Hubungan Pengetahuan, Budaya, serta Dukungan Keluarga Terhadap Motivasi Pernikahan Dini
DOI:
https://doi.org/10.17977/um062v3i92021p656-662Keywords:
knowledge, culture, family support, early age marriage motivation, pengetahuan, budaya, dukungan keluarga, motivasi pernikahan diniAbstract
Abstract: The Ministry of Religious Affairs of Pamekasan Regency record that the highest rate of early age marriages in Pamekasan Regency in 2019 were in Waru District, reaching 254 cases of early age marriages. Ranged from age 16 to 21 years for 154 female teenagers dan 19 to 21 years for 100 male teenagers. The impact of early age marriage has on young can affect incidence the risk of LBW (Low Birth Weight), cervical cancer, anemia, and a high risk of maternal and infant mortality. The population in this study were 254 young women and men who were married at the age less than 21 years. The sampling used is simple random sampling technique as much 70 people. This research data collection used is a online questionnaire. The data analysis used is the Spearman rank test. there is no relationship between knowledge and motivation for early marriage (p is 0.410) with OR is -0.100, there was no found relationship between culture and motivation for early age marriage (p is 0.792) with OR is 0.032, and there was a relationship between family support and early age marriage motivation (p is 0,000) with OR is 1,000.
Abstrak: Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan mencatat, pernikahan pada usia dini tertinggi di Kabupaten Pamekasan pada tahun 2019 berada di Kecamatan Waru, Mencapai angka 254 pernikahan usia dini. usia menikah 16-21 tahun pada remaja wanita 154 orang, usia 19-21 pada remaja laki-laki 100 orang. Dampak dari Pernikahan di usia dini dapat mempengaruhi terjadinya risiko BBLR, Kanker servik, anemia, serta berisiko tinggi terjadi angka kematian ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara variabel pengetahuan, budaya dan dukungan keluarga dengan motivasi pernikahan dini di Kabupaten Pamekasan. Dalam penelitian menggunakan metode deskripsi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Kriteria populasi meliputi remaja perempuan dan remaja laki-laki yang telah menikah pada usia kurang dari 21 tahun sebanyak 254 orang. Sampel yang digunakan adalah teknik simple random sampling sebanyak 70 orang. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner online. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dan motivasi pernikahan dini (p sama dengan 0,410) dengan OR sama dengan -0,100, yang berarti tidak ada hubungan antara budaya dan motivasi pernikahan dini (p sama dengan 0,792) dengan OR sama dengan 0,032, ada hubungan dukungan keluarga dan motivasi pernikahan dini (p sama dengan 0,000) dengan OR sama dengan 1,000.
References
Ali, S. (2015). Perkawinan Usia Muda Di Indonesia Dalam Perspektif Negara Dan Agama Serta Permasalahannya (The Teen Marriage In Indonesia On The Country Perspective And Religion As Well As The Problem ). Jurnal Legislasi Indonesia, 12(2), 1–28.
Atabik, A., & Mudhiiah, K. (2014). Pernikahan dan Hikmahnya Perspektif Hukum Islam. Yudisia, 5(2), 293–294.
Badan Pusat Statistik Jawa Timur. (2017). Persentase Perempuan Jawa Timur Usia 10 Tahun Ke Atas yang Kawin di Bawah Umur (Kurang dari 17 Tahun) menurut Kabupaten/Kota, 2009-2016. https://jatim.bps.go.id/statictable/2017/06/09/465/persentase-perempuan-jawa-timur-usia-10-tahun-ke-atas-yang-kawin-di-bawah-umur-kurang-dari-17-tahun-menurut-kabupaten-kota-2009-2016-.html
BKKBN. (2017). Usia Pernikahan Ideal 21-25 Tahun. https://www.bkkbn.go.id/detailpost/bkkbn-usia-pernikahan-ideal-21-25-tahun
Ghoni, H. A. A. (2012). Pengaruh motivasi dan pengetahuan wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak daerah. Jurnal Akuntansi AKUNESA, 1(1).
Handayani, E. Y. (2014). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pernikahan Usia Dini Pada Remaja Putri Di Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Martenity and Neonatal, 1(5), 200-206.
Kusniyati, H., & Sitanggang, N. S. P. (2016). Aplikasi Edukasi Budaya Toba Samosir Berbasis Android. Jurnal teknik informatika, 9(1).
Pohan, N. H. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Pernikahan Usia Dini terhadap Remaja Putri. Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 2(3), 424-435.
Sandy, N. (2018). Hubungan Dukungan Keluarga Dan Budaya Dengan Pernikahan Usia Dini Pada Perempuan Di Kampung Cibeo Kelurahan Kemanisan Kota Serang Tahun 2018. Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima, 1(1), 45–53. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Septialti, D., Mawarni, A., Nugroho, D., & Dharmawan, Y. (2017). Hubungan Pengetahuan Responden dan Faktor Demografi dengan Pernikahan Usia Dini di Kecamatan Banyumanik Tahun 2016. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 5(4), 198-206.
Sezgin, A. U., & Punamäki, R. L. (2020). Impacts of early marriage and adolescent pregnancy on mental and somatic health: the role of partner violence. Archives of women's mental health, 23(2), 155.
UN. (2020). Pencegahan Perkawinan Anak.
UNICEF. (2001). EARLY MARRIAGE CHILD SPOUSES. www.unicef-icdc.org
UNICEF. (2020). Child marriage | UNICEF. https://www.unicef.org/protection/child-marriage
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Maharani Retno Sulistya Masyithah, Hartati Eko Wardani, Anindya Hapsari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Generic License.


3.png)
1.png)
1.png)


