Pengembangan bahan ajar berbasis laboratorium untuk kegiatan siswa memahami tekanan zat kelas VIII SMP/ MTS
DOI:
https://doi.org/10.17977/um067v1i2p93-99Keywords:
bahan ajar, laboratorium, tekanan zatAbstract
Pada pembelajaran IPA hendaknya siswa dapat berperan aktif. Upaya yang dilakukan untuk mengukur keaktifan siswa adalah dengan melakukan percobaan atau eksperimen. Kegiatan percobaan atau eksperimen tersebut dapat dituangkan dalam bahan ajar yang digunakan oleh guru dan siswa. Dengan demikian penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengembangkan bahan ajar berbasis laboratorium dan mengukur kelayakan bahan ajar berbasis laboratorium untuk memahami tekanan zat siswa kelas VIII SMP/ MTs yang layak dan valid. Spesifikasi produk yang dikembangkan meliputi: (1) berorientasi pada kegiatan praktikum; (2) bahan ajar yang dikembangkan dapat meningkatkan keterampilan siswa melalui kegiatan praktikum; (3) bahan ajar yang dikembangkan sesuai dengan kurikulum 2013 revisi yang mencangkup dua KD 3.8 dan KD 4.8 kelas VIII; (4) terdiri dari buku guru dan buku siswa. Model pengembangan dan penelitian yang digunakan yaitu 4-D yang terdiri dari 4 tahap, yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran), namun pada penelitian ini hanya sampai tahap Develop (pengembangan). Kelayakan produk diperoleh dari hasil validasi oleh validator ahli dan uji keterbacaan oleh siswa kelas VIII dan guru IPA SMP. Berdasarkan hasil validasi buku siswa dan buku guru masing-masing diperoleh persentase 78,27 persen dan 78, 13 persen. Pada uji keterbacaan oelh guru dan siswa diperoleh hasil persentase sebesar 85,30 persen dan 92,17 persen. Berdasarkan persentase kelayakan yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berbasis laboratorium untuk kegiatan siswa memahami tekanan zat siswa kelas VIII SMP/ MTs telah memenuhi kriteria layak untuk diterapkan dalam pembelajaran IPA.
References
Adiaty, F. (2014). Pengaruh pembelajaran berbasis laboratorium berbantukan kit fisika dengan pendekatan contextual teaching and learning terhadap hasil belajar fisika siswa kelas XI SMAN 8 PADANG. Pillar of physics education, 3(1).
Daryanto, A. D., & Dwicahyono, A. (2014). Pengembangan perangkat pembelajaran (silabus, RPP, PHB, bahan ajar). Yogyakarta: Gava Media.
Nasional, D. P. (2008). Panduan pengembangan bahan ajar.
Ates, O. Eryilmaz.(2011). In Effectiveness Of Hands-On And Mind-On Activities On Student's Achievement And Attitudes Toward Physics. Asia-Pasific Forum On Science Learning And Teaching.
Hofstein, A., & Lunetta, V. N. (2004). The laboratory in science education: Foundations for the twenty‐first century. Science education, 88(1), 28-54.
Huntula, J., Sharma, M. D., Johnston, I., & Chitaree, R. (2011). A framework for laboratory pre-work based on the concepts, tools and techniques questioning method. European journal of physics, 32(5), 1419.
Hussain, M., & Akhtar, M. (2013). Impact of hands-on activities on students’ achievement in science: An experimental evidence from Pakistan. Middle-East Journal of Scientific Research, 16(5), 626-632.
Karyatin, K., Zubaidah, S., & Ibnu, S. (2013). Penerapan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Laboratorium untuk Meningkatkan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VIII. 4 di SMP Negeri 1 Probolinggo.(Tesis). DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM.
Kilinç, A. (2007). The Opinions of Turkish Highschool Pupils on Inquiry Based Laboratory Activities. Online Submission, 6(4).
Waluyo, M. E., & Parmin, P. (2014). Pengembangan panduan praktikum IPA terpadu berbasis inkuiri terbimbing tema fotosintesis untuk menumbuhkan keterampilan kerja ilmiah siswa SMP. Unnes Science Education Journal, 3(3).
Pendidikan, K., & Indonesia, K. R. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomer 20 tahun 2016 tentang Standar Kelulusan.
Pendidikan, K., & Indonesia, K. R. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomer 21 tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah.





1.png)
4.png)




