Cerita Ajisaka: Dumadine Aksara Jawa sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis Mixed Media

Authors

  • Martha Putri Parinding Seni dan Desain Universitas Negeri Malang
  • Anak Agung Gde Rai Arimbawa Seni dan Desain Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um064v5i42025p485-502

Keywords:

cerita rakyat, aksara Jawa, karya seni lukis mixed media , Alma Hawkins

Abstract

Penciptaan karya seni lukis dengan ide cerita Ajisaka: Dumadine Aksara Jawa berfokus pada alur cerita mengenai asal-usul aksara Jawa yang melibatkan tokoh Ajisaka, Dora, dan Sembada. Karya ini merupakan bentuk implementasi upaya pelestarian eksistensi cerita rakyat daerah sebagai warisan budaya Indonesia, sekaligus sebagai respons terhadap memudarnya pengetahuan budaya lokal seiring kemajuan zaman. Tujuan dari penciptaan ini adalah untuk mewujudkan secara visual karya seni lukis mixed media yang terinspirasi dari cerita Ajisaka: Dumadine Aksara Jawa. Karya diwujudkan secara ilustratif mengikuti alur cerita, dengan jiwa aliran Romantisme guna menghadirkan kesan artistik dan dramatis. Teknik yang digunakan dalam penciptaan meliputi mixed media, plakat, dan blok. Proses penciptaan karya mengacu pada metode Alma Hawkins, yang terdiri dari tiga tahap: eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Melalui tahapan tersebut, dihasilkan lima karya seni lukis yang berjudul Loro Utusan, Pasulayan, Tekaning Pati, Mati Sampyuh, dan Kasetyane Dora lan Sembada. Diharapkan, penciptaan ini dapat menumbuhkan minat masyarakat dalam mengenal, membaca, serta memaknai nilai-nilai sosial yang terkandung dalam cerita Ajisaka: Dumadine Aksara Jawa.

References

Bahari, N. (2014). Kritik seni. Pustaka Belajar.

Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Balai Pustaka.

Djelantik, A. A. M. (2004). Estetika: Sebuah pengantar. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia dengan Arti.

Haryono, S. (2016). Penciptaan karya seni lukis impresionisme mixed media. Asintya: Jurnal Penelitian Seni Budaya, 8(2), 125. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/894038

Kartika, D. S. (2017). Seni rupa modern. Rekayasa Sains.

Merdiana, Y. Y. (2019). Struktur, konteks, dan fungsi cerita rakyat Medangkamulyan. Jurnal Saka, 1(2), 38. https://doi.org/10.33751/jsalaka.v1i2.1283

Nahak, H. M. I. (2019). Upaya melestarikan budaya Indonesia di era globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(1), 171. https://doi.org/10.33369/jsn.5.1.65-76

Ponimin, Nugroho, S., & Nusantari, O. V. A. (2023). Apresiasi dan kreasi seni rupa Nusantara sebagai pendorong kecintaan terhadap budaya Nusantara bagi siswa Sekolah Indonesia Riyadh Arab Saudi. Jurnal Studi Budaya Nusantara, 7(1), 12. https://doi.org/10.21776/ub.sbn.2022.007.01.02

Pujiyanto, M. (2011). Warna berbicara. DeKaVe, 1(2), 1. https://doi.org/10.24821/dkv.v1i2.153

Purwatiningsih. (2002). Metodologi penelitian. Departemen Pendidikan Nasional Universitas Negeri Malang, Fakultas Sastra, Jurusan Seni dan Desain.

Putra, I. G. J. (2018). Fictive dream: Menafsir mimpi, menggali realitas dalam penciptaan seni. Senada: Seminar Nasional Manajemen, Desain dan Aplikasi Bisnis Teknologi, 1(1), 242. https://eprosiding.idbbali.ac.id/index.php/senada/article/view/54

Putra, T. M. (2011). Ekspresi wajah dalam karya seni lukis [Skripsi tidak diterbitkan]. FBS UNP.

Putro, D. F. E. (2017). Tokoh Ariel Mermaid dalam karya seni lukis mix media. Jurnal Ekspresi Seni, 19(1), 101. https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Ekspresi/article/download/131/113

Riyadi, S. (2007). Makna simbolik legenda Aji Saka. Balai Bahasa Yogyakarta.

Riyanto, A. (2018). Cita-cita hidup bahagia sebagai tema dalam penciptaan karya seni lukis. Jurnal Imajinasi, 12(1), 39–42. https://doi.org/10.15294/imajinasi.v12i1.14355

Rochbeind, F. (2022). Penciptaan karya lukis dengan tema perempuan dalam labirin kodratnya: Suatu tinjauan hermeneutic. Journal of Contemporary Indonesian Art, 8(2), 104. https://journal.isi.ac.id/index.php/jcia/article/viewFile/7543/2814

Sabban, M. M. (2024). Edukasi bahasa dan sastra untuk masyarakat: Memperkenalkan cerita rakyat lokal. ABDIMAS UBN: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Banda Naira, 1(1), 9–10. https://josths.id/ojs3/index.php/bakubantu/article/view/386

Salam, S. (2017). Seni ilustrasi. Badan Penerbit UNM.

Salam, S., dkk. (2020). Pengetahuan dasar seni rupa. Badan Penerbit UNM.

Soedarsono, R. M. (2001). Metodologi penelitian seni pertunjukan dan seni rupa. kuBuku.

Sulistyorini, D., & Andalas, E. F. (2017). Sastra lisan. Citra Intrans Selaras.

Sumarwahyudi. (2011). Filsafat ilmu seni. Pustaka Kaiswaran.

Sumarwahyudi. (2010). Perkembangan konsep seni dan keindahan dari masa ke masa. Cakrawala Indonesia.

Sumitri, N. W. (2023). Eksistensi cerita rakyat dan fungsinya dalam kehidupan masyarakat di Manggarai Timur. Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal, 3(1), 45–51. https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/arif/index

Sunarsih, S. (2017). Ajisaka: Dumadine Aksara Jawa. Penerbit Erlangga.

Suryana, Y. (2017). Akulturasi kebudayaan (Hindu-Budha-Islam) dalam buku teks pelajaran Sejarah Nasional Indonesia. JPIS: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 26(1), 104. https://doi.org/10.17509/jpis.v26i1.6925

Widodo, T. (2011). Pengantar seni lukis: Seni abstrak/representasional. Pustaka Kaiswaran.

Widodo, T. (2014). Komposisi dalam seni lukis. Cakrawala Indonesia.

Widyokusumo, L. (2013). Fungsi garis pada desain dan sketsa. Humaniora, 4(1), 341. https://journal.binus.ac.id/index.php/Humaniora/article/view/3444/2830

Downloads

Published

2025-04-21

How to Cite

Parinding, M. P., & Arimbawa, A. A. G. R. . (2025). Cerita Ajisaka: Dumadine Aksara Jawa sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis Mixed Media. Journal of Language Literature and Arts, 5(4), 485–502. https://doi.org/10.17977/um064v5i42025p485-502

Issue

Section

Articles