Intimacy Virtual pada Pasangan Romantis yang Belum Pernah Bertemu Secara Tatap Muka: Studi Fenomenologi

Authors

  • Uly Dahniar Utami Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Malang
  • Nur Rohmah Hidayatul Qoyyimah Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Malang
  • Mohammad Bisri Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Malang
  • Raissa Dwifandra Putri Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um070v6i12026p65-88

Keywords:

early adulthood, intimacy, virtual dating

Abstract

Humans need social relationships to develop a sense of identity and achieve well-being. In early adulthood, the development of a sense of identity can be achieved through intimacy. One form of intimacy developed at this stage is through establishing romantic relationships or dating. This study aims to explore the dynamics of virtual intimacy in romantic couples who have never met face-to-face. The study uses a qualitative approach with a phenomenological method. There are six participants (three couples) selected based on the duration of their virtual relationship. Data are collected through in-depth interviews and documentation, then analyzed using thematic analysis. The results show that intense communication, self-disclosure, and trust are the main factors in the formation and maintenance of virtual intimacy. In addition, the duration of the relationship influenced the patterns of interaction and the level of self-disclosure between couples. Without physical meetings, participants were able to maintain emotional closeness through consistent virtual interactions. This study is expected to provide an overview of the intimacy formed virtually for future researchers.

Abstrak
Manusia membutuhkan hubungan sosial untuk mengembangkan rasa identitas dan mencapai kesejahteraan. Pada masa dewasa awal, pengembangan rasa identitas dapat dicapai melalui keintiman. Bentuk keintiman yang dibangun pada tahap ini salah satunya melalui menjalin hubungan romantis atau berpacaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika intimacy virtual pada pasangan romantis yang belum pernah bertemu secara tatap muka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Partisipan berjumlah enam orang yang merupakan tiga pasangan yang dipilih berdasarkan durasi hubungan virtual. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang intens, keterbukaan diri, dan kepercayaan menjadi faktor utama dalam pembentukan dan pemeliharaan intimacy virtual. Selain itu, durasi hubungan memengaruhi pola interaksi dan tingkat pengungkapan diri antarpasangan. Tanpa adanya pertemuan secara fisik, partisipan bisa mempertahankan kedekatan secara emosional melalui interaksi virtual yang konsisten. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan gambaran mengenai intimacy yang terbentuk secara virtual bagi peneliti selanjutnya.

References

Al Husna, H. H. (2015). Peran intimacy dan subjective well being terhadap keputusan untuk berpisah pada pasangan yang Menjalani long distancer Relationship. https://psychology.binus.ac.id/20m5/09/26/peran-intimacy-dan-subjective-well-being-terhadap-keputusan-untuk-berpisah-pada-pasangan-yang-menjalani-long-distance-relationship/

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik (Revisi). Rineka Cipta.

Assakinah, N. F., & Azhari, S. (2022). Fenomena sikap dan perilaku mahasiswa dalam pacaran beda pulau (studi analisis pada mahasiswa perantau Di Yogyakarta). PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 1(3), 204–210.

Ben-Ze’ev, A. (2004). Love online: Emotions on the internet. The pitt building, trumpington street, Cambridge, United Kingdom.

Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (1990). Riset kualitatif untuk pendidikan: Pengantar ke teori dan metode (Munandir (ed.)). Universitas Terbuka.

Braun, V., & Clarke, V. (2008). Using thematic analysis in psychology. Qualitative research in psychology, 77–101.

Chambers, D. (2006). Virtual intimacy and online sociality. In new social ties (pp. 113–127). Palgrave Macmillan. https://doi.org/https://doi.org/10.1057/9780230627284_8

Chrisnatalia, M., & Ramadhan, F. A. E. (2022). Kepuasan hubungan romantis pada wanita dewasa awal yang menjalin hubungan pacaran jarak jauh (Studi Deskriptif). Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi, 20(2), 1–7. https://doi.org/10.47007/jpsi.v20i2.266

Fitriyani, A. D., & Iswahyuningtyas, C. E. (2020). Online dating dalam relasi percintaan friends with benefit di media sosial whisper. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(3), 340. https://doi.org/10.31315/jik.v18i3.3404

Hanurawan, F. (2016). Metode penelitian kualitatif: Untuk ilmu psikologi (1st ed.). Rajawali Pers.

Laras, N. A., & Mada, U. G. (2021). “ Pacaran , yuk !”: Sebuah studi kasus mengenai proses percintaan di LINE PLAY , Our avatar world. 42(1).

Lee, J., Gillath, O., & Miller, A. (2019). Effects of self- and partner’s online disclosure on relationship intimacy and satisfaction. In PLoS ONE (Vol. 14, Issue 3). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0212186

Lestari, D. N. A. M., Dewi, A. A. S. L., & Mahaputra, I. B. G. A. (2023). Penerapan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dalam Tindak Pidana Penipuan Love Scam. Jurnal Analogi Hukum, 5(1), 120–125. https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/analogihukum/article/view/6531

Maharani, S. H. (2023). “Lebih banyak dramanya daripada nyatanya”: Makna, motif, dan keberlanjutan hubungan pacaran Virtual di Twitter. Emik, 6(2), 153–172. https://doi.org/10.46918/emik.v6i2.2037

Manasikana, R. A., & Noviani, R. (2021). Peran media massa dan teknologi dalam transformasi keintiman di Indonesia. Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(1), 7–19. https://doi.org/10.37715/calathu.v3i1.1895

Maradoni, & Rozali, Y. A. (2022). Komunikasi interpersonal sebagai pembentuk intimacy pada dewasa awal yang berpacaran. JCA Psikologi, 3(1), 73–81.

Masters, W., Johnson, V. E., & Kolodny, R. C. (1997). Human sexuality (5th Editio). Allyn & Bacon.

Meilin, W. E. (2018). Intimacy pada pasangan virtual display of affection (Vda) dewasa awal. Skripsi. 374.

Meinarno, E. A., & Sarwono, S. A. (2018). Psikologi sosial (Second edi). Salemba Humanika.

Mund, M., & Johnson, M. D. (2021). Lonely me, lonely you: Loneliness and the longitudinal course of relationship satisfaction. Journal of Happiness Studies, 22(2), 575–597. https://doi.org/10.1007/s10902-020-00241-9

Orami. (2024). 10 manfaat pacaran untuk kesehatan fisik dan mental. https://www.orami.co.id/magazine/manfaat-pacaran

Papalia, D. E., & Feldman, R. D. (2014). Menyelami perkembangan manusia edisi 12 buku 2 (12th ed.). Salemba Humanika.

Qodariah, L. F., & Nawangsih, E. (2020). Studi deskriptif mengenai cinta pada wanita yang melakukan online dating tanpa pertemuan. Prosiding Akuntansi, 6(1), 57–61.

Santrock, W. J. (2012). Life-span development Jilid 1 : perkembangan masa-hidup (13th ed.). Erlangga.

Saputri, C. T., Nursanti, S., & Lubis, F. O. (2023). Proses keberhasilan hubungan pengguna aplikasi kencan online tinder Generasi Z. 7, 23081–23087.

Sternberg, R. J. (1988). The triangle Of love (Basic Book).

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Cv. Alfabeta.

Verywell Mind. (2023). The four stages of relationships. https://www.verywellmind.com/the-four-stages-of-relationships-4163472

Walker, G. (2023). Relationship the impact of dating apps on culture: An analysis. Irevolution. https://irevolution.net/impact-of-dating-apps-on-culture/

Wisnuwardani, D., & Mashoedi, S. F. (2012). Hubungan interpersonal. Salemba Humanika.

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

Utami, U. D., Qoyyimah, N. R. H., Bisri, M., & Putri, R. D. . (2026). Intimacy Virtual pada Pasangan Romantis yang Belum Pernah Bertemu Secara Tatap Muka: Studi Fenomenologi. Flourishing Journal, 6(1), 65–88. https://doi.org/10.17977/um070v6i12026p65-88

Issue

Section

Articles