepdwiko, D. (2016). Upacara adat Kenduhai Sko pada masyarakat Kerinci Provinsi Jambi. Besaung: Jurnal Seni Desain dan Budaya, 1(1).

Sinaga, F. S. S., Winangsit, E., & Putra, A. D. (2021). Pendidikan, seni, dan budaya: Entitas lokal dalam peradaban manusia masa kini. Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik, 4(2), 104–110.

Siswoyo, S. C. (2018). Struktur pertunjukan Seblang Bakungan di Desa Bakungan Kabupaten Banyuwangi [Skripsi]. Universitas Jember.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif dan R&D. Alfabeta.

Sukotjo, N. I. D. N., & Arsana, I. N. C. (2014). Metode transkripsi analisis dalam musik tradisional Indonesia. UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Sumarjo, Y. (2001). Seni pertunjukan Indonesia: Suatu pendekatan sejarah. STSI Press Bandung.

Sunarto, S. (2016). Estetika musik: Autonomis versus heteronomis dan konteks sejarah musik. PROMUSIKA, 4(2), 102–116.

Ula, S. (2023). Makna simbolik pada pelaksanaan tradisi Ojhung di Kecamatan Batuputih Sumenep Madura [Skripsi]. Institut Agama Islam Negeri Madura.

Wiflihani, W. (2016). Fungsi seni musik dalam kehidupan manusia. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya, 2(1), 101–107.

Wirandi, R., & Permata, M. M. B. (2021). Fungsi musik dalam upacara perayaan ritual Thaipusam etnis Hindu Tamil di Banda Aceh. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 415–422.

Wisnawa, K. (2020). Seni musik tradisi Nusantara. Nilacakra.

Downloads

Published

2025-05-01

How to Cite

Faris, A. I., & Hidajat, R. . (2025). Fungsi Musik pada Atraksi Tarung Rotan dalam Ritual Ojhung di Desa Blimbing Kabupaten Bondowoso. Journal of Language Literature and Arts, 5(5), 557–568. https://doi.org/10.17977/um064v5i52025p557-568

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)