Pengembangan Media Pembelajaran Aplikasi Tentang Variasi Permainan Bulutangkis untuk Guru KKG PJOK SD Kelas IV
DOI:
https://doi.org/10.17977/um062v3i92021p720-729Keywords:
development, learning media, badminton, pengembangan, media pembelajaranAbstract
Abstract: Learning media is a means used to improve the learning process, the delivery of material content by educators to students by using assistive devices. The purpose of this research is to develop learning media for variations of badminton games for KKG PJOK elementary school teachers for grade IV which is packaged in an attractive way in the form of an articulate storyline application 3. The method used in this study uses the Lee and Owen research and development model, by following 5 procedures. stages. The results of data analysis showed that 91 percent of media experts, 75 percent of PJOK experts, 75 percent of learning experts, 95 percent of game experts, and 95 percent of badminton experts stated that the product was good. The results of the overall product trial involved 33 KKG teachers with 8 percentages of small group trials (81.3 percent) and 25 percentages of large group trials (82.1 percent). Based on these data, it can be concluded that this product is valid and suitable for use by PJOK teachers at SD Sananwetan District, Blitar City.
Abstrak: Media pembelajaran merupakan sarana yang digunakan untuk menyempurnakan proses pembelajaran, penyampaian isi materi oleh pendidik kepada peserta didik dengan menggunakan alat bantu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran variasi permainan bulutangkis untuk guru KKG PJOK SD kelas IV yang dikemas secara menarik dalam bentuk aplikasi articulate storyline 3. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan research and development Lee and Owen, dengan mengikuti 5 prosedur tahapan. Diperoleh hasil analisis data yang menunjukkan 91 persen ahli media, 75 persen ahli PJOK, 75 persen ahli pembelajaran, 95 persen ahli permainan, 95 persen ahli bulutangkis menyatakan bahwa produk baik. Hasil uji coba keseluruhan produk melibatkan 33 guru KKG dengan pembagian uji coba kelompok kecil 8 persentase (81,3 persen) dan uji coba kelompok besar 25 persentase (82,1 persen). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa produk ini valid dan layak digunakan oleh guru PJOK SD Kecamatan Sananwetan Kota Blitar.
References
Akbar, S., & Sriwiyana, H. (2010). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan (IPS). Cipta Media.
Arwanda, P., Irianto, S., & Andriani, A. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran Articulate Storyline Kurikulum 2013 Berbasis Kompetensi Peserta Didik Abad 21 Tema 7 Kelas Iv Sekolah Dasar. Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 4(2), 193. https://doi.org/10.35931/am.v4i2.331
Asnaldi, A. (2017). Persepsi Guru-Guru Non Penjas terhadap Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan dan Rekreasi Gugus IV Sungai Jambu Kecamatan Pariangan. Sains Olahraga Dan Pendidikan Jasmani, 10–18.
Budiwanto, S., Winarno, M. E., & Mardiyanto. (2012). Asesmen Pembelajaran Penjaskes SD. 4
Dwiyogo, W. D., & Cholifah, P. S. (2016). Continuing Professional Development ( CPD ) for Physical Education Teacher in Elementary School through Blended Learning. International Conference on Education, 14, 948–955.
Hayes, C., Hardian, H., & Sumekar, T. (2017). Pengaruh Brain Training Terhadap Tingkat Inteligensia Pada Kelompok Usia Dewasa Muda. Diponegoro Medical Journal (Jurnal Kedokteran Diponegoro), 6(2), 402–416.
Janah, S. N. (2015). Pengaruh Penggunaan Multimedia Articulate Storyline Dalam Meningkatkan Hasil Pembelajaran Fiqih Di Madrasah Aliyah Negeri 3 Kediri. 151, 10–17
Jatmika, H. M. (2014). Analisis Kelayakan Isi Buku Teks Penjasorkes Kelas X Sma Di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 10(2), 62–67
Kurniawan, A. W. 2014. Pengembangan Pembelajaran Judo Teknik Bantingan Kyu 4 Dengan Media Vcd Untuk Pejudo Pjsi (Persatuan Judo Seluruh Indonesia). Hotel Horison Ultima Jl Green Boulevard, 65125(2), 25–37.
Lee, W. W., & Owen D L. (2004). Multimedia-Based Instructional Design (2nd ed.). Pfeiffer.
Mayer, R. E. (2020). Cognitive Theory of Multimedia Learning. 43–71.
Nugraheni, T. D. (2018). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Menggunakan Articulate Storyline Pada Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Kelas X …. https://lib.unnes.ac.id/32545/
Pamungkas, I. A., & Dwiyogo, W. D. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Mobile Learning Untuk Aktifitas Kesegaran Jasmani Siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruhan. Sport Science and Health, 2(5), 272–278
Purnama, S., & Asto, B. (2014). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Menggunakan Software Articulate Storyline Pada Mata Pelajaran Teknik Elektronika Dasar Kelas X TEI 1 Di SMK Negeri 2 Probolinggo. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 3(2), 275–279. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17977/um003v3i22017p145
Rasang, Firmansyah. (2019). Analisis Gerak Cabang Olahraga Diving. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya
Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggarakan Pendidikan. (2010).
Pratama, R. A. (2018). Media Pembelajaran Berbasis Articulate Storyline 2 Pada Materi Menggambar Grafik Fungsi Di SMP Patra Dharma 2 Balikpapan. Jurnal Dimensi, 7(1), 19-35.
Rovi, P. (2016). Penerapan Teori Pembelajaran Kognitif Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan. Pendidikan Olahraga, 5(2), 154–164.
Rahman, Z., Kurniawan, A. W., & Heynoek, F. P. (2020). Pengembangan Pembelajaran Kebugaran Jasmani Unsur Kecepatan Berbasis Multimedia Interaktif. Sport Science and Health, 2(1), 78–92
Sainal M. (2018). Buku Ajar Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan untuk SMA Kelas X Semester I (F. Fabri (ed.)). Uwais Inspirasi Indonesia.
Sapitri, D., & Bentri, A. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Articulate Storyline Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X. Seminar Nasional: Jambore Konseling 3,
Setyaningsih, S., Rusijono, & Wahyudi, A. (2020). Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Articulate Storyline Terhadap Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Kerajaan Hindu. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, 20(2), 144–156
Subarjah, H., & Hidayat, Y. (2011). Permainan bulutangkis. Bandung: Bintang
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Manajemen. Alfabeta
Tiessen, R. (2018). Improving Student Reflection in Experiential Learning Reports in Post-Secondary Institutions. 7(3), 1–10. https://doi.org/10.5539/jel.v7n3p1
Wandah, W. (2017). Desain dan Pemograman Multimedia Pembelajaran Interaktif (D. Fabiharsa (Ed.)). Penerbit Cerdas Ulet Kreatif.
Wati, D. 2017. Pengembangan Media Mobile Learning Dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi Pada Siswa Kelas X SMK. Ilmu Budaya, 1(May), 291–304. https://media.neliti.com/media/publications/240569-pengembangan-media-mobile-learning-dalam-2d6956eb.pdf
Yuliawan, D. (2017). Bulu Tangkis Dasar (1st ed.). CV Budi Utama.
Yumini, Si., & Rakhmawati, L. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Articulate Storyline Pada Mata Diklat Teknik Elektronika Dasar Di Smk Negeri 1 Jetis Mojokerto. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 4(3), 845–849
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Generic License.


3.png)
1.png)
1.png)


