Pemertahanan eksistensi kesenian Bantengan di Sanggar Trah Kanjuruhan Kota Malang

Authors

  • Shalsabillah Eka Giri Anjani Seni dan Desain, Fakutlas Sastra, Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um064v6i32026p326-344

Keywords:

Existence, Preservation, Bantengan Art, Trah Kanjuruhan Studio, Cultural Sustainability

Abstract

Bantengan art is one of the traditional performing arts that has developed in East Java, particularly in the Malang Raya region. This art form combines elements of pencak silat, dance, kanuragan (mystical practices), music, and drama into a unified performance. Along with the advancement of time, Bantengan art faces challenges in maintaining its existence, especially due to globalization and technological developments. Sanggar Trah Kanjuruhan is one of the communities that consistently preserves this art by maintaining its traditional structure and presentation while also introducing innovations to remain relevant in contemporary contexts. This study aims to describe (1) the existence of Bantengan art in Sanggar Trah Kanjuruhan during the period of 2004–2024, and (2) the factors influencing its preservation efforts. This research employs a qualitative approach, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Data validity is ensured through source and method triangulation. The findings indicate that preservation efforts are carried out through performance innovation, improvement of property quality, involvement of younger generations, collaboration with other groups, and adaptation to technological advancements without diminishing its inherent traditional values. Furthermore, the existence of this art is reflected in the development of movement, musical accompaniment, makeup, and costume aspects throughout the research period.

References

Bungin, B. (2005). Metodologi penelitian kuantitatif: Komunikasi, ekonomi, dan kebijakan publik serta ilmu-ilmu sosial lainnya. Prenada Media.

Dian, A., Narawati, T., & Taryana, T. (2013). Jaipongan Ciptaning Feeling Bojongan. Journal of Dance and Dance Education Studies, 3(1), 42–50. https://doi.org/10.17509/jddes.v3i1.57061

Fajar, R., & Yuwana, S. (2021). Manajemen organisasi seni pertunjukan Sanggar Baladewa Surabaya. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 8(1), 114–127.

Faris, A., Khoyyum, A., Thoriqoh, I. U., & Nisak, L. (2017). Seni tradisional Bantengan di Dusun Boro Panggungrejo Gondanglegi Malang: Sebuah kajian etnografi. Jurnal Penelitian Ilmiah INTAJ, 1(1), 49–76.

Firmansyah, A. E., Pristiati, T., & Gusanti, Y. (2025). Struktur dan Instrumentasi Musik Iringan Tari Bantengan pada Grup Panji Laras Svara. Journal of Language Literature and Arts, 5(12), 1414–1426. https://doi.org/10.17977/um064v5i122025p1414-1426

Fitriani, S. (2018). Analisis bentuk gerak Tari Turak di Sanggar Studio Lingga Kota Lubuklinggau. Jurnal Sitakara, 3(1), 90–98.

Gusmail, S. (2018). Properti tari Waktu dalam Lipatan: Analisis semiotika melalui pendekatan Charles Sanders Peirce. Puitika, 14(1), 14–24.

Hadi, Y. S. (2007). Sosiologi tari: Sebuah pengenalan awal. Pustaka.

Haedar, M. A. (2016). Pergeseran pemaknaan ritual “Merti Dusun”: Studi atas ritual warga Dusun Celengan, Tuntang, Semarang. Al-A’raf: Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat, 13(1), 1–24.

Hermiawan, N. (2013). Jejak-jejak mistik di balik kesenian Bantengan Malang. Perspektif, 8(2), 141–163.

Hidajat, R. (2011). Koreografi & kreativitas. Kendil Media Pustaka Seni Indonesia.

Irzinia, V., & Saridewi. (2022). Peranan kegiatan menari untuk menumbuhkan rasa cinta anak terhadap kebudayaan daerah Jambi di Taman Kanak-Kanak Al-Badariyah. Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini, 19(1), 31–40. https://doi.org/10.17509/edukids.v19i1.44393

Iswantoro, G. (2018). Kesenian musik tradisional gamelan Jawa sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia. Jurnal Sains Terapan Pariwisata, 3(1), 129–143.

Jannah, M., Effendi, R., & Susanto, H. (2021). Kesenian tradisional Masukkiri masyarakat Bugis Pagatan Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu. Prabayaksa: Journal of History Education, 1(2).

Jumantri, M. C., & Nugraheni, T. (2020). Pengkajian gaya busana Tari Jaipongan karya sang maestro. Gondang, 4(1), 9–15.

Kayam, U., & Putra, H. S. A. (2000). Ketika orang Jawa nyeni. Galang Press.

Koentjaraningrat. (1994). Kebudayaan Jawa. Balai Pustaka.

Moleong, L. J. (2017). Metode penelitian kualitatif (Cetakan ke-36). PT Remaja Rosdakarya.

Nurhasanah, L., Siburian, B. P., & Fitriana, J. A. (2021). Pengaruh globalisasi terhadap minat generasi muda dalam melestarikan kesenian tradisional Indonesia. Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 10(2), 31–39.

Puspitasari, N. D. A., & Hartono, H. (2025). Perubahan sajian artistik seni pertunjukan wayang kulit Sanggar Seni Gema Budaya tahun 2010–2023. Journal of Language Literature and Arts, 5(7), 797–805. https://doi.org/10.17977/um064v5i72025p797-805

Rachman, A., Raharjo, A. L., & Muttaqin, M. (2019). Pengembangan kesenian kempling sebagai upaya pelestarian di Desa Wisata Kandri Kota Semarang. Indonesian Journal of Conservation, 7(1). https://doi.org/10.15294/ijc.v7i1.18996

Sinaga, S. S. (2001). Akulturasi kesenian rebana (The acculturization of the art of rebana). Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 2(3). https://doi.org/10.15294/harmonia.v2i3.863

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sumaludin, M. M. (2015). Perkembangan kesenian Dodod di Kabupaten Pandeglang tahun 1976–2009 (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia.

Sutria, D. (2019). Implementasi metode batu pijar dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa SD Negeri 47 Kota Jambi. Jurnal Pesona Dasar, 7(2), 1–9.

Tuzzaroh, F. (2019). Bantengan: Seni tradisional Jawa Timuran. Beranda.

Umam, M. C. (2014). Upaya pelestarian kesenian Kenanthi di Dusun Singosari, Desa Sidoagung, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang (Skripsi). Universitas Negeri Yogyakarta.

Umbar, K., Arab, S., Ibrahim, F. H. U. I. N. M. M., & Kisno, M. (2015). Kajian semiotika C. S. Peirce dalam kesenian bantengan. Dalam Prosiding Konferensi Internasional Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah Indonesia. Ikatan Dosen Budaya Daerah Indonesia (IKADBUDI) bekerja sama dengan FPBS Universitas Pendidikan Indonesia.

Downloads

Published

2026-04-20

How to Cite

Anjani, S. E. G. (2026). Pemertahanan eksistensi kesenian Bantengan di Sanggar Trah Kanjuruhan Kota Malang. Journal of Language Literature and Arts, 6(3), 326–344. https://doi.org/10.17977/um064v6i32026p326-344

Issue

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.