Aksesibilitas Layanan Kesehatan Petani di Wilayah Dataran Tinggi Ditinjau dari Waktu Tempuh, Transportasi, dan Kepemilikan JKN: Studi Deskriptif di Dusun Panyangkalang Kabupaten Gowa Tahun 2025
Keywords:
accessibility, healthcare services, hilly areas , aksesibilitas, layanan kesehatan, wilayah dataran tinggiAbstract
Abstract : Access to health services is a major challenge in highland areas with limited infrastructure and difficult to reach geographical conditions. This study aims to assess the level of accessibility to health services in the highland area of Panyangkalang Hamlet, Parangloe District, Gowa Regency. This Study used a descriptive quantitative design, with data collected through a household survey of 67 heads of households using a total sampling. The findings indicate that access to health facilities is mainly constrained by long travel time, with most respondents requiring more than 30 minutes to reach services. Health service utilization is largely supported by private transportation and the National Health Insurance scheme (JKN), particularly JKN PBI. Community Health Centers are the most frequently accessed health facilities. These findings suggest that although financial access through insurance coverage is relatively adequate, geographical barriers remain a key challenge in improving health service accessibility in highland communities.
Abstrak : Akses terhadap layanan kesehatan merupakan tantangan utama di wilayah dataran tinggi yang memiliki keterbatasan infrastruktur dan kondisi geografis yang sulit dijangkau. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat aksesibilitas layanan kesehatan di wilayah dataran tinggi Dusun Panyangkalang, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei rumah tangga terhadap 67 kepala keluarga menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses ke fasilitas kesehatan terutama terkendala oleh waktu tempuh yang panjang, di mana sebagian besar responden membutuhkan waktu lebih dari 30 menit untuk mencapai layanan kesehatan. Pemanfaatan layanan kesehatan sebagian besar didukung oleh penggunaan transportasi pribadi dan kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya JKN PBI. Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan yang paling sering diakses oleh masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun akses finansial melalui kepemilikan jaminan kesehatan relatif memadai, hambatan geografis masih menjadi tantangan utama dalam meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan di masyarakat wilayah dataran tinggi.
References
Anggraini, N. (2023). Healthcare access and utilization in rural communities of Indonesia. Journal of Community Health Provision, 3(1). https://doi.org/10.55885/jchp.v3i1.214
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia 2023 (SKI). Kemenkes RI.
Khuluqo, I. El, & Nuryati, T. (2020). Pelatihan dan Pendampingan Kader Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Cimuning. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 1–5 DOI: 10.36722/jpm.v2i1.358
Maulany, R. F., Dianingati, R. S., & Annisaa’, E. (2021). Faktor-faktor yang Memengaruhi Akses Kesehatan. Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, 4(2), 142–149. https://doi.org/10.35473/ijpnp.v4i2.1161
Meidi, H. O., Redjeki, E. S., Fanani, E., & Kurniawan, A. (2023). Hubungan antara Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Peserta BPJS di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Sport Science and Health, 5(2), 117–132. https://doi.org/10.17977/um062v5i22023p117-132
Miftahurrahma Pujantiyo, B. S., & Andini, I. (2025). Faktor yang Memengaruhi Penggunaan Trayek 15 Trans Jogja. Jurnal Transportasi Perkotaan, 4(6), 1815-182. doi. 10.59188/jcs.v4i6.3364
Purwito, D., Linggardini, K., & Jaitieng, A. (2025). Barriers To Healthcare Access : Examining Travel Time , Waiting Times , And Service Costs in Indonesia Primary Health Care. 18(2), 236–245. https://doi.org/10.23917/bik.v18i2.9068
Putri, Y. A., Hapsari, A., Ekawati, R., & Wardani, H. E. (2024). Hubungan pengetahuan, akses informasi, dan dukungan tenaga kesehatan terhadap perilaku pemeriksaan IVA pada wanita usia 30–50 tahun di Puskesmas Bareng. Sport Science and Health, 6(2), 207–217. https://doi.org/10.17977/um062v6i22024p207-217
Rahmawati, C. J., Rachmawati, W. C., & Adi, S. (2025). Gambaran literasi kesehatan dan pola pencarian pengobatan mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang terhadap penyakit ISPA. Sport Science and Health, 7(1), 28–41. https://doi.org/10.17977/um062v7i12025p28-41
Rozi, F., Zhafira, A. S., & Yuliandriani, D. (2022). Edukasi Terkait Hipertensi dan Pelayan Kesehatan Bagi Lansia Pendahuluan. Jurnal Bina Desa 4(13), 204–213. DOI: https://doi.org/10.15294/jbd.v4i2.32331
Salsabila, C., Hidayani, K. R., & Subagio, Y. P. (2022). Gambaran Pelaksanaan Kesehatan di Indonesia Rujukan Berjenjang BPJS. Jurnal Global Indonesia, 3(2), 42–48. DOI: 10.36418/glosains.v3i2.83
Sriram, S., Jayakumar, A. D., Gollapalli, P. K., & Chandrasekar, S. (2024). Demand-side barriers and economic burden in accessing Human Papillomavirus screening for cervical cancer prevention in rural India: Evidence from a cross-sectional study. F1000Research, 13, 630. https://doi.org/10.12688/f1000research.150361.1
Syadza, E. R. (2023). Factors That Influence Access To Health Services In Puskesmas. JNPH, 11(2), 533–539 DOI: https://doi.org/10.37676/jnph.v11i2.5219.
Undang-Undang Republik Indonesia No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.
Wang, S. Y., Valero-Elizondo, J., Cainzos-Achirica, M., Desai, N. R., Nasir, K., & Khera, R. (2022). Measures of financial hardship from health care expenses among families with a member with atherosclerotic cardiovascular disease in the United States. JAMA Health Forum, 3(7), e221962. https://doi.org/10.1001/jamahealthforum.2022.1962
World Health Organization. (2025a). Health workforce development, attraction, recruitment, and retention in rural and remote areas. https://www.who.int/teams/health-workforce/health-workforce-development
World Health Organization. (2025b). Publikasi Baru WHO Menyoroti Pentingnya Pemantauan Ketimpangan Kesehatan untuk Meningkatkan Kesetaraan Kesehatan. https://www.who.int/indonesia
Yanuar, D. R., & Sutanta, H. (2021). Pemanfaatan SIG Untuk Pemetaan Area Layanan dan Indeks Kulon Progo ( Mapping Service Area dan Healthcare Facility Accessibility Index in Kulon Progo Regency. Majalah ilmiah Globe , 21–33.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Surahmawati, Fitri Laylan Hasibuan, Nurfaizah Akmal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Generic License.


3.png)
1.png)
1.png)


