Perubahan Sajian Artistik Seni Pertunjukan Wayang Kulit Sanggar Seni Gema Budaya Tahun 2010-2023

Authors

  • Nyiworo Dyah Ayu Puspitasari Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang
  • Hartono Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um064v5i72025p797-805

Keywords:

pertunjukan tradisional, perubahan artistic, Seni budaya Jawa Timur, wayang modern, Inovasi pertunjukan

Abstract

Wayang kulit merupakan seni pertunjukan tradisional yang berkembang di Indonesia, khususnya di Sanggar Seni Gema Budaya yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dalam perkembangannya, seni pertunjukan wayang kulit di sanggar tersebut mengalami berbagai perubahan, terutama dalam aspek sajian artistik. Hal ini dipengaruhi oleh dinamika zaman, kreativitas seniman, serta menurunnya minat masyarakat terhadap bentuk pertunjukan wayang kulit klasik yang dianggap monoton dan kurang relevan dengan selera penonton masa kini. Oleh karena itu, para seniman di Sanggar Seni Gema Budaya terus melakukan inovasi kreatif guna menarik kembali minat masyarakat, khususnya generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan lokasi di Sanggar Seni Gema Budaya, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk perubahan sajian artistik meliputi penataan panggung, pencahayaan, iringan musik, penempatan sinden, tata suara, dan kostum, yang dipengaruhi oleh faktor internal berupa kreativitas seniman serta faktor eksternal seperti minat dan kebutuhan masyarakat terhadap bentuk pertunjukan yang lebih segar dan menarik.

References

Amalia, N. A., & Agustin, D. (2022). Peranan pusat seni dan budaya sebagai bentuk upaya pelestarian budaya lokal. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 19(1), 34–40. https://doi.org/10.23917/sinektika.v19i1.13707

Arrovia, Z. I. (2021). Nilai-nilai multikultural dalam kebudayaan Pendalungan di Kabupaten Jember. Al Ma’arief: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya, 3(2), 66–84. https://doi.org/10.35905/almaarief.v3i2.2278

Darunuari, K. (2013). Perkembangan musik iringan pada pertunjukan wayang kulit Kampung Sebelah di Surakarta [Skripsi, Universitas Negeri Jakarta].

Finarno, H. A. (2024). Peranan sound system terhadap estetika pertunjukan wayang kulit Purwa. XXI(1).

Frey, B. B. (2022). Semi-structured interview. The SAGE encyclopedia of research design. SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9781071812082.n555

Goa, L. (2017). Perubahan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral, 2(2), 53–67. https://doi.org/10.53544/sapa.v2i2.40

Gustami, S. P. (2007). Butir-butir mutiara estetika timur: Ide dasar penciptaan seni kriya Indonesia. Prasista.

Julianto, S. (2018). Metode penelitian. Metode Penelitian, 1, 32–41. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/12005/5080

Kirana, N. S. T., Sutrisni, S., & Wijayanto, B. (2023). Klasifikasi sindhenan isen-isen dalam gending uyon-uyon garap lirihan. IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan, 17(2), 635–647.

Laksono, J. T. (2015). Perspektif historis campursari dan campursari ala Manthou’s. Imaji, 8(1). https://doi.org/10.21831/imaji.v8i1.6654

Margerita, A. (2022). Perubahan bentuk kesenian Dongkrek dalam budaya Masyarakat Desa Mejayan KabupatenMadeiun (Doctoral dissertation, Institut Seni Indonesia Surakarta).

Mentor, K. P. (2020). Seni pertunjukan. UPN Jatim. https://repository.upnjatim.ac.id/2335/2/Laporan%20Tugas%20Akhir%20Sora-12-17.pdf

Najamudin, M. (2016). Kajian perubahan sosial budaya. Prosiding Seminar Nasional Lahan Basah, Jilid, 974–982. http://lppm.ulm.ac.id/id/wp-content/uploads/2017/10/SNLB-1606-974-982-Najamudin.pdf

Nanang, Indrawati, L., & Ike, R. (2019). Perbedaan visualisasi atribut dan struktur tubuh wayang kulit Purwa pada tokoh Antareja gaya Yogyakarta dengan gaya Surakarta. Portal Jurnal Elektronik Universitas Negeri Malang, 274–282. https://core.ac.uk/download/pdf/230959138.pdf

Nanik, H. (2023). Persuasi dan janturan dalam pertunjukan wayang Purwa. Prosiding HISKI. https://prosiding.hiski.or.id/ojs/index.php/prosiding/article/view/153/160

Purnomo, H. (2018). Tata artistik (scenografi) dalam pertunjukan. SATWIKA: Jurnal Kajian Budaya dan Perubahan Sosial, 2(2). http://ejournal.umm.ac.id/index.php/JICC

Riswanda, A. W., & Hidajad, A. (2018). Penciptaan tata artistik pada naskah Orang Kaya Baru karya Moliere saduran Nano Riantiarno sutradara Dodot. Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, 1–13.

Robby, H. (2024). Seni pertunjukan sebagai agen perubahan sosial (Muhammad Jazuli, Ed.). Bali Nusa Creative.

Samiarsih, T. (2022). Perubahan Gaya Sajian Pesindhen Dalam Pertunjukan Wayang Kulit Ki Seno Nugroho (Era Tahun 1989-2020) (Doctoral dissertation, Institut Seni Indonesia Yogyakarta (Pascasarjana ISI Yogyakarta)).

Samsuddin. (2022). Drama dalam dimensi seni pertunjukan. CV Budi Utama.

Sari, A. K., Harjanti, W., Wulandari, & Choiifin, M. (2021). Metodologi penelitian. www.tcpdf.org

Setiaji, D. (2017). Tinjauan karakteristik dangdut koplo sebagai perkembangan genre musik dangdut. Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, 1(1), 19–34. https://doi.org/10.33652/handep.v1i1.13

Setiawan, E. (2020). Makna nilai filosofi wayang kulit sebagai media dakwah. Jurnal Al-Hikmah, 18(1), 37–56. https://doi.org/10.35719/alhikmah.v18i1.21

Silvia, D. (2017). Kesenian kreasi [Tugas akhir, Universitas Pendidikan Indonesia], 1–10.

Soekma, Y. (2017). Transformasi tata artistik terhadap pertunjukan pada wayang Kerte di Situbondo. Digital Repository Universitas Jember, 3(3), 69–70.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif (Sutopo, Ed.; Edisi ke-2). Alfabeta.

Surojo, Y., Santosa, B. P., & Apriani, W. L. (2021). Kesenian Bangilun Samigaluh: Kajian Kehadiran dan Perubahan Bentuk Penyajiannya. Joged, 18(2), 141-155. https://doi.org/10.24821/joged.v17i2.6347

Suryono, A. (2019). Teori dan strategi perubahan sosial (B. S. Fatmawati, Ed.). Bumi Aksara. https://books.google.co.id/books?id=ppD5DwAAQBAJ&lpg=PP1&hl=id&pg=PR4#v=onepage&q&f=false

Untung, T. (2015). Dekorasi dan dramatika tata panggung teater (Vol. 6).

Downloads

Published

2025-07-01

How to Cite

Puspitasari, N. D. A., & Hartono, H. (2025). Perubahan Sajian Artistik Seni Pertunjukan Wayang Kulit Sanggar Seni Gema Budaya Tahun 2010-2023. Journal of Language Literature and Arts, 5(7), 797–805. https://doi.org/10.17977/um064v5i72025p797-805

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>