Pengembangan perangkat pembelajaran klasifikasi hewan berbasis guided inquiry dengan sumber belajar potensi alam kebun teh Wonosari untuk mengembangkan sikap ilmiah, keterampilan proses sains, dan pemahaman konsep siswa SMP Negeri 3 Lawang
DOI:
https://doi.org/10.17977/um067v1i1p61-70Keywords:
learning device, perangkat pembelajaran, guided inquiry, scientific attitude, sikap ilmiah, comprehension concept, keterampilan proses sains, pemahaman konsepAbstract
The problems found in science learning at SMPN 3 Lawang that the material selected for the classification of animals using the model of inquiry but have not implemented all the syntax inquiry and there has not used natural potentials as learning resource of biology. Related to that, the research has been done to make a product of guided inquiry learning device with learning resource Wonosari Tea Garden, and to know determine effectiveness of learning through assessment scientific attitude, science process skills, and comprehension concept. The research and development used 4D model that was conducted up to a develop step. The results of research and development has been delivered learning device 87.94 percent in very valid category, scientific attitude 85.30 percent in very high category, science process skills 81.93 percent in high category, comprehension concept 78.88 percent in high category, and learning device implementation 91.02 percent in very good category.
Permasalahan yang ditemukan pada pembelajaran IPA di SMPN 3 Lawang bahwa pada materi klasifikasi hewan menggunakan model inquiry, namun belum melaksanakan semua sintaks inquiry serta kurang adanya pemanfaatan kompetensi alam Kebun Teh Wonosari sebagai sumber belajar biologi. Berkaitan dengan hal tersebut telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menyajikan perangkat pembelajaran berbasis guided inquiry dengan sumber belajar Kebun Teh Wonosari dan mengetahui keefektifan perangkat pembelajaran melalui penilaian sikap ilmiah, keterampilan proses sains, pemahaman konsep. Metode penelitian dan pengembangan menggunakan model 4D yang dibatasi hingga tahap develop. Dari hasil penelitian dan pengembangan telah dihasilkan perangkat pembelajaran yang berkriteria sangat valid sebesar 87,94 persen, sikap ilmiah 85,30 persen dengan kriteria sangat tinggi, keterampilan proses sains 81,93 persen dengan kriteria tinggi, pemahaman konsep 78,88 persen dengan kriteria tinggi, serta keterlaksanaan perangkat pembelajaran berkriteria sangat baik 91,02 persen.
References
Akbar, S. D. (2013). Instrumen perangkat pembelajaran.
Ango, M. L. (2002). Mastery of Science Process Skills and Their Effective Use in the Teaching of Science: An Educology of Science Education in the Nigerian Context. Online Submission, 16(1), 11-30.
Anwar, M., & Sugiharto, D. Y. P. (2012). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Biologi Dengan Pendekatan Bioenterpreneurship Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Ilmiah Dan Minat Berwirausaha Siswa. Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology, 1(1).
Arikunto, S., & Jabar, C. S. A. (2004). Evaluasi program pendidikan pedoman teoritis praktis bagi praktisi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Chodijah, S., Fauzi, A., & Ratnawulan, R. (2012). Pengembangan perangkat pembelajaran fisika menggunakan model guided inquiryyang dilengkapi penilaian portofolio pada materi gerak melingkar. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika, 1(1).
Fakhruddin, Z., Eprina, E., & Syahril, S. (2010). Sikap Ilmiah Siswa Dalam Pembelajaran Fisika Dengan Penggunaan Media Komputer Melalui Model Kooperatif Tipe Stad Pada Siswa Kelas X3 Sma Negeri I Bangkinang Barat. Jurnal Geliga Sains: Jurnal Pendidikan Fisika, 4(1).
Indriyani, I. R. (2013). Pengembangan LKS Fisika Berbasis Siklus Belajar (Learning Cycle) 7E Untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Siswa SMA Kelas X Pokok Bahasan Elektromagnetik. The Official UAD Scientific Journal. Tersedia di http://journal. uad. ac. id/index. php/index/index.[diakses 22-2-2013].
Kartono. (2012). Pengembangan Model Penilaian Sikap Ilmiah IPA Bagi Mahasiswa PGSD. (Online), (https://eprints.uns.ac.id/15202/1/Publikasi_Jurnal_(37).pdf), [diakses 8 September 2015].
Lailiyah, S. (2007). Pengaruh penggunaan pendekatan inqoury terhadap kemampuan psikomotorik ditinjau dari kemampuan kognitif mahasiswa jurusan pmipa FKIP UNS tahun ajaran 2006/2007.
Majid, A. (2008). Perencanaan pembelajaran mengembangkan standar kompetensi guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Martiana, C. (2014). Pengembangan perangkat pembelajaran klasifikasi tumbuhan berbasis discovery-inquiry dengan sumber belajar Kebun Raya Purwodadi untuk siswa kelas VII SMP Negeri 1 Purwosari (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Malang).
Nurdiana, F. R. (2014). Pengembangan perangkat pembelajaran ekosistem berbasis discovery-inquiry dengan sumber belajar pantai Lekok sebagai sarana mengembangkan sikap ilmiah, keterampilan proses sains, dan pemahaman konsep siswa kelas VII SMPN 1 Lekok. SKRIPSI Jurusan Biologi-Fakultas MIPA UM.
Pendidikan, B. S. N., & Indonesia, K. R. (2013). Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor, 65.
Pendidikan, M. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014 Tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Tersedia: www. dikmen. kemdikbud. go. id/kurikulum2013/.[Januari 2015].
Sanjaya, W. (2019). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan.
Suwono, H. (2009). Dasar-dasar Penilaian Hasil Belajar IPA. Surabaya: Putra Media Nusantara.
Thiagarajan, S. (1974). Instructional development for training teachers of exceptional children: A sourcebook.
Widowati, A. (2012). Optimalisasi Potensi Lokal Sekolah dalam Pembelajaran Biologi Berbasis Kontruktivisme. Majalah Ilmiah Pembelajaran, 8(2).
Wijayanti, A. (2010). Peningkatan Pemahaman Konsep Prosedur Pengelasan Las Listrik Melalui Pendekatan Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (Paikem) Siswa Kelas X SMK Negeri 5 Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010.





1.png)
4.png)




