Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Kejadian Keputihan

Authors

  • Shabrina Yuamita Ilmassalma Universitas Negeri Malang
  • Hartati Eko Wardani Universitas Negeri Malang
  • Anindya Hapsari Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um062v3i92021p663-669

Keywords:

leucorrhoea, teenagers, knowledge, attitude, keputihan, remaja, pengetahuan, sikap

Abstract

Abstract: Vaginal discharge is a condition that is often experienced by women throughout their lives from adolescence to menopause. Often considered as a symptom or disorder in the reproductive organs. At the age of 15-24 years as many as 45 percent of 2.9 million Indonesian women experience vaginal discharge. This situation, it is necessary for every individual to realize how to handle it properly. The results of the preliminary study were 90 percent of respondents who experienced vaginal discharge. The purpose of this study was to determine how significant the relationship between knowledge and attitudes towards the incidence of vaginal discharge was in students of the Faculty of Sports Science Class of 2019 State University of Malang. The type of research used is quantitative correlation with cross sectional approach. The population in this study were 197 female students with 134 female students who were sampled using the proportional stratified random sampling technique. Data were analyzed using Spearman's test with the result that there was no significant relationship between knowledge and the incidence of vaginal discharge (p equals 0.520) and there was no significant relationship between attitudes and the incidence of vaginal discharge (p equals 0.651).

Abstrak: Keputihan merupakan keadaan yang sering dialami wanita sepanjang hidupnya mulai dari remaja hingga menopause. Sering dianggap sebagai sebuah gejala maupun kelainan organ reproduksi. Pada usia 15-24 tahun sebanyak 45 persen dari 2,9 juta wanita Indonesia mengalami keputihan. Pada keadaan tersebut perlu adanya kesadaran setiap individu dengan cara melakukan penanganan dengan baik. Hasil studi pendahuluan terdapat 90 persen responden yang mengalami keputihan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa bermaknanya hubungan pengetahuan dan sikap terhadap kejadian keputihan pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan Angkatan 2019 Universitas Negeri Malang. Penelitian yang digunakan ialah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 197 mahasiswi dengan 134 mahasiswi yang dijadikan sampel dengan menggunakan teknik Proportionate stratified random sampling. Hasil analisis menggunakan uji Spearman ialah tidak ada hubungan yang bermakna pada dua variabel yang diteliti dengan kejadian keputihan (p sama dengan 0,520) dan (p sama dengan 0,651).

References

Abiyoga. (2019). Hubungan Antara Gangguan Pola Tidur Dengan Flour Albus (Keputihan) Pada Remaja. Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan, 3(2), 1–10. https://doi.org/10.35728/jmkik.v3i2.41

Darma. (2017). Hubungan Pengetahuan, Vulva Hygiene, Stres, Dan Pola Makan Dengan Kejadian Infeksi Flour Albus (Keputihan) Pada Remaja Siswi Sma Negeri 6 Kendari 2017. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Unsyiah, 2(6), 198314.

Febryary. (2016). Gambaran Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Remaja Putri Dalam Penanganan Keputihan Di Desa Cilayung. Jurnal Sistem Kesehatan, 2(1), 40–46. https://doi.org/10.24198/jsk.v2i1.10418

Ilmiwati & Kuntoro. (2017). Pengetahuan Personal Hygiene Remaja Putri pada Kasus Keputihan. Jurnal Biometrika Dan Kependudukan, 5(1), 43. https://doi.org/10.20473/jbk.v5i1.2016.43-51

Irmayanti & Lusiana. (2017). Hubungan Vulva Hygiene Dan Penggunaan Akdr Dengan Kejadian Keputihan Pada Wanita Usia Subur Di Wilayah Kerja Puskesmas Paal Merah I Kota Jambi Tahun 2016. 6(01), 7–13.

Lazenby. (2013). Correlation of leukorrhea and Trichomonas vaginalis infection. Journal of Clinical Microbiology, 51(7), 2323–2327. https://doi.org/10.1128/JCM.00416-13

Nanlessy. (2013). Hubungan Antara Pengetahuan Dan Perilaku Remaja Puteri Dalam Menjaga Kebersihan Alat Genitalia Dengan Kejadian Keputihan Di Sma Negeri 2 Pineleng. Jurnal Keperawatan UNSRAT, 1(1), 106359.

Nikmah & Widyasih. (2018). Personal Hygiene Habits dan Kejadian Flour Albus Patologis pada Santriwati PP AL-Munawwir, Yogyakarta. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(1), 36. https://doi.org/10.30597/mkmi.v14i1.3714

Notoatmodjo. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan.

Sari. (2013). Identifikasi Faktor Penyebab Keputihan Pada Remaja Putri. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Sari, P. M. (2016). Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Remaja Dengan Kejadian Fluor Albus Remaja Putri Smkf X Kediri. Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Remaja Dengan Kejadian Fluor Albus Remaja Putri Smkf X Kediri, Vol. 3(No. 1), 1–4.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Alfabeta.

Wati. (2017). Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Cara Pencegahan Flour Albus Di SMK Ahmad Yani Gurah Kediri. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Downloads

Published

21-09-2021

Issue

Section

Articles