Eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia di Desa Pesanggrahan Kota Batu

Authors

  • Luigi Monttella Putra Aka Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang
  • Hartono Seni dan Desain Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um064v5i102025p1105-1114

Keywords:

eksistensi, Sanggar Karawitan Indonesia, aktivitas manajerial, regenerasi seni, dukungan masyarakat

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan Sanggar Karawitan Indonesia di Kota Batu yang memiliki anggota didominasi oleh anak muda. Fenomena ini menarik karena menunjukkan adanya minat generasi muda terhadap kesenian tradisional di tengah arus globalisasi. Eksistensi sanggar tersebut tidak terlepas dari keterlibatan aktif para anggotanya, kemasan pertunjukan yang kreatif, serta dukungan masyarakat dan pemerintah yang turut berperan dalam menjaga keberlangsungannya. Berbagai upaya dilakukan untuk mempertahankan eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia, baik melalui kegiatan internal seperti pelatihan dan pengembangan kemampuan anggota, maupun kegiatan eksternal berupa pertunjukan dan kolaborasi dengan pihak lain. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini berfokus pada dua permasalahan utama, yaitu keberadaan Sanggar Karawitan Indonesia di Desa Pesanggrahan, Kota Batu, dan bentuk aktivitas yang dilaksanakan oleh sanggar tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta memanfaatkan pemikiran Mark mengenai sosiologi musik. Melalui pendekatan ini, diperoleh gambaran komprehensif mengenai eksistensi dan aktivitas sanggar, yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan masyarakat dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia di tengah perkembangan budaya modern.

References

Ahmad, I. M., & Laksono, A. (2023). Upaya Paguyuban Budi Laras dalam pelestarian seni karawitan di Kampung Tematik Seni Budaya Jurang Blimbing Kota Semarang. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 6(2), 1–10. https://doi.org/10.14710/endogami.6.2.1-10

Anwarudin, O., Sumardjo, S., Satria, A., & Fatchiya, A. (2020). Proses dan pendekatan regenerasi petani melalui multistrategi di Indonesia. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 39(2), 73–85.

Farida, S. I. (2021). Manajemen sumber daya manusia (S. I. Farida, Ed.; 1st ed., Issue 1). CV. Eureka Media Aksara.

Fasya, S., Wasta, A., & Husen, W. R. (2020). Peran dan fungsi kesenian Calung Tarawangsa di Desa Parung Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya. Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni, 3(1), 2620–8598.

Filiananda, R. C., & Handayani, E. W. (2023). Eksistensi Sanggar Karawitan Nyawiji Laras di Desa Gejagan Kabupaten Nganjuk. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(2), 438–449.*

Firdaus, & Saaduddin. (2021). [Artikel tidak memiliki judul lengkap]. Nusantara Smart Journal, 13(1), 1–14. https://ojs.nubinsmart.id/index.php/nsj

Halimah, L. (2016). Musik dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan Musik, 3(September), 675–687.

Handayani, K. (2024). Implementasi manajemen modern pada organisasi. JEMBA: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi, 15(1), 37–48.

Karunianingtias, I. N., & Putra, B. H. (2021). Pelestarian seni di Sanggar Sobokartti Kota Semarang. Jurnal Seni Tari, 10(1), 15–24. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jst/article/view/46385

Latuheru, R. D., & Mustika, M. (2020). Enkulturasi budaya Pamana. Badati, 2(1), 107–113. https://doi.org/10.38012/jb.v2i1.411

Mahdayeni, M., Alhaddad, M. R., & Saleh, A. S. (2019). Manusia dan kebudayaan: Manusia dan sejarah kebudayaan, manusia dalam keanekaragaman budaya dan peradaban, manusia dan sumber penghidupan. Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(2), 154–165. https://doi.org/10.30603/tjmpi.v7i2.1125

Martopangrawit, R. L. (1972). Catatan-catatan pengetahuan karawitan (Vol. 1).

Maulana, M., Kakoe, S., & Puwa, S. (2020). Kedudukan self-determination dalam konteks otonomi dan pengakuan identitas kultural masyarakat adat di Indonesia. GEEJ: Journal of Governance, Ethics and Economics Journal, 7(2), 53–70.

Murcahyanto, H., Imtihan, Y., Mohzana, & Kadafi, M. (2021). Eksistensi pertunjukan musik Burdah. Jurnal Seni dan Budaya, 5(1), 40–52.

Nasution, R. A. (2016). Pembelajaran seni musik bagi pengembangan kognitif anak usia dini. Jurnal Raudhah, 4(1), 11–21. https://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/raudhah/article/view/60/39

Ningrum, D. P., Arifin, T. S. N., & Putra, A. (2021). Penerapan media sosial untuk meningkatkan eksistensi budaya karawitan di Dusun Kanoman Yogyakarta. Jurnal Abdi Insani, 9(September), 1125–1134.

Prestisa, G., & Susetyo, B. (2015). Bentuk pertunjukan dan nilai estetis kesenian tradisional Terbang Kencer Baitussolikhin di Desa Bumijawa Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. Jurnal Seni Musik, 4(1), 16–25.

Qomariyah, S. N. (2019). Faktor-faktor sosial yang mempengaruhi eksistensi kesenian karawitan di Desa Made Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang. Conference on Research & Community Services, 658–664.

Rahmaniar, R., & Mardi, M. (2019). Ideologi konservatisme dalam pendidikan seni musik. Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni, 2(2), 38–48. https://doi.org/10.37368/tonika.v2i2.108

Riyadi, S. (2020). Pemantapan jatidiri bangsa melalui pelatihan karawitan pada Kelompok Karawitan Marsudi Budaya dan SDN Sugihan I Kec. Bendosari Kab. Sukoharjo. Abdi Seni, 11(1), 75–83. https://doi.org/10.33153/abdiseni.v11i1.3129

Sihombing, N. S., Sinaga, A., & Gumelar, R. A. (2023). Manajemen sumber daya manusia di era digital (F. Rahmaditya, Ed.; 1st ed.). Mafy Media Literasi.

Subandi. (2011). Deskriptif kualitatif sebagai salah satu metode penelitian pertunjukan. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 11(2), 173–179. https://media.neliti.com/media/publications/62082-ID-deskripsi-kualitatif-sebagai-satu-metode.pdf

Syarifuddin, D. (2016). Nilai wisata budaya seni pertunjukan Saung Angklung Udjo Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Jurnal Manajemen Resort and Leisure, 13(2), 53–60. https://doi.org/10.17509/jurel.v13i2.4979

Umam, K. (2019). Manajemen organisasi. Pustaka Setia.

Vida, A. N., & Bisri, M. H. (2020). Manajemen seni pertunjukan Solo International Performing Arts (SIPA) oleh Komunitas SIPA di Surakarta. Jurnal Seni Tari, 9(2), 105–115. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jst/article/view/40315

Vijayantara Putra, I. G. M. P., & Devindriati Kusuma, P. S. (2023). Perencanaan manajemen seni pertunjukan Ubud Village Jazz Festival. Journal of Music Science, Technology, and Industry, 6(1), 51–63. https://doi.org/10.31091/jomsti.v6i1.2418

Downloads

Published

2025-10-23

How to Cite

Aka, L. M. P., & Hartono, H. (2025). Eksistensi Sanggar Karawitan Indonesia di Desa Pesanggrahan Kota Batu. Journal of Language Literature and Arts, 5(10), 1105–1114. https://doi.org/10.17977/um064v5i102025p1105-1114

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>