Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Tari Terbang Bandung di Sanggar Dharma Budhaya Kota Pasuruan

Authors

  • Murtafiah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um064v5i52025p569-581

Keywords:

saling mengasihi dan menghormati, tradisi Bandungan, nilai budaya, kearifan lokal

Abstract

Tari Terbang Bandung adalah tari tradisional yang berasal dari Kota Pasuruan. Tarian ini termasuk dalam kategori tari Islami, ditandai dengan penggunaan vokal shalawat dan alat musik tradisional sebagai pengiringnya, sehingga mengandung makna mendalam serta nilai-nilai lokal yang kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk tari serta nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam Tari Terbang Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data dalam penelitian ini mencakup empat tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi metode dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk Tari Terbang Bandung terdiri atas ragam gerak, tata busana, tata rias, properti, dan iringan musik sebagai unsur pendukung. Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Tari Terbang Bandung mencakup nilai pendidikan, religius, sosial, dan budaya. Nilai pendidikan tercermin dalam upaya memberikan edukasi tentang kearifan lokal masyarakat Kota Pasuruan. Nilai religius berkaitan erat dengan keimanan dan kepercayaan kepada Tuhan. Nilai sosial mencerminkan kodrat dasar kehidupan bermasyarakat, seperti saling mengasihi dan menghormati. Nilai budaya merupakan bentuk ekspresi seni tradisi Bandungan yang diwariskan secara turun-temurun.

References

Hidajat, R. (2011). Koreografi & kreatifitas. Yogyakarta: Kendil Pustaka Seni Indonesia Suryodiningrat.

Hidajat, R. M. S. (2024). Nilai lokal yang hilang dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Bali: Bali Nusa Creative.

Ismayanti, A. S. (2023). Nilai-nilai Kearifan Lokal Tradisi Tari Paddekko di Kabupaten Takalar (Skripsi, Fakultas Seni dan Desain).

Jazuli, M. (2008). Pendidikan Seni Budaya Suplemen Pembelajaran Seni Tari. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Juniarta, H. P., Susilo, E., & Primyastanto, M. (2013). Kajian profil kearifan lokal masyarakat pesisir pulau gili kecamatan Sumberasih kabupaten Probolinggo Jawa Timur. ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine Journal), 1(1). https://ecsofim.ub.ac.id/index.php/ecsofim/article/view/10

Lasari, B. M., Hasan, H., & Elvandari, E. (2024). Tata Rias Dan Busana Tari Melaju Dengan Mutu Di Universitas PGRI Palembang. Abstrak: Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain, 1(4), 190-198. https://doi.org/10.62383/abstrak.v1i4.229

Minarto, D. S. (1999). Komposisi dan koreografi I. Malang: Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas Negeri Malang, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Ningrum, M. V. (2023). Modul geografi budaya dan kearifan lokal. [Tempat terbit tidak disebutkan]: [Penerbit tidak disebutkan].

Njatrijani, R. (2018). Kearifan lokal dalam perspektif budaya Kota Semarang. Gema keadilan, 5(1), 16-31. https://doi.org/10.14710/gk.2018.3580

Nurmaning, B. A. (2022). Pelestarian Nilai Kearifan Lokal Melalui Kesenian Reog Kendang Di Tulungagung. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 13(2), 635-642.

Opi, S., Supadmi, T., & Ramdiana, R. (2024). Kajian Koreografi Tari Payung pada Sanggar Lasita Jaya Kabupaten Simeulue. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik, 9(4).

Perdana, P. I. (2021). Rekonstruksi tari Terbang Bandung. Sidoarjo: Penerbit Meja Tamu.

Prasetyo, Y. A. (2024). Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif musik Terbang Bandung berbasis aplikasi Android untuk siswa SMA di Kota Pasuruan. [Tempat terbit dan penerbit tidak disebutkan].

Retnoningsih, D. A. (2017). Eksistensi Konsep Seni Tari Tradisional Terhadap Pebentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar: Array. DIALEKTIKA Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Pendidikan Dasar, 7(1), 20-29.

Sartika, M., Adinugraha, H. H., & Kinasih, H. W. (2018). Kearifan lokal di pedesaan: kajian praktik budaya religi di desa Nyatnyono. International Journal Ihya ‘Ulum Al-Din, 20(1), 109-128.

Sugiyono, P. D. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono, P. D. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suparmin. (1998). Terbang Bandung dalam sebuah renungan. [Tempat terbit tidak disebutkan].

Suparmin. (2004). Teater tradisional Terbang Bandung. [Tempat terbit tidak disebutkan].

Supriadi, M. R. P., & Hidajat, R. (2023). Pergeseran Fungsi Penyajian Tari Terbang Bandung di Sanggar Dharma Budaya Kota Pasuruan. Journal of Language Literature and Arts, 3(6), 804–813. https://doi.org/10.17977/um064v3i62023p804-813

Supriyono, D. (2012). Pengetahuan komposisi tari. Malang: Bayu Media Publishing.

Susrivani, T. A. P. (2024). Analisis nilai-nilai kearifan lokal pada karya tari Miyang di kabupaten Tuban (Skripsi, Universitas Negeri Malang).

Triastuti, P. A. (2006). Kebijakan pemerintah Kota Pasuruan dalam mengembangkan potensi kesenian daerah. [Tempat terbit tidak disebutkan].

Vitasurya, V. R. (2016). Local wisdom for sustainable development of rural tourism, case on Kalibiru and Lopati village, province of Daerah Istimewa Yogyakarta. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 216, 97-108.

Wahyuni, D. T., Rochayati, R., & Siswanto, S. (2023). Deskripsi Tari Jaran Buto Dalam Perspektif Tata Rias dan Busana di Kabupaten Banyuasin Sumatra Selatan. ANTHOR: Education and Learning Journal, 2(4), 440-446. https://doi.org/10.31004/anthor.v2i4.169

Downloads

Published

2025-05-07

How to Cite

Murtafiah, M. (2025). Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Tari Terbang Bandung di Sanggar Dharma Budhaya Kota Pasuruan. Journal of Language Literature and Arts, 5(5), 569–581. https://doi.org/10.17977/um064v5i52025p569-581

Issue

Section

Articles