Pengaruh pembelajaran inquiry argumentatif terhadap pemahaman konsep siswa kelas X MIA SMA Negeri 3 Malang pada pokok bahasan pembiasan cahaya

Authors

  • Esa Chory Rizky Ananda
  • Sutopo Sutopo
  • Purbo Suwasono

DOI:

https://doi.org/10.17977/um067v1i8p634–638

Keywords:

inkuiri argumentatif, kemampuan pemahaman konsep

Abstract

Penelitian pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa pada subbab pembiasan cahaya melalui model pembelajaran Inquiry Argumentatif. Penelitian ini termasuk jenis penelitian mixed method jenis embedded design, yaitu dengan menggunakan gabungan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Inquiry argumentatif. Peningkatan rata-rata pemahaman konsep siswa pada materi pembiasan pada cahaya sebesar 29,2 persen.

References

Aydin, S., Keleş, P. U., & Haşiloğlu, M. A. (2012). Establishment for misconceptions that science teacher candidates have about geometric optics. The online journal of new horizons in education, 2(3), 7-15.

Creswell, J. W. (2012). Education research: Planning, Conducting and Evaluating Qualitative. Quantitative research. Boston: Pearson.

Debnath, D., Barthakur, N. K., Baruah, R. S., & Goswami, P. K. (2012). Problems of teaching optics in middle school: A survey in Batadraba education block of Nagaon district, Assam, India. International Journal of Scientific and Research Publications, 2(8), 1-4.

Ellianawati, E., & Wahyuni, S. (2010). Pemanfaatan model self regulated learning sebagai upaya peningkatan kemampuan belajar mandiri pada mata kuliah optik. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 6(1).

Kristianingsih, D. D., Sukiswo, S. E., & Khanafiyah, S. (2010). Peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran inkuiri dengan metode pictorial riddle pada pokok bahasan alat-alat optik di SMP. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 6(1).

Morgan, G. A., Leech, N. L., Gloeckner, G. W., & Barrett, K. C. (2004). SPSS for introductory statistics: Use and interpretation. Psychology Press.

Osborne, J. (2010). Arguing to learn in science: The role of collaborative, critical discourse. science, 328(5977), 463-466.

Prihatiningtyas, S., Prastowo, T., & Jatmiko, B. (2013). Imlementasi simulasi PhET dan KIT sederhana untuk mengajarkan keterampilan psikomotor siswa pada pokok bahasan alat optik. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 2(1).

Saeed, F. (2013). An Innovative Teaching Method for Geometric Optics Using Hands-On Exercises in a Large Classroom Setting to Stimulate Engaged Learning. Optometric Education, 38(2).

Suniati, N. M. S., Sadia, I. W., & Suhandana, G. A. (2013). Pengaruh implementasi pembelajaran kontekstual berbantuan multimedia interaktif tehadap penurunan miskonsepsi (studi kuasi eksperimen dalam pembelajaran cahaya dan alat optik di SMP Negeri 2 Amlapura). Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia, 4(1).

Waldrip, B. (2014). Impact of a representational approach on students’reasoning and conceptual understanding in learning mechanics. International Journal of Science and Mathematics Education, 12(4), 741-765.

Umrotun, U. (2012). Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Optik Melalui Teknik Inkuiri Terbimbing Peserta Didik Kelas VIII Semester Genap Tahun Ajaran 2011/2012. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika, 3(1).

Wenning, C. J. (2010). Levels of inquiry: Using inquiry spectrum learning sequences to teach science. Journal of Physics Teacher education online, 5(4), 11-20.

Widayanto, W. (2009). Pengembangan keterampilan proses dan pemahaman siswa kelas X melalui kit optik. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 5(1).

Downloads

Published

11-01-2022

How to Cite

Chory Rizky Ananda, E., Sutopo, S., & Suwasono, P. . (2022). Pengaruh pembelajaran inquiry argumentatif terhadap pemahaman konsep siswa kelas X MIA SMA Negeri 3 Malang pada pokok bahasan pembiasan cahaya. Jurnal MIPA Dan Pembelajarannya, 1(8), 634–638. https://doi.org/10.17977/um067v1i8p634–638

Issue

Section

Articles