Efektifitas Pencampuran Poly Alumunium Chloride (PAC) dan Penyaringan Menggunakan Pasir Zeolit serta Arang Aktif dalam Mengurangi Kandungan Amonia Limbah Cair Industri Kulit

Authors

  • Ilham Widya Tama Nugraha Universitas Negeri Malang
  • Djoko Kustono Universitas Negeri Malang
  • Muhammad Al Irsyad Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um062v3i92021p709-719

Keywords:

liquid waste, ammonia, poly aluminum chloride, charcoal, zeolite, limbah cair, amonia, arang, zeolit

Abstract

Abstract: Liquid waste produced by the leather tanning industry is included in the list of hazardous and toxic wastes for the environment because it contains one of the chemicals, namely ammonia. The goal of this study was to minimize ammonia levels in tannery effluent by mixing Poly Aluminum Chloride (PAC) and filtering with activated charcoal and zeolite sand. This research method uses a control group and an experimental group with three repetitions for each type of reagent. After treatment, the ammonia content was tested using a Spectrophotometer. The data was examined using SPSS using the Regression Test to see if there was an effect of treatment on ammonia content reduction, and then the Kruskal Wallis Test in order of mean ranking to find the most effective type and level of treatment. The Mann Whitney test was then used to see how the relationship between the variables affected the results. The result was found that the PAC reagent level of 3.5 grams was the most effective in reducing ammonia to below the specified quality standard. Efforts to reduce ammonia are carried out to prevent the impact of ammonia gas which is harmful to human health.

Abstrak: Limbah cair yang dihasilkan oleh industri penyamakan kulit termasuk dalam daftar limbah bahan berbahaya dan beracun bagi lingkungan karena mengandung salah satu bahan kimia yaitu ammonia. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan kadar amonia pada limbah penyamakan kulit dengan mencampurkan Poly Aluminium Chloride (PAC) dan menyaring dengan arang aktif dan pasir zeolit. Metode penelitian ini menggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan tiga kali pengulangan untuk setiap jenis reagen. Setelah perlakuan, kadar amonia diuji menggunakan Spektrofotometer. Hasil dianalisis menggunakan SPSS dengan Uji Regresi untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian perlakuan terhadap penurunan kandungan amonia, kemudian untuk mengetahui jenis dan kadar yang paling efektif menggunakan Uji Kruskall Wallis pada urutan ranking mean. Kemudian dilakukan uji Mann Whitney untuk mengetahui pengaruh hubungan setiap variabel. Hasilnya ditemukan bahwa reagen PAC kadar 3,5 gram yang paling efektif mengurangi amonia hingga di bawah baku mutu yang ditentukan. Upaya mereduksi amonia dilakukan untuk mencegah dampak gas amonia yang membahayakan bagi kesehatan manusia.

References

Aisyah, I. (2019). Multimanfaat Arang Dan Asap Cair Limbah Biomasa. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=LOeiDwAAQBAJ&pg=PA48&dq=pengertian+zat+arang+aktif+adalah&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwjkmNqU1fzrAhXhX3wKHSz4CsQQ6AEwAHoECAUQAg#v=onepage&q=pengertian zat arang aktif adalah&f=false

Asmadi, S., & Suharno. (2012). Dasar-Dasar Teknologi Pengolahan Air Limbah. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Magetan. (2018). Retrieved September 16, 2020, from https://magetankab.bps.go.id/statictable/2019/11/04/365/jumlah-perusahaan-tenaga-kerja-dan-nilai-produksi-menurut-jenis-industri-di-kabupaten-magetan-2018.html

Fauziah, R., Jurusan, D., Lingkungan, K., Kesehatan, P., Jambi, K., & Kunci, K. (2015). Efektifitas Ketebalan Zeolit Dalam Menurunkan Amoniak ( NH 4 ). XIII, 167–169.

Gubernur. (2014). Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 52 Tahun 2014. 1–6.

Ismail, F. (2018). Statistika Untuk Penelitian Pendidikan dan Ilmu-Ilmu Sosial. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=D9B1DwAAQBAJ&printsec=frontcover&dq=Ismail+F.+2018.+Satistika+Untuk+Penelitian+Pendidikan+dan+Ilmu-Ilmu+Sosial.+Jakarta+:+Prenadamedia+Group&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwij9IjiuO_rAhXCeisKHV1dAJ0Q6AEwAXoECAAQAg#v=onepage&q&f=f

Lasindrang, M. (2014). Adsorpsi Pencemaran Limbah Cair Industri Penyamakan Kulit Oleh Kitosan Yang Melapisi Arang Aktif Tempurung Kelapa. Jurnal Teknosains, 3(2). https://doi.org/10.22146/teknosains.6026

Lenci Aryani. (2010). Efektivitas Variasi Ketebalan Arang Aktif untuk Menurunkan Kadar Amoniak (NH3) dalam Limbah Cair Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Semarang. 006057, 6057. Retrieved from http://eprints.undip.ac.id/31906/

Murti, R. S., Purwanti, C. M. H., & Suyatini, S. (2013). Adsorpsi amonia dari limbah cair industri penyamakan kulit menggunakan abu terbang bagas. Majalah Kulit, Karet, Dan Plastik, 29(2), 85. https://doi.org/10.20543/mkkp.v29i2.195

Peraturan Gubernur Jawa Timur nomor 52 Tahun 2014. (2014). Retrieved from https://dlh.ponorogo.go.id/wp-content/uploads/2018/05/Pergub-Jatim-Nomor-52-Tahun-2014-Tentang-Baku-Mutu-Limbah.pdf

Prahutama, P., & Purnomo, Y. S. (2018). Pengolahan Limbah Cair Industri Penyamakan Kulit Dengan Adsorpsi Abu Terbang Bagas. Studi, Program Lingkungan, Teknik Pembangunan, Universitas Veteran, Nasional Timur, Jawa, 10(1), 5–10.

Prasetya, V. N., Susanawati, L. D., Widiatmono, B. R., & Sumberdaya, J. (2015). Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Penentuan Daya Tampung Sungai Badek Terhadap Beban Pencemar Akibat Limbah Cair Penyamakan Kulit di Kelurahan Ciptomulyo , Malang River Capacity Determination from Tannery Liquid Waste of Badek River in Ciptomulyo Coun. Jurnal Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, 2(2), 17–24. Retrieved from https://jsal.ub.ac.id/index.php/jsal/article/view/182/157

Rahayu, H. L. (2015). Keefektifan Variasi Dosis PAC (Polyalumunium Chloride) Dalam Menurunkan Kadar Amonia Air Limbah Iindustri Penyamakan Kulit di Magetan.

Ramadhian, L., Endro, S., & Mochtar, H. (2014). Pengaruh Jumlah Kotoran Sapi Terhadap Konsentrasi Gas Amonia (Nh3) Di Dalam Rumah ( Studi Kasus : Desa Dalangan Kelurahan Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang). Jurnal Teknik Lingkungan. Retrieved from https://www.neliti.com/publications/134179/pengaruh-jumlah-kotoran-sapi-terhadap-konsentrasi-gas-amonia-nh3-di-dalam-rumah

Rini, D. K., & Lingga, F. A. (2010). Optimasi Aktivasi Zeolit Alam Untuk Dehumidifikasi. Retrieved from http://eprints.undip.ac.id/13791/

Ronny, & Saleh, M. (2018). Penurunan Kadar COD dengan Metode Filtrasi Multimedia Filter pada Air Limbah Laundry. Jurnal Penelitian, 4, 51. Retrieved from http://103.55.216.56/index.php/higiene/article/view/5839

Salmariza, & Sofyan. (2011). Aplikasi Metoda MSL (Multi Soil Layering) untuk Mengolah Air Limbah Industri Edilble Oil. Riset Industri, 3(1), 227–238.

Simbolon, A. M. (2016). Penetapan Kadar Amonia Dalam Air Bersih Dengan Metode Spektrofotometri Visible. SP - Analis Farmasi Dan Makanan. Retrieved from http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/66576

Sriyatin. (2019). Evaluasi Pembelajaran Matematika. Jatim: Uwais Inspirasi Indonesia.

Suherman, D., & Sumawijaya, N. (2013). Menghilangkan Warna Dan Zat Organik Air Gambut Dengan Metode Koagulasi-Flokulasi Suasana Basa. Indonesian Journal of Geology and Mining, 23(2), 127–140. Retrieved from http://jrisetgeotam.com/index.php/jrisgeotam/article/view/75/pdf_29

Widarti, B. N., Wardhini, W. K., & Sarwono, E. (2015). Pengaruh Rasio C/N Bahan Baku Pada Pembuatan Kompos Dari Kubis dan Kulit Pisang. Jurnal Integrasi Proses, 5(2), 75–80.

Yuliati, S. (2006). Proses Koagulasi – Flokulasi Pada Pengolahan Tersier Limbah Cair PT. Capsugel Indonesia. IPB Repository. Retrieved from https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/32848#:~:text=Proses koagulasi – flokulasi merupakan salah,cepat dalam bentuk larutan tercampur.

Downloads

Published

21-09-2021

Issue

Section

Articles