Struktur dan Instrumentasi Musik Iringan Tari Bantengan pada Grup Panji Laras Svara
DOI:
https://doi.org/10.17977/um064v5i122025p1414-1426Keywords:
Bantengan, Panji Laras Svara, musik etnik, struktur, musik iringan tariAbstract
Panji Laras Svara merupakan grup musik etnik bergenre world music yang memadukan alat musik tradisional dan modern dalam berbagai pertunjukan seni. Salah satu karya yang dihadirkan oleh grup ini adalah musik iringan tari bantengan. Keunikan musik iringan tari bantengan Panji Laras Svara terletak pada penggunaan instrumen yang beragam dan belum lazim digunakan dalam kesenian bantengan, sehingga mampu menghadirkan warna musikal baru. Instrumentasi yang digunakan meliputi gitar bass, gitar akustik, rainstick, trompet Ponorogo, Japanese flute, serunai, sape’, hapidrum, didgeridoo, dan kenong. Keberagaman instrumen tersebut menjadi daya tarik utama penelitian ini karena menunjukkan inovasi dalam penyajian musik iringan tari bantengan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur penyajian dan instrumentasi musik iringan tari bantengan pada grup Panji Laras Svara di Kota Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan narasumber, observasi langsung pada lokasi pertunjukan, serta dokumentasi berupa foto dan video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur penyajian musik iringan tari bantengan terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian A (suguh), bagian B (solah), dan bagian C (trans). Selain itu, instrumentasi musik iringan tari bantengan Panji Laras Svara memadukan instrumen tradisional dan modern secara harmonis sehingga menghasilkan bentuk penyajian musik yang inovatif dalam kesenian Bantengan.
References
Afifah, D. N., & Irawan, I. (2021). Upaya pelestarian kesenian Bantengan di wilayah Prigen Kabupaten Pasuruan (dalam perspektif tindakan sosial Max Weber). Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 1(5), 547–557. https://doi.org/10.17977/um063v1i5p547-557
Ardhiansyah, H. R. (2023). Analisis struktur dan elemen musik epik dalam soundtrack “Wing of Goryeo” karya Kim Ji-Soo. Repertoar Journal, 3(2), 228–238.
Astaguna, D. G. P. (2018). Aplikasi pengenalan kesenian daerah Indonesia berbasis Android [Skripsi sarjana, tidak dipublikasikan. STIKOM Bali].
Batubara, J. (2021). Destinasi: Kolaborasi kreatif musik digital, puisi, dan tari. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 22(1), 1–11. https://doi.org/10.24821/resital.v22i1.5866
Fahlafi, R. F., Kurnita, T., & Fitri, A. (2016). Penyajian musik iringan tari Likok Pulo di Pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik, 1(4). https://doi.org/10.24815/sendratasik.v1i4.5353
Febrianti, F., Huda, N., & Haerussaleh, H. (2025). Analisis simbolis mantra dan ritual dalam kesenian Bantengan di Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Metalingua: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(1), 112–120. https://doi.org/10.21107/metalingua.v10i1.29855
Fraizilla, A. Y. N., & Novariyanto, R. A. (2025). Makna simbolis kesenian Bantengan Putro Tunggul Sari sebagai identitas budaya Kabupaten Malang. Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan, 4(4), 1656–1667.
Gutama, A. (2020). Analisis pola ritme dan bentuk lagu anak. Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik, 3(1), 23–32. https://doi.org/10.26740/vt.v3n1.p23-32
Hidayatullah, F. (2022). Struktur penyajian kesenian Rejung Ringit di Desa Tanjung Bulan Kecamatan Pulau Beringin Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Provinsi Sumatera Selatan. Besaung: Jurnal Seni, Desain, dan Budaya, 7(1). https://doi.org/10.36982/jsdb.v7i1.2031
Ismunandar, I. (2022). Struktur penyajian tari Jepin Rotan Pontianak. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 8(2), 1177–1192. http://dx.doi.org/10.37905/aksara.8.2.1177-1192.2022
Kusumawati, H. S., Rahayu, N. T., & Fitriana, D. (2019). Analisis semiotika model Roland Barthes pada makna lagu “Rembulan” karya Ipha Hadi Sasono. Klitika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2). https://doi.org/10.32585/klitika.v1i2.476
Merdiyatna, Y. Y. (2019). Struktur, konteks, dan fungsi cerita rakyat Karangkamulyan. Salaka: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia, 1(2). https://doi.org/10.33751/jsalaka.v1i2.1283
Novalia, R., & Andayani, S. (2016). Dampak bullying terhadap kondisi psikososial anak di Perkampungan Sosial Pingit. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Pramono, K. H., & Sugmatimur, Y. F. (2024). Pendampingan manajemen produksi pertunjukan pada kegiatan Barakan Pelestari Seni Budaya Nusantara. Gayatri: Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya, 2(1), 17–23. https://doi.org/10.20111/gayatri.v2i1.40
Pratama, A. A., Segara, N. B., Marzuqi, M. I., & Prastiyono, H. (2024). Eksistensi generasi muda pada kesenian Bantengan di Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto. Jurnal Dialektika Pendidikan IPS, 4(2), 19–35. https://doi.org/10.26740/penips.v4i2.60567
Prawardayana, Y. (2014). Megahnya budaya di balik pegunungan: Dinamika kesenian Bantengan Grup Karya Muda Dusun Payan Desa Punten Kecamatan Bumiaji Kota Batu [Disertasi doktor, Universitas Negeri Malang].
Pristiati, T., Sunarto, S., & Wadiyo, W. (2018). The study of performance art “Kethuk Roso” by Fenny Rochbeind. Catharsis, 7(2), 233–240. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/catharsis
Putra, I. P. A. S. S. (2019). Analisis komposisi musik “Kuasa Tanah.” Journal of Music Science, Technology, and Industry, 2(1), 49–. https://doi.org/10.31091/jomsti.v2i1.611
Raibowo, S., Nopiyanto, Y. E., & Muna, M. K. (2019). Pemahaman guru PJOK tentang standar kompetensi profesional. Journal of Sport Education (JOPE), 2(1), 10–15.
Rukajat, A. (2018). Pendekatan penelitian kualitatif (qualitative research approach). Deepublish.
Rustiyanti, S. (2014). Musik internal dan eksternal dalam kesenian Randai. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 15(2), 152–162. https://doi.org/10.24821/resital.v15i2.849
Savira, D., & Sunaryo, S. O. (2023). Analisis penggunaan alat musik pianika dalam pembelajaran seni musik kelas VI SDN Pinang 8 Kota Tangerang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 20974–20978. https://doi.org/10.30595/jrpd.v5i2.21845
Sholiha, N. E. M. (2015). Struktur, makna, dan fungsi mantra dalam kesenian Bantengan Nuswantara di Batu, Malang [Disertasi doktor, Universitas Airlangga].
Sinaga, T. (2019). Music composition of accompaniment for fusion dance 8 ethnics of North Sumatera. Budapest International Research and Critics Institute Journal, 2(2), 321–327. https://doi.org/10.33258/birci.v2i2.266
Sirait, R. A. (2021). Tujuan dan fungsi musik dalam ibadah gereja. Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni, 4(1), 11–21. https://journal.stt-abdiel.ac.id/index.php/tonika/article/view/234
Sugiyono. (2012). Memahami penelitian kualitatif. Alfabeta.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Alfabeta.
Sumaryanto, T. (2010). Metodologi penelitian. Universitas Negeri Semarang.
Suroso, P. (2018). Tinjauan bentuk dan fungsi musik pada seni pertunjukan Ketoprak Dor. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 2(2), 66–78.
Tsania, F. Q. (2018). Desain interior sarana dan prasarana kesenian anak di Surakarta dengan konsep familiarity [Skripsi sarjana, tidak dipublikasikan].
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Alfian Erwin Firmansyah, Tutut Pristiati, Yurina Gusanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.























