Keabadian Tokoh Perlawanan melalui Sajak Suara Karya Wiji Thukul dan Dongeng Marsinah Karya Sapardi Djoko Damono

Authors

  • Mokhamad Idris `Universitas Negeri Malang
  • Jodi Setiawan

DOI:

https://doi.org/10.17977/um064v2i42022p582-594

Keywords:

Resistance, Semiotics, Sajak Suara, Dongeng Marsinah

Abstract

Abstract: This study aims to highlight the resistance of the characters Marsinah and Wiji Thukul to injustice in Wiji Thukul's "Sajak Suara" and Sapardi Djoko Damono's "Dongeng Marsinah". The term "resistance" is any behavior of low-class community groups with the aim of softening or denying agreements such as building rents, state taxes obtained from the lower classes for the upper classes. The upper class consisted of landlords, states, machine owners, and money lenders. Submission of separate demands, such as a raise in salary, job, land, generosity, and respect for the class above it. This refers to the social situation of each party who is harmed in the social structure of society who fights against the party who harms him. This research uses a descriptive analysis method. Descriptive analysis is a statistic used to analyze data by describing the data that has been collected. Using the semiotic approach of Ferdinand de Saussure. Semiotics is important to understand because our lives are full of signs that must be understood by dismantling all the realities of existing signs. Through this, we can reveal what is behind a meaning contained in a reality. The results of this study provide a social view and message of resistance contained in, there is also a message about the eternity of resistance by both Wiji Thukul and Marsinah figures.

Keywords: resistance; semiotics; Sajak Suara; Dongeng Marsinah

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti bagaimana resistensi tokoh Marsinah dan Wiji Thukul terhadap ketidakadilan dalam “Sajak Suara” karya Wiji Thukul dan “Dongeng Marsinah” karya Sapardi Djoko Damono. Istilah Resistensi adalah setiap semua perilaku para kelompok masyarakat kelas rendah dengan tujuan melunakkan ataupun mengingkari perjanjian seperti sewa bangunan, pajak negara yang diperoleh dari kelas bawah untuk kelas di atasnya. Kelas atas tersebut terdiri atas tuan tanah, negara, pemilik mesin, dan pemberi pinjaman uang. Pengajuan tuntutan tersendiri, seperti kenaikan gaji, pekerjaan, lahan, kemurahan hati, dan penghargaan terhadap kelas di atasnya. Hal tersebut merujuk pada situasi sosial setiap pihak yang dirugikan dalam struktur sosial masyarakat yang melakukan perlawanan terhadap pihak yang merugikannya. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan data yang telah terkumpul. Menggunakan pendekatan semiotik dari Ferdinand de Saussure. Semiotika penting untuk dipahami karena kehidupan kita penuh dengan tanda yang harus dipahami dengan membongkar segala realitas tanda yang ada. Melalui hal tersebut, kita dapat mengungkap apa yang ada di balik sebuah makna yang terdapat dalam suatu realitas. Hasil penelitian ini memberikan sebuah pandangan sosial dan pesan resistensi yang terkandung dalam, terdapat juga pesan tentang keabadian perlawanan baik oleh tokoh Wiji Thukul maupun Marsinah.

Keywords: resistensi; semiotika; Sajak Suara; Dongeng Marsinah

References

Alfiansyah .(2020) Makna Kritik Sosial dalam Puisi (Studi Analisis Wacana Kritis pada Puisi “Dongeng Marsinah” Karya Sapardi Djoko Damono). Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam: Universitas Islam Negeri Raden Fatah.

Amins, Achmad. 2009. Manajemen Kinerja Pemerintah Daerah. Yogyakarta : Jaksbangpressindo

Awalludin. (2017). Pengantar Bahasa Indonesia Untuk Perguruan. Tinggi. Yogyakarta: Deepublish.

Damono, Sapardi Djoko. (2015). Melipat Jarak. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Hamzah, A. A. (2019). Makna Puisi Wiji Thukul Dalam Film “Istirahatlah Kata-Kata” Dengan Pendekatan S emiotika Ferdinand De Saussure. Ponorogo: Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.

James. (1993). Perlawanan kaum tani. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Kanuh, 2021. Biografi Wiji Thukul. (Online), (https://gasbanter.com/biografi-wiji-thukul/) ,diakses 18 Desember 2021

Kurniawan, Robi. (2018) Mengenal Sosok Marsinah Sang Pahlawan Buru Nasional, http://jurnalposmedia.com/mengena l-sosok-marsinah-sang-pahlawanburuh-nasional/ , Diakses pada 20 Desember 2021 pukul 22.00 WIB

Lutfatin, I. Y. (2017). Proses Kreatif Puisi “Melipat Jarak” Karya Sapardi Djoko Damono. Bastra (Bahasa Dan Sastra), 1–11.

Ruggie, John G. (1998). Constructuring the World Polity, Essays on International Institutionalizations. New York and London: Rouledge.

Saussure, de Ferdinand. (1998). Pengantar Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada Universitas Press.

Siswanto, Wahyudi. 2008. Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Grasindo.

Sumardjo, Jakob dan Saini. (1997). Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Richard, Harland. (2006). Superstrukturalis. Yogyakarta: Jalasutra.

Wellek, Renne Dan Austin Warren. 1990. Teori Kesusastraan (Diterjemahkan Oleh Melani Budianta). Jakarta: Pustaka Jaya

Widjaja, AW. 1985. Kesadaran Hukum Manusia dan Masyarakat Pancasila. Jakarta: Era Swasta.

Downloads

Published

2022-04-19

How to Cite

Idris, M., & Setiawan, J. (2022). Keabadian Tokoh Perlawanan melalui Sajak Suara Karya Wiji Thukul dan Dongeng Marsinah Karya Sapardi Djoko Damono. Journal of Language Literature and Arts, 2(4), 582–594. https://doi.org/10.17977/um064v2i42022p582-594

Issue

Section

Articles