Proses Kreatif Penulisan Antologi Puisi Aksara Loka
DOI:
https://doi.org/10.17977/um064v5i52025p520-536Keywords:
pembelajaran puisi, peristiwa alam, Buku Aksara Loka, AntologiAbstract
Puisi merupakan gambaran dari apa yang dirasakan dan dipikirkan, yang dapat berupa imajinasi, pengalaman, serta perasaan, dan diungkapkan melalui bahasa yang khas dan menonjol. Salah satu fungsi puisi adalah sebagai respons terhadap fenomena atau kondisi yang sedang terjadi di masyarakat. Proses kreatif penulisan antologi puisi Aksara Loka meliputi tahap pramenulis, menulis, dan pascamenulis. Penulisan antologi ini menggunakan tiga pendekatan, yaitu riset, metafora, dan kesadaran bunyi. Tujuan penulisan Aksara Loka adalah untuk mendokumentasikan beragam peristiwa alam, menyampaikan persepsi tentang kondisi alam di Indonesia, serta membangun nilai positif tentang kepedulian terhadap lingkungan. Antologi ini telah divalidasi oleh tiga orang validator ahli. Hasil dari proses penciptaan ini adalah lima puluh lima puisi. Antologi puisi Aksara Loka dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran puisi, sekaligus dikembangkan menjadi bahan ajar. Buku Aksara Loka dapat dikembangkan sebagai bahan ajar dengan cara: (1) menambahkan materi tentang puisi, (2) menyisipkan latihan soal, dan (3) melengkapi dengan kegiatan evaluasi.
References
Amrulloh, M. A. (2017). Kesamaan bunyi pada sajak (Kajian fonologi al-Qur’an dalam Surat al-‘Asar). Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, 9(1), 99–109. https://doi.org/10.24042/albayan.v9i1.1082
Faiza, N. A. R. (2019). Cash Waqf linked sukuk sebagai pembiayaan pemulihan bencana alam di Indonesia. http://digilib.uinsby.ac.id/33325/
Fitriani, F., & Indriaturrahmi, I. (2020). Pengembangan e-modul sebagai sumber belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X MAN 1 Lombok Tengah. Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika, 4(1), 16–25. https://doi.org/10.36312/e-saintika.v4i1.165
Hasbullah, W. P. (2018). Gambaran kemiskinan dalam novel MA YAN karya Sanie B. Kuncoro: Tinjauan sosiologi sastra Ian Watt. http://eprints.unm.ac.id/6059/
Lestari, I. (2013). Pengembangan bahan ajar berbasis kompetensi. Padang: Akademia Permata.
Minderop, A. (2016). Psikologi sastra: Karya, metode, teori, dan contoh kasus [E-reader version]. https://www.ipusnas.id
Musfiqon, H., & Arifin, M. B. U. B. (2016). Menjadi penulis hebat. Nizamia Learning Center. https://books.google.co.id/books?id=zfHuDwAAQBAJ
Paino, N. P., Hutagaol, D. D. S., & Sagala, A. U. (2021). Analisis penanda hubungan sinonimi dan hiponimi pada puisi “Membaca Tanda-Tanda” karya Taufiq Ismail. Pena Literasi, 4(1), 37–44. https://doi.org/10.24853/pl.4.1.%25p
Pratiwi, N. K. (2020). Analisis tokoh dan tindakan otoriter dalam cerpen Ripin karya Ugoran Prasad. Jurnal Akrab Juara, 4(4), 216–228. http://www.akrabjuara.com/index.php/akrabjuara/article/view/980
Putri, A. K., Prameswari, C. P., & Karkono, (2022). Bentuk Cinta Rama dan Sinta dalam Puisi Geram Rama Kepada Sinta, Puisi Jawaban Sinta Kepada Rama, serta Puisi Mimpi Sinta Karya Djoko Saryono. Journal of Language Literature and Arts, 2(5), 614–627. https://doi.org/10.17977/um064v2i52022p614-627
Qomariah, S. (2020). Pacar berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja. Jurnal Kesmas Asclepius, 2(1), 44–53. https://doi.org/10.31539/jka.v2i1.585
Rahmawati, V., & Widyartono, D. (2025). E-Modul Berdiferensiasi Renjana Menulis Puisi Berbasis Project-Based Learning. Journal of Language Literature and Arts, 5(2), 178–190. https://doi.org/10.17977/um064v5i22025p178-190
Rahmayantis, M. D. (2017). Pengembangan bahan ajar membaca indah puisi untuk siswa SMP kelas VII. Kembara: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 2(1), 47–56. https://doi.org/10.22219/kembara.v2i1.4043
Sa’diyah, N., & Fawzi, A. (2024). Bahan Ajar Menulis Puisi Ekspresif Berbasis Kontekstual. Journal of Language Literature and Arts, 4(5), 486–495. https://doi.org/10.17977/um064v4i52024p486-495
Sari, P. (2005). Penggunaan metafora dalam puisi William Wordsworth. DIALEKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Matematika, 1(2), 115–128. https://journal.fkip-unilaki.ac.id/index.php/DIA/article/view/11
Siswanto, W. (2013). Pengantar teori sastra. Malang: Aditya Medika Publishing.
Syarifah, L. T. (2019). Nilai moral puisi Ketika Agama Kehilangan Tuhan karya Gus Mus. Jurnal Bindo Sastra, 3(2), 126–129. http://jurnal.um-palembang.ac.id/index.php/bisastra/index
Utami, N. W. (2011). Optimalisasi sumber belajar dalam peningkatan apresiasi siswa terhadap matematika. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7, 366–375. https://core.ac.uk/download/pdf/11064952.pdf
Warti, A. B., & Nabila, N. Y. (2022). Simbol Penantian pada Puisi Asmaradana Karya Goenawan Mohamad dan Puisi Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono: Kajian Semiotika. Journal of Language Literature and Arts, 2(4), 519–530. https://doi.org/10.17977/um064v2i42022p519-530
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Herla Eka Yuana Sinta Herla, Ariva Luciandika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.























