Relief Candi Jago sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Batik Lukis dengan Karakter Subkultur Black Metal
DOI:
https://doi.org/10.17977/um064v4i62024p623-642Keywords:
Candi Jago, Batik Lukis, Tantri, Ogal-Agil, Kawah TambradimukaAbstract
Candi Jago adalah salah satu candi Buddha yang berada di desa Tumpang Kabupaten Malang, terletak pada 22 kilometer arah timur Malang. Nama Candi Jago berasal dari nama ‘Jajaghu’ yang berarti ‘keagungan’, istilah yang digunakan untuk penyebutan tempat suci. Relief yang terdapat pada Candi Jago memiliki arti tersendiri dan memuat banyak pesan moral. Pada era modern ini,kesadaran akan hal tersebut masih terbilang rendah. Pernyataan ini didukungoleh hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan penulis kepada beberapa generasi penerus. Penulis memilih skripsi penciptaan ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna relief Candi Jago, mendeskripsikan proses visualisasi ide menjadi karya batik lukis, dan mendeskripsikan hasil, serta gelar karya penciptaan batik lukis yang bersumber dari relief Candi Jago. Pada penciptaan karya ini, penulis menggunakan metode penciptaan dari SP. Gustami. Metode ini mempunyai tiga tahapan, yaitu: (1) eksplorasi; (2) perancangan dan perwujudan; dan (3) penilaian dan evaluasi. Ketiga tahapan ini penulis kembangkan hingga menjadi enam hasil karya batik lukis yang bergaya subkultur Black Metal, karya yang mengandung falsafah hidup, pesan moral dan nilai - nilai budaya. Enam hasil karya tersebut, antara lain Tantri I, Tantri II, Ogal-Agil, Kawah Tambradimuka, Drupadi, dan Arjunawiwaha. Setiap karya yang melibatkan pelestarian relief candi Jago dan berasal dari masyarakat sekaligus penikmat seni batik lukis akan disajikan dalam bentuk pameran.
References
Aji, AW. (2018). Candi-candi di jawa tengah dan yogyakarta. Badan penerbit (BP) ISI.
Akhtabi, P. M., & Puryanti, L. (2022). Music and Identity: Immortal Rites’ Art as the Narrative of Contemporary Kejawen Identity. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 22(2), 268-282.
Anggraini, R. D., Ratnawati, I., & Rini, D. R. (2023). Ornamen Candi Bajang Ratu sebagai Ide Kreasi Penciptaan Motif Batik Tulis Sandang. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 3(10), 1485–1503. https://doi.org/10.17977/um064v3i102023p1485-1503
Artbanu. (2018). Candi-candi di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Asmuni, H. (2021). Efisiensi pewarnaan batik tulis dengan waterglass menggunakan roll saving pada kelompok pengrajin batik desa tampo Kec. Cluring Kab. Banyuwangi. Momentum jurnal sosial dan keagamaan.10(1). 10.58472/mmt.v10i1.105.
Azmi. (2016). Memaknai gambar sketsa teknik engraving ipe ma’akruf ditinjau dari aspek ikonografi.Fakultas Bahasa dan Seni. 27(3). https://doi.org/10.24114/bhs.v27i3.5663
Cagar Budaya. (2016, November). Candi jago.Kementrian pendidikan dan kebudayaan direktoral jenderal kebudayaan. CANDI JAGO - Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur (kemdikbud.go.id)
Desynovita. (2019, 2 Oktober). Seni lukis batik: Ekspresi melampaui fungsi. Seni Lukis Batik: Ekspresi Melampaui Fungsi (kemdikbud.go.id).
Gustami, SP..(2004). Proses penciptaan seni kriya “untaian metodologis”. Yogyakarta: Pascasarjana ISI.
Hurlburt, A. (1981). The design concept. watson-guptill.
Kartodirdjo, S. (1993). 700 tahun majapahit (1293-1993): suatu bunga rampai. Dinas pariwisata daerah propensi tingkat I.
Klokke, M.J. (1993).The tantri reliefs on ancient javanese candi.Leiden : KITLV Press.
Maulana, Kemas Reyhan. (2019, 12 Agustus). Perancangan informasi komplek candi dieng melalui media buku ilustrasi. http://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/739.
Musman, A., & Arini, AB. (2011), Batik: Wawasan adiluhung nusantara. G-Media. Pamungkas, DT. (2018). Tubuh manusia sebagai sumber ide penciptaan karya seni lukis.https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Tubuh+manusia+sebagai+sumber+ide+penciptaan+karya+seni+lukis&btnG=.
Purwanto, K. (2015, Maret)). Candi jago dan cerita kunjakarna dalam konteks masa kini. https://.acicis.edu.au/wp-content/uploads/2015/03/PURWANTO-Katherine.pdf.
Sanyoto ES. (2009). Nirmana: Elemen-elemen seni dan desain. Jalasutra.
Sedyawati, E. (2003). Warisan budaya intangible yang “tersisa” dalam yang tangible. Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya., Universitas Indonesia.
Sjukur, A,, Starlita., dkk. (2005). Ensiklopedia umum untuk pelajar. Ichtiar Baru Van Hoeve,.
Suciati, D. R., Ponimin, P., & Sidyawati, L. (2022). Kreasi Artistik Relief Cerita Sri Tanjung Candi Jabung dalam Keramik Teapot. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 2(11), 1584–1601. https://doi.org/10.17977/um064v2i112022p1584-1601
Sumardjo, J. (2000). Filsafat Seni. Penerbit ITB.
Wenny, R.(2022, 2 November). Mengenal batik (klasik vs modern), dari sejarah, teknik pembuatan, dan motif. Good news from Indonesia. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2022/11/14/mengenal-batik-sejarah-teknik-pembuatan-tipe-klasik-dan-modern
Widodo, T. (1992).Dasar-dasar seni lukis.Universitas Negeri Malang.
Widodo, T. (2013). Pengantar seni lukis: Semi abstrak/representasional. Pustaka Kaiswaran.
Wulandari, A.(2011). Batik nusantara: Makna filosofis, cara pembuatan, dan industri batik. Penerbit ANDI.
Zaelaani, A. (2020). Perancangan identitas visual situs percandian batujaya melalui media logo, Elibrary UNIKOM. http://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/3572
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Reyhan Ahmad Daffa, Anak Agung Gde Rai Arimbawa, Lisa Sidyawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.























