Pengembangan perangkat pembelajaran inkuiri berbasis tambak air tawar untuk meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan proses sains dan sikap peduli lingkungan siswa
DOI:
https://doi.org/10.17977/um067v1i1p54-60Keywords:
inquiry learning instrument based on freshwater fishpond, perangkat pembelajaran inkuiri berbasis tambak air tawar, concept comprehension, pemahaman konsep, science process skills and student environmental, keterampilan proses sains, awareness attitude, sikap peduli lingkunganAbstract
The aim of this research is to produce inquiry learning instrument based on freshwater fishpond that meet valid, practical, and effective criteria. This method of research and development uses 4D Thiagarajan et al. (1974) development model but it is restricted up to Disseminate in the summative evaluation substage. Analysis result validation of learning instrument is 94.26 percent, it means that comply criteria is very valid. The result of practicality from lesson plan, student worksheet and hand-out are 92.25 percent, 89.11 percent and 85.78 percent it means that comply criteria is very practical. The effectiveness indicates that there is difference and increase the value of concept comprehension, science process skills and student environmental awareness attitude posttest and student that cooperative learning instrument.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D oleh Thiagarajan et al. (1974) namun dibatasi sampai tahap Disseminate sub tahap summative evaluation. Hasil uji kevalidan perangkat pembelajaran sebesar 94,26 persen yang menunjukkan kriteria sangat valid. Hasil uji kepraktisan dari keterlaksanaan perangkat pembelajaran, LKS dan hand-out sebesar 92,25 persen, 89,11 persen dan 85,78 persen yang memenuhi kriteria sangat praktis. Uji keefektifan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dan peningkatan rerata skor posstest pemahaman konsep, keterampilan proses sains dan sikap peduli lingkungan siswa pada kelas yang menggunakan perangkat pembelajaran inkuiri berbasis tambak air tawar dibanding dengan siswa yang menggunakan perangkat pembelajaran model kooperatif.
References
Burns, H. (2011). Teaching for transformation:(Re) Designing sustainability courses based on ecological principles. Journal of Sustainability Education.
Çorlu, M. A., & Çorlu, M. S. (2012). Scientific Inquiry Based Professional Development Models in Teacher Education. Educational Sciences: Theory and Practice, 12(1), 514-521.
Febriana, I., & Mahanal, S. (2016). Potensi Pembelajaran Inkuiri dalam Menumbuhkan Sikap Siswa terhadap Lingkungan. Prosiding. Semnas Pend IPA Pascasarjana UM, 1.
Ibrohim, I. (2015, September). Pengembangan pembelajaran ipa/biologi berbasis discovery/inquiry dan potensi lokal untuk meningkatkan keterampilan dan sikap ilmiah serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan. In Seminar Nasional Sains dan Entrepreneurship II.
Kebudayaan, K. P. D. (2012). Dokumen kurikulum 2013. Jakarta: Kemendikbud.
Kunandar, K. (2013). Penilaian autentik (Penilaian hasil belajar peserta didik berdasarkan Kurikulum 2013). Jakarta: Rajawali Pers.
Lllewelyn, D. (2013). Teaching High School Science Through Inquiry and Argumantation.
Mardikaningtyas, D. A., Ibrohim, I., & Suarsini, E. (2016). Pengembangan Pembelajaran Pencemaran Lingkungan Berbasis Penelitian Fitoremediasi untuk Menunjang Keterampilan Ilmiah, Sikap Peduli Lingkungan dan Motivasi Mahasiswa pada Matakuliah Dasar-Dasar Ilmu Lingkungan. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 1(3), 499-506.
Nasional, D. P. (2008). Panduan pengembangan bahan ajar.
Nurhadi. Lukman. Abas, R., Erni. Yuliana & Hamrina. (2014). Implementation of Inquiry Based Learning to Improve Understanding the Concept Electric Dynamic and Thinking Skills (an empirical study in class IX Junior High School Students State 4 Kendari). International Journal of Science and Research (IJSR) 5 (3), 471-479. Dari https://www.ijsr.net/archive/v5i3/NOV161532.pdf
Pendidikan, K., & Indonesia, K. R. (2016). Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dan Menengah. Jakarta: Kemendikbud.
Prastowo, A. (2011). Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif.
Salim, K., & Tiawa, D. H. (2015). Implementation of Structured Inquiry Based Model Learning toward Students' Understanding of Geometry. International journal of research in education and science, 1(1), 75-83.
Sanjaya, W. (2015). Perencanaan dan desain sistem pembelajaran. Kencana.
Sen, C., & Sezen Vekli, G. (2016). The Impact of Inquiry Based Instruction on Science Process Skills and Self-Efficacy Perceptions of Pre-Service Science Teachers at a University Level Biology Laboratory. Universal Journal of Educational Research, 4(3), 603-612.
Thiagarajan, S. (1974). Instructional development for training teachers of exceptional children: A sourcebook.
Trianto. (2008). Mendesain Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Kelas. Jakarta: Cerdas Pustaka Publisher.
Wenning, C. J. (2011). Experimental inquiry in introductory physics courses. Journal of Physics Teacher Education Online, 6(2), 2-8.





1.png)
4.png)




