Dari LOL hingga FYP: Pengembangan Kamus Istilah Twitter (X) sebagai Upaya Pencegahan Miskomunikasi Digital

Authors

DOI:

https://doi.org/10.17977/um064v5i72025p819-836

Keywords:

X, kamus X, Gen Z, register, model 4D

Abstract

Perkembangan istilah berdasarkan register pengguna Twitter (X) di Indonesia semakin beragam. Ketidaktahuan terhadap makna kosakata tertentu dapat menyebabkan miskomunikasi yang menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan pengguna Twitter (X). Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan sebanyak 245 register yang kemudian diklasifikasikan menjadi 216 lema dan 29 sublema dalam Kamus Istilah Twitter (X) Indonesia. Kamus ini terdiri atas 56 register berbahasa Indonesia, 171 register berbahasa Inggris, 15 register hasil perpaduan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, serta 3 register dari bahasa lain. Sebagian besar register tersebut berupa singkatan dan akronim yang berfungsi untuk menyampaikan keluh kesah, mencari informasi, dan menjalin relasi antarpengguna. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan hasil analisis kebutuhan, proses pengembangan, hasil uji validasi, serta hasil uji coba pemakaian kamus. Penelitian ini dikembangkan dengan menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Kamus Istilah Twitter (X) Indonesia memperoleh kriteria “layak” dari ahli leksikologi (70 persen), “sangat layak” dari ahli bahasa (89 persen), “sangat layak” dari ahli desain (91 persen), serta “sangat layak” dari validasi keakuratan makna (96 persen). Uji coba pada kelompok kecil menunjukkan tingkat kepuasan sebesar 87 persen, sedangkan pada kelompok besar mencapai 90 persen, keduanya termasuk dalam kategori “sangat layak”.

References

Afdhaliyah, R., & Haq, S. C. (2021). Variasi bahasa dalam media sosial Twitter. GHÂNCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 104–116.

Aminuddin. (2015). Semantik: Pengantar studi tentang makna. Sinar Baru Algesindo.

Andini, K., Permata, R. R., & Ayu, M. R. (2021). Pelindungan hak cipta pada penggunaan gambar di internet yang dijadikan desain pada fitur filter cerita (stories) aplikasi Instagram secara tanpa hak untuk tujuan komersil. Widya Yuridika: Jurnal Hukum, 4(2). https://doi.org/10.31328/wy.v4i2.1234 (tambahkan DOI jika tersedia)

Ardhana, M. R., Ahmad, M. R., & Rijal, S. (2021). Penggunaan variasi bahasa di media sosial Twitter (X): Kajian sosiolinguistik. Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies, 4(1), 1–9.

Arsyad, A. (2009). Media pembelajaran. PT Raja Grafindo Persada.

Chaer, A. (2007). Leksikologi & leksikografi Indonesia. Rineka Cipta.

Daulay, I. R. (2016). Kata majemuk bahasa Batak Angkola. Jurnal Metamorfosa, 4(1), 63–73.

Datareportal. (2023, Januari 6). Digital 2023: Global overview report. https://datareportal.com/reports/digital-2023-global-overview-report

Ependi, U. (2014). Implementasi metode OOAD pada perancangan kamus istilah akuntansi berbasis mobile. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SENTIKA), 143–147.

Fauzan, U. (2014). Analisis wacana kritis dari model Faiclough hingga Mills. Jurnal Pendidik, 6(1).

Fauziah, E. R., Safitri, I. N., Rahayu, A. S. W., & Hermawan, D. (2021). Kajian sosiolinguistik terhadap penggunaan bahasa slang di media sosial Twitter. BASINDO: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya, 5(2), 150–157.

Gadgetdiva.id. (2022, Oktober 26). Twitter ungkap pengguna Twitter di Indonesia paling banyak Gen Z. https://gadgetdiva.id/aplikasi/39225-pengguna-Twitter (X)-indonesia-terbanyak-gen-z/

Gustinasari, M., Ardi, A., & Lufri, L. (2017). Pengembangan modul pembelajaran berbasis konsep disertai contoh pada materi sel untuk siswa SMA. Bioeducation, 1(1), 60–73.

Hidayah, N., & Qomariah, U. K. (2020). Kamus tematik sains sebagai upaya meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa Arab mahasiswa biologi. Al-Lahjah, 3(2), 20–28.

Ibrahim, A. S., & Suparno. (2008). Sosiolinguistik. Universitas Terbuka.

Jayanti, C. T., Taufiqurrahman, F., Rahmania, L. A., Paramita, M. A. P., & Af’idah, A. (2021). Register prostitusi pada wacana iklan prostitusi modern di media sosial Twitter. ISoLEC Proceedings, 5(1), 217–225.

Jayanti, C. T., Rahmania, L. A., & Safii, M. (2021). Pengembangan perpustakaan kamus digital di era digitech education pada masa pandemi COVID-19. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua, 6(2), 51–58.

Kridalaksana, H. (2008). Kamus linguistik. PT Gramedia Pustaka Utama.

Lestari, Y. (2021). Pengembangan kamus berima populer sebagai acuan pembelajaran sastra dan penerbitan karya sastra [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Makassar].

Mulyatiningsih, E. (2016). Riset terapan dan bidang pendidikan teknik. UNY Press.

Nurdin, N. (2019). Analisis miskomunikasi dalam bahasa lisan dan bahasa tulis berdasarkan konteks wacana. JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 1(2).

Rayanto, Y. A., & Sugianto. (2020). Penelitian pengembangan model ADDIE dan R2D2: Teori dan praktek. Lembaga Academic & Research Institute.

Riani. (2021). Komunikasi efektif. Pustaka Taman Ilmu.

Riduwan. (2011). Belajar mudah penelitian untuk guru-karyawan dan peneliti pemula. Alfabeta.

Rismaya, R., Wahya, W., & Lukman, F. (2022). Kata Bahasa Indonesia penanda register Twitter: Suatu kajian morfologi. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 5(2), 511–526.

Rosalina, R., Auzar, A., & Hermandra, H. (2020). Penggunaan bahasa slang di media sosial Twitter. JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa, 2(1), 77–84.

Samsudin, E. (2016). Pengembangan kamus pengecatan otomotif sebagai media belajar siswa. E-Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif-S1.

Scheffer-Sumampouw, C. S. (2022). Komunikasi profesional bagi Gen Z di Kota Sungailiat-Bangka dan Tangerang-Banten. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), 5, 1–10.

Setiawan, T. (2015). Leksikografi. Penerbit Ombak.

Sitepu, T., & Rita, M. P. (2017). Bahasa Indonesia sebagai media primer komunikasi pembelajaran. Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(1), 67–73.

Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tafonao, T. (2018). Peranan media pembelajaran dalam meningkatkan minat belajar mahasiswa. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 2(2), 103–114.

Thiagarajan, S. (1974). Instructional development for training teachers of exceptional children. Indiana University.

Wati, P. G., Juanda, J., & Adnan, A. (2020). Pengembangan kamus bahasa Sumbawa–Bahasa Indonesia bidang pertanian. Prosiding Seminar Nasional IPPeMas, 1(1), 566–579.

Yamin, M., Putri, A. M., Rohimah, R., Chairunnisa, S., & Chaidar, M. R. (2022). Kamus digital sebagai sarana hifdzul mufrodah di kelas VII-1 Madrasah Tsanawiyah Negeri Samarinda. Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo, 3(3), 195–203.

Downloads

Published

2025-07-16

How to Cite

Ramadania, R., & Jayanti, C. T. (2025). Dari LOL hingga FYP: Pengembangan Kamus Istilah Twitter (X) sebagai Upaya Pencegahan Miskomunikasi Digital. Journal of Language Literature and Arts, 5(7), 819–836. https://doi.org/10.17977/um064v5i72025p819-836

Issue

Section

Articles