Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran IPS dalam Usaha Memenuhi Kebutuhan Belajar Siswa di SMP
DOI:
https://doi.org/10.17977/um084v3i12025p161-169Keywords:
penerapan, kebutuhan belajar, pembelajaran berdiferensiasi, SMP Negeri 16 Malang, IPSAbstract
Upaya pembelajaran yang berdiferensiasi bertujuan untuk mengubah cara pengajaran di dalam kelas agar lebih sesuai dengan kebutuhan di dalam kelas untuk mencukupi kebutuhan belajar individu anak didik. Kebutuhan belajar siswa dibagi menjadi tiga hal, yaitu kesiapan belajar, ketertarikan, dan karakter belajar. Sasaran dari penelitian ini adalah membuat lingkungan kelas yang inklusif dengan membagikan peluang kepada setiap siswa untuk memahami materi, mengem-bangkan gagasan, dan meningkatkan kemampuan belajar mereka semaksimal mungkin. Studi ini dilakukan dengan tujuan menerapkan metode pembelajaran berdiferensiasi yang membedakan setiap kebutuhan belajar siswa di SMP Negeri 16 Malang, khususnya dalam mata pelajaran IPS, dengan fokus pada peran guru IPS. Pendekatan penelitian yang dipakai adalah deskriptif kualitatif. Penelitian menunjukkan di SMPN 16 Malang, pembelajaran berdiferensiasi, terutama di bidang studi IPS, sudah dimulai menggunakan tes diagnostik untuk menilai kebutuhan belajar, minat, dan karakteristik belajar siswa. Namun, implementasi tersebut masih belum optimal karena konsep pembelajaran berdiferensiasi masih baru bagi mereka. Meskipun begitu, langkah-langkah penerapan dimulai dengan penekanan pada proses, konten dan produk pembelajaran.
References
Akbar, A. (2021). Pentingnya kompetensi pedagogik guru. JPG: Jurnal Pendidikan Guru, 2(1), 23-30.
Alhafiz, N. (2022). Analisis profil gaya belajar siswa untuk pembelajaran berdiferensiasi di SMP Negeri 23 Pekanbaru. J-Abdi: jurnal pengabdian kepada masyarakat, 1(8), 1913-1922.
Dirman, H. M., Mufit, F., & Festiyed, F. (2022). Review and comparison of four-tier multiple choice and five-tier multiple choice diagnostic tests to identify mastery of physics concepts. Jurnal penelitian pendidikan IPA, 8(1), 1-12.
Ferary, D. (2023). A Philosophical perspective on the purpose of education in Indonesia. In comparative and decolonial studies in philosophy of education (pp. 51-71). Singapore: springer nature Singapore.
Herwina, W. (2021). Optimalisasi kebutuhan murid dan hasil belajar dengan pembelajaran berdiferensiasi. Perspektif ilmu pendidikan, 35(2), 175-182.
Kusuma, O. D., & Luthfah, S. (2022). Praktik pembelajaran yang berpihak pada murid. Kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi direktorat jenderal guru dan tenaga kependidikan direktorat kepala sekolah, pengawas sekolah dan tenaga kependidikan.
Masitoh, S., & Cahyani, F. (2020). Penerapan sistem among dalam proses pendidikan suatu upaya mengembangkan kompetensi guru. Kwangsan, 8(1), 332453.
Musa, L., & Kumalasari, D. (2024). Implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam upaya pemenuhan kebutuhan belajar murid pada mata pelajaran IPS. Ideguru: Jurnal karya ilmiah guru, 9(2), 809-814.
Ramadhan, A. R., Afif, A., Chaerani, A., & Putranto, H. H. (2023). Implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran ppkn dalam mewujudkan merdeka belajar di SMP Labschool Jakarta. Ideas: Jurnal pendidikan, sosial, dan budaya, 9(2), 417-426.
Rasheed, F., & Wahid, A. (2018). The theory of differentiated instruction and its applicability: An e-learning perspective. VSRD International Journal of Technical & Non-Technical Research, 9(4), 2319-2216.
Rifqiyah, F., & Nugraheni, N. (2023). Analisis kesiapan belajar siswa untuk pemenuhan capaian kurikulum merdeka dengan pembelajaran berdiferensiasi. Jurnal riset pendidikan dasar (JRPD), 4(2), 145-157.
Rombe, R., Rani, R., Nurlita, N., & Parinding, J. F. (2023). Pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum merdeka belajar menurut Ki Hajar Dewantara pada mata pelajaran pendidikan Agama Kristen. Jurnal pendidikan dan keguruan, 1(6), 541-554.
Safarati, N., & Zuhra, F. (2023). Literature review: pembelajaran berdiferensiasi di sekolah menengah. Jurnal genta mulia, 14(1).
Setiyo, A. (2022). Penerapan pembelajaran diferensiasi kolaboratif dengan melibatkan orang tua dan masyarakat untuk mewujudkan student's well-being di masa pandemi. Bioma: Jurnal Ilmiah Biologi, 11(1), 61-78.
Sherly, S., Dharma, E., & Sihombing, H. B. (2021, August). Merdeka belajar: kajian literatur. In UrbanGreen Conference Proceeding Library (pp. 183-190).
Sugiyono, D. (2020). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.
Sulistyosari, Y., Karwur, H. M., & Sultan, H. (2022). Penerapan pembelajaran IPS berdiferensiasi pada kurikulum merdeka belajar. Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN, 7(2), 66-75.
Tomlinson, C. A. (2001). How to differentiate instruction in mixed-ability classrooms. Ascd.
Wulandari, A. S. (2022). Literature Review: Pendekatan berdiferensiasi solusi pembelajaran dalam keberagaman. Jurnal pendidikan MIPA, 12(3), 682-689.
Yeany, R. H., & Miller, P. A. (1983). Effects of diagnostic/remedial instruction on science learning: A meta analysis. Journal of Research in Science Teaching, 20(1), 19-26.















