Representasi Dehumanisasi dalam Kumpulan Puisi Nyanyian Akar Rumput Karya Wiji Thukul

Authors

  • Dhelvy Sri Rahmadhani Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang
  • Yuni Pratiwi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um064v5i122025p1363-1380

Keywords:

dehumanisasi, Puisi Wiji Thukul, kritik sosial, nilai kemanusiaan, sastra indonesia kontemporer

Abstract

Karya sastra merupakan medium ekspresi penulis dalam merefleksikan realitas sosial, pengalaman, dan peristiwa kehidupan. Melalui sifatnya yang imajinatif, sastra tetap mampu menghadirkan kebenaran-kebenaran manusiawi, termasuk fenomena dehumanisasi yang merendahkan martabat manusia. Fenomena ini menjadi isu penting dalam kehidupan masyarakat kontemporer. Dalam Nyanyian Akar Rumput karya Wiji Thukul, berbagai puisi menggambarkan kondisi sosial yang menempatkan manusia sebagai objek penindasan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan representasi dehumanisasi dalam kumpulan puisi tersebut sebagai bentuk kritik sosial yang relevan dengan situasi kemanusiaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi dokumen. Data berupa puisi-puisi yang memuat tindakan, simbol, atau situasi yang menggambarkan perendahan nilai manusia. Analisis dilakukan dengan membaca intensif, mengelompokkan data, serta menafsirkan makna berdasarkan konteks sosial yang melatarbelakangi karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi-puisi Wiji Thukul memuat representasi dehumanisasi melalui gambaran kekerasan, penghilangan kebebasan, pemaksaan kehendak, dan perendahan harkat manusia. Nilai-nilai kemanusiaan seperti keadilan, kebenaran, dan kebebasan ditampilkan sebagai sesuatu yang ditekan atau diabaikan. Temuan tersebut menegaskan bahwa sastra tidak hanya menjadi wadah estetis, tetapi juga sarana kritik sosial yang mengingatkan pembaca tentang pentingnya menjaga martabat dan hak-hak manusia.

References

Aditya, M., & Mukti, K. M. A. (2018). Kritik sosial dalam kumpulan puisi karya Taufiq Ismail. Asas, 7(3).

Allberlinanda, S. (2022). Dehumanisasi tokoh Sari dalam novel Perempuan Bersampur Merah karya Intan Andaru. Bapala, 17(9). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/34715

Ambarwati, A. (2012). Stereotipe karakter perempuan anak dalam cerita-cerita Kecil-Kecil Punya Karya. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Apriliana, M. (2025). The language of resistance in Wiji Thukul's Nyanyian Akar Rumput: A critical discourse analysis. Polyglot: Journal of Linguistics, Literature, and Language Education, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.64850/polyglot.v1i1.45

Badrun, A. (1999). Teori puisi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Egne, E. (2015). Dehumanization as the central prerequisite for slavery.

Gervais, S. (2013). (Catatan: Referensi ini tidak ada di daftar awal; jika dipakai dalam isi, perlu data lengkap.)

Haslam, N. (2006). Dehumanization: An integrative review. Personality and Social Psychology Review, 10(3), 252–264.

Juliantito, K. H., Warsiman, W., & Rohman, M. F. (2025). Kritik sosial dalam buku kumpulan puisi Nyanyian Akar Rumput karya Wiji Thukul. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(4), 1630–1641. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i4.9036

Kadir, H. (2010). Analisis struktur puisi “Kita adalah pemilik syah republik ini” karya Taufiq Ismail. Inovasi, 7(2).

Maramis, M. R., & Mulyaningsih, I. (2023). Penggunaan gaya bahasa dalam Nyanyian Akar Rumput kumpulan lengkap puisi Wiji Thukul (Tinjauan stilistika). ANUFA, 1(2), 189–200. https://doi.org/10.63629/anufa.v1i2.43

Muttaqin, H. F. Z. (2019). Dehumanisasi: Komparasi pemikiran Richard Rorty dan Paulo Freire (Skripsi, UIN Sunan Ampel Surabaya).

Netzer, G. (2018). Families in the intensive care unit: A guide to understanding, engaging, and supporting at the bedside (p. 134). Springer International Publishing.

Ningsih, W. L. (2023). Biografi Wiji Thukul, penyair dan aktivis korban penghilangan paksa. https://www.kompas.com/stori/read/2023/01/06/080000479/biografi-wiji-thukul-penyair-dan-aktivis-korban-penghilangan-paksa?page=all

Nurmaya, F. (2021). Penyair sekaligus aktivis. https://mediahusbandry.com/widji-thukul-penyair-sekaligus-aktivis/

Puri, A. R. (2020). Analisis struktural pada kumpulan puisi Tirani dan Benteng karya Taufiq Ismail sebagai alternatif bahan ajar kelas X (Skripsi, FKIP UNPAS). http://repository.unpas.ac.id/50049/

Salamah, C. N., Ginting, E., & Farid, M. M. (2025). Puisi sebagai media komunikasi propaganda masyarakat (Analisis puisi-puisi Wiji Thukul dalam buku Nyanyian Akar Rumput kumpulan lengkap puisi). Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(3), 5955–5963.

Saragih, D. K., & Rohman, A. (2023). Nilai kemanusiaan dalam kumpulan puisi Nyanyian Akar Rumput karya Wiji Thukul (Kajian sosiologi sastra). SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(7), 2671–2677. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i7.1139

Smith, W. A. (2001). Conscientização: Tujuan pendidikan Paulo Freire. Pustaka Pelajar.

Sundusiah, S., & Rahma, R. (2015). Model poetry wordgames dalam pembelajaran ekspresi tulis puisi pada pembelajar BIPA. JPP LPPM UPI, 15(3). https://ejournal.upi.edu/index.php/jer/article/view/1431

Surya Khoir, F. (2021). Wujud etika dalam kumpulan cerpen Persekongkolan Ahli Makrifat karya Kuntowijoyo: Kajian sastra profetik. Sapala, 8(1). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-sapala/article/view/38892

Taum, Y. Y. (2006). Wiji Thukul: Setitik cahaya kebenaran. http://endonesia.net/articles.php (Diakses 15 Juli 2023)

Thukul, W. (2014). Nyanyian Akar Rumput (Kumpulan puisi). PT Gramedia Pustaka Utama.

Tim Buku TEMPO. (2013). Wiji Thukul: Teka-teki orang hilang. Kepustakaan Populer Gramedia.

Waluyo, H. J. (2002). Apresiasi puisi. Gramedia Pustaka Utama.

Wicaksono, G. E. (2018). Kritik sosial dalam naskah drama Operasi karya Putu Wijaya: Tinjauan sosiologi sastra dan implementasinya sebagai bahan ajar sastra di SMA (Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Widhana, D. H. (2021). Wiji Thukul hilang dan utang pemerintah pada kejahatan kemanusiaan. https://tirto.id/wiji-thukul-hilang-dan-utang-pemerintah-pada-kejahatan-kemanusiaan-chmH

Yudo Hantoro, A., Doyin, & Mulyono, M. (2014). Kelayakan syair lagu karya Iwan Fals sebagai bahan ajar apresiasi puisi SMA. Jurnal Sastra Indonesia, 3(1). http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jsi

Downloads

Published

2025-12-23

How to Cite

Rahmadhani, D. S., & Pratiwi, Y. (2025). Representasi Dehumanisasi dalam Kumpulan Puisi Nyanyian Akar Rumput Karya Wiji Thukul. Journal of Language Literature and Arts, 5(12), 1363–1380. https://doi.org/10.17977/um064v5i122025p1363-1380

Issue

Section

Articles