Problematika Guru Seni Budaya dalam Pelaksanaan Pembelajaran Seni Tari di SMP Negeri
DOI:
https://doi.org/10.17977/um064v5i32025p299-311Keywords:
Problematika Guru, Seni Tari, SMP Negeri , non-instruksional, pembelajaranAbstract
Guru memiliki peran penting dalam pembelajaran, termasuk menganalisis kebutuhan siswa, merancang pembelajaran yang efektif, serta mengaktifkan siswa agar terbimbing dan terlatih. Namun, dalam praktiknya, guru menghadapi berbagai kendala, terutama dalam pembelajaran Seni Tari. Problematika ini dapat berasal dari faktor internal guru, siswa, lingkungan, serta aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumen, dan dokumentasi langsung di SMP Negeri 1 Tarik. Narasumber utama adalah guru Seni Budaya, serta delapan siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala pembelajaran Seni Tari terbagi menjadi dua aspek utama, yaitu problematika instruksional yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, serta problematika non-instruksional yang meliputi faktor guru, siswa, lingkungan, dan kurikulum. Salah satu temuan utama adalah kesulitan guru dalam mengajarkan Seni Tari karena latar belakang pendidikan yang lebih berfokus pada Seni Musik. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya guru dengan kompetensi khusus di bidang Seni Tari. Kajian lebih lanjut diharapkan dapat memperdalam analisis dan memperkaya referensi mengenai tantangan serta strategi pembelajaran Seni Tari di SMP.
References
A.M, Sardiman. (2010). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Rajawali Press.
Aan Prabowo, H. (2013). Definisi materi pembelajaran dalam objek penelitian. Jurnal Ilmu Perpustakaan.
Ansari, N. N. (2014). Prevalence, severity, and secular modern of caries: A literature review. Saudi Journal of Medical Science.
Arifin, Z. (2016). Evaluasi pembelajaran (Prinsip, teknik, dan prosedur). PT Remaja Rosdakarya.
Daryanto. (2014). Pendekatan pembelajaran saintifik kurikulum 2013. Penerbit Gava Media.
Erniana, M., Taat, K., & Aida, F. (2017). Pelaksanaan pembelajaran seni tari di kelas VII SMP Negeri 1 Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, 2, 146–157.
Hamdayama. (2017). Metodologi pengajaran. Bumi Aksara.
Hamidah, S. (2014). Pengaruh lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap minat berwirausaha siswa. Jurnal Pendidikan Vokasi, 4(2).
Hasbullah. (2012). Dasar-dasar ilmu pendidikan. Raja Grafindo Persada.
Ibrahim, N. (2014). Perencanaan pembelajaran teoritis dan praktis. Mitra Abadi.
Lamatenggo, N. (2016). Tugas guru dalam pembelajaran: Aspek yang mempengaruhi. Bumi Aksara.
Masjid, A. (2016). Perencanaan pembelajaran mengembangkan standar kompetensi guru. PT Remaja Rosdakarya.
Munardji, & Purwanto, A. (2008). Desain teknologi instruksional sebagai landasan perencanaan dan penyusunan proses pembelajaran. STAIN Tulungagung Press.
Musaheri. (2011). Pengantar ilmu pendidikan. Ircisod.
Naditasari, R. I., & Pratamawati, E. S. D. (2024). Efektifitas dalam Upaya Meningkatkaan Kecerdasan Kinestetik melalui Gerak Tari Kreasi pada Peserta Didik Kelas 7.8. Journal of Language Literature and Arts, 4(2), 181–187. https://doi.org/10.17977/um064v4i22024p181-187
Nurmila, S. D. (2019). Analisis problematika guru seni budaya (Seni Musik) dalam melaksanakan mata pelajaran seni budaya di SMA Negeri Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Indonesia Journal of Basic Education.
Nurul, S. (2020). Penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran. Jurnal Ilmiah Mahasiswa.
Petmita, R., & Susmiarti, S. (2024). Pelaksanaan pembelajaran seni tari pada kurikulum merdeka belajar di SMA Negeri 2 Bayang. Abstrak: Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain, 1(4), 212-224. https://doi.org/10.62383/abstrak.v1i4.239
Rahayuningtyas, W., Woro, E., SDP, T. S., & Widayati, T. S. (2011). Audio-visual learning method of guided apprenticeship: Mana simbolik lakon Kangsa Adu Jago dalam pertunjukan wayang kulit purwa. Harmonia, 11(1).
Retno. (2017). Kecerdasan emosional dan spiritual melalui pendidikan apresiasi seni tari di sekolah dasar. Perpustakaan UM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
Rif’ah, M. L., & Wahyuningtyas, T. (2025). Penggunaan Model Pembelajaran Jigsaw untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Materi Pokok Tari Tradisional Kelas VIII SMP. Journal of Language Literature and Arts, 5(2), 199–213. https://doi.org/10.17977/um064v5i22025p199-213
Roestyah, N. K. (2015). Strategi belajar mengajar. Bina Aksara.
Sanjaya, W. (2010). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Penada Media Grup.
Setiana, D. S., & Nuryadi. (2020). Kajian kurikulum sekolah dasar dan menengah. Gramarsurya.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tiar, Y. T., Pratamawati, E. W. S. D., & Widyawati, I. (2023). Pengelolaan Pembelajaran Tari pada Padepokan Seni Alang Alang Kumitir, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi. Journal of Language Literature and Arts, 3(7), 931–946. https://doi.org/10.17977/um064v3i72023p931-946
Yudhystira, A., Syahri, N. H., & Yusuf, M. (2018). Analisis pelaksanaan pembelajaran seni budaya di SMP Negeri 2 Konawe Selatan. Jurnal Wahana Kajian Pendidikan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ilfarika Ainurianata, Wida Rahayuningtyas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.























